Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Tukang Tambal Ban Wanita (Foto: Facebook.com/Mentari Garut)
Dream - Foto seorang tukang tambal ban wanita tengah menjadi perbincangan netizen. Foto tersebut diunggah pertama kali di Facebook oleh akun Mentari Garut di Grup Komunitas Orang Cibatu Se-dunia pada Sabtu, 7 April 2018.

Dalam foto terlihat seorang wanita muda di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang tengah menambal ban sepeda motor. " GADIS MANIS ASAL BANYURESMI, RELA JADI TUKANG TAMBAL BAN," tulis pemilik akun Mentari Garut.
Foto itu pun langsung viral di Facebook dan Instagram. Di Instagram, beberapa netizen terharu saat melihat foto tersebut. " Sabar neng, milik allah mah teu aya nu terang (Sabar neng, rezeki dari Allah tidak ada yang tahu)," tulis akun @mamang3338.
Wanita cantik itu bernama Irma Tri Resmiawati. Dara 23 tahun itu rupanya memang berprofesi sebagai tukang tambal ban. Pada unggahan itu, Mentari Garut menulis bahwa Irma merupakan juara Ujian Nasional dengan nilai rata-rata 8,7.
© Dream
Dream - Menjadi polisi tentu merupakan kebanggaan. Begitu pula yang dirasakan oleh anggota Polsekta Ujungpandang, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Mustamin.
Gaji sebagai polisi memang tidak besar. Hal itu disadari sepenuhnya oleh Mustamin. Tetapi, dia memilih untuk menjadi polisi jujur dan berintegritas.
Sehingga untuk menutupi kekurangan biaya hidup, Mustamin memutuskan menjalani profesi sebagai tukang tambal ban di belakang Pengadilan Negeri Makassar.
" Saya jadi polisi tahun 1979 dan mulai buka usaha tambal ban tahun 1991. Awalnya dulu saya tambal ban di Jalan Alimalaka, tapi kena penggusuran. Jadi saya pindah di belakang Pengadilan Jalan Ammanagappa tahun 2012. Saya suka kerja-kerja tambal ban," kata Mustamin, dikutip dari fanspage Facebook Divisi Humas Polri.
Jika dihitung, Mustamin sudah menjalani profesi ini selama 26 tahun. Profesi itu tidak mengganggu tugasnya sebagai seorang polisi.
© Dream
Dalam menjalankan profesi itu, Mustamin harus membagi waktu. Pagi hingga sore hari dia bertugas sebagai polisi, setelah itu baru menjadi tukang tambal ban.
Saat bertugas, Mustamin meminta seorang tukang becak menjalankan usahanya. Dengan begitu, usaha tambal ban tersebut tidak tutup.
" Kalau lepas tugas jaga, ya saya jadi tukang tambal ban. Tapi kalau pas tugas jaga, ada tukang becak yang gantikan. Apalagi ada janji sama anak perempuanku yang buka warung kecil di depan usaha tambal ban yang bantu awasi. Sisa satu tahun lagi, saya pensiun dari polisi," ucap Mustamin. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya