Ngaku Digetok Warung di Puncak: Mie Rebus Telur Rp54 Ribu, Roti Bakar Rp25 Ribu

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 2 Juni 2021 18:46
Ngaku Digetok Warung di Puncak: Mie Rebus Telur Rp54 Ribu, Roti Bakar Rp25 Ribu
Kali ini warga yang mengaku kena getok oknum penjual makanan terjadi di wilayah Puncak, Bogor.

Dream - Pengakuan masyarakat korban penjual makanan yang memasang harga tak wajar kembali terjadi. Setelah di Yogyakarta, kali ini seorang pembeli mie rebus di Puncak, Bogor dibuat terperanjat saat pedagang menyodorkan bon tagihan hingga Rp209 ribu. 

Cerita pembeli tersebut diunggah kembali akun Twitter @ngegasteruss dan menjadi viral di jagat sosial media tersebut.

Dalam unggahannya, si pemilik akun mengeluhkan harga makanan dan minuman yang ia beli di salah satu kedai yang diklaim beroperasi di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat. Untuk membuktikan pengakuannya, akun tersebut juga melampirkan foto berbentuk nota pembayaran makananan dan minuman yang ia pesan.

 

1 dari 8 halaman

Kena Ketok Harga

Dalam nota tersebut, tertulis berbagai pesanan makanan yang cukup banyak salah satunya mie rebus soto satu porsi dengan tambahan telur seharga Rp18 ribu. Namun total harga yang harus dibayar untuk dua pesanan menu itu tertulis Rp54 ribu.

Padahal jika dihitung, seporsi indomie telur seharga Rp18 ribu dikali dua menjadi Rp36 ribu.

Selain itu mie rebus, pesanan lain dengan harga mahal yang diterima pembeli itu adalah telur setengah matang yang dipatok Rp25 ribu. Sedangkan harga teh manis hangat Rp10 ribu, jagung bakar Rp17 ribu, nasi Ro10 ribu, roti bakar cokelat keju Rp25 ribu dan indomie kari ayam Rp18 ribu.

Dengan seluruh pesanan makanan tersebut, si pembeli harus membayar keseluruhan pesanannya sebesar Rp206 ribu.

" Aku tandain dulu yah," tulis akun Twitter @ngegasteruss disertai foto unggahan nota pembayarannya yang diposting 31 Mei 2021 lalu.

Mie Rebus Getok© Twitter

2 dari 8 halaman

Ramai Komentar Netizen

Unggahan tersebut langsung viral dan mencuri perhatian netizen.

" Jangan mau makan disini, jangan mau, inget woy gua tandain ya warung lu yang udah masang harga yg ditembak kayak gini," tulisnya.

" Korupsi lagi. sejak kapan indomie 18 ribu terus beli 2 jadi 54 ribu? dosa jariyah menanti kalian semua," tambahnya.

" bentar ini gimana indomie telor satunya 18rb pesen 2 jadi 54rb," tulisnya.

" Salfok sama indomie telor kan 2 x 18 = 36.000 Kenapa ini 54.000? Ngitungnya gimana?," sambung akun lain.

" 54rb cuma dapet 2 piring indomie? Beli di indoapril dapet sekarton, harga telor 25rb jg dapet sekilo waw paduan yg pas untuk hidup sebulan," tulis akun lainnya.

Bahkan salah seorang netizen juga memberikan tangkapan layar sebuah ulasan di google tersebut. Pengunjung yang menulis ulasan tersebut juga terkena 'ketok harga'.

 

3 dari 8 halaman

Viral Digetok Warung Makan, Tak Pesan Nasi Malah Kena Biaya Servis Rp50 Ribu

Dream - Meski tidak semuanya, warung kuliner di tempat wisata sering kali mematok harga yang sangat mahal. Bahkan terkadang dianggap tidak masuk akal.

Baru-baru ini seorang warga +62 mengungkapkan unek-unek di media sosialnya. Dia digetok warung makan di sebuah tempat wisata di Medan.

Lewat video TikTok, netizen Doharto Simbolon menceritakan pengalaman tak mengenakan di warung makan terapung di kawasan Percut Sei Tuan pada 11 Maret kemarin.

Pemilik akun @doharto8707 ini mengaku kesal saat menerima tagihan makan. Bagaimana tidak? Dia dikenakan biaya servis hanya karena tak memesan nasi.

 

 

4 dari 8 halaman

Pengalaman Pahit Kena Getok Warung Makan di Tempat Wisata

Semua berawal ketika Doharto dan teman-temannya ke Percut Sei Tuan untuk memancing ikan. Setelah dapat ikan dia membawanya ke warung makan.

Tempat wisata itu memang menyediakan layanan memancing ikan sendiri untuk dimasak langsung di warung makan yang ada di sana.

Hanya saja, untuk memasak ikan itu, mereka mesti ke warung makan yang harus ditempuh dengan naik perahu yang biayanya Rp10 ribu.

5 dari 8 halaman

Kaget Ada Biaya Servis Rp50 Ribu

Doharto dan teman-temannya membawa ikan seberat 10,3 kg ke warung bernama Terapung II Virzinia. Konsep warung ini adalah pengunjung akan dikenakan biaya masak dan bumbu ikan yang telah dipancing

Waktu itu, Doharto dan teman-temannya hanya memesan ikan, es teh manis, sambal dan air mineral.

Namun saat menerima tagihan, dia melihat ada biaya servis sebesar Rp50 ribu. Doharto pun kesal dengan biaya tersebut.

6 dari 8 halaman

Tulisan Nasi Dicoret, Diganti dengan Servis

Apalagi di bon tercatat tulisan nasi yang dicoret dan diganti dengan kata servis yang besarnya Rp50 ribu.

Doharto kesal karena warung lesehan seperti itu seharusnya tidak ada biaya servis seperti di restoran.

Dia bertambah marah ketika dikonfrontasi pemilik warung makan memberikan alasan yang berubah-ubah soal biaya servis itu.

 

7 dari 8 halaman

Alasan Yang Berubah-ubah

Awalnya dibilang biaya servis karena tidak memesan nasi. Tapi kemudian berubah uang itu untuk biaya tips karyawan.

Selanjutnya alasannya berubah lagi. Kali ini katanya untuk biaya sewa pondok atau lesehan di warung terapung tersebut.

Padahal, menurut Doharto, awalnya dia sudah diberitahu bahwa tidak ada pungutan biaya sewa pondok atau lesehan.

8 dari 8 halaman

Begini Penjelasan Pihak Warung

Sementara itu, menurut pihak warung, biaya sebesar Rp50 ribu itu untuk pondok lesehan yang ditempati Doharto dan teman-temannya.

Alasan ditarik biaya karena Doharto memakai beberapa tempat lesehan yang tersedia. Jadi wajar kalau warung menarik biaya kepadanya.

Karena sudah terlanjur viral dan mendapat serangan dari netizen, pemilik warung mengaku akan menyedekahkan uang Rp50 ribu itu ke anak yatim.

Postingan ini pun menjadi bahan perbincangan netizen yang rata-rata geram dengan kelakuan pemilik warung makan.

Mereka mewanti-wanti warga lain agar berhati-hati ketika makan di warung yang ada di tempat wisata. Sebab sering mematok biaya tak wajar.

Sumber: TikTok

Beri Komentar