Viral, Tukang Tambal Ban Cantik Asal Garut

Reporter : Febriyani
Senin, 9 April 2018 14:50
Viral, Tukang Tambal Ban Cantik Asal Garut
Wanita berusia 23 tahun itu rupanya memang berprofesi sebagai tukang tambal ban.

Dream - Foto seorang tukang tambal ban wanita tengah menjadi perbincangan netizen. Foto tersebut diunggah pertama kali di Facebook oleh akun Mentari Garut di Grup Komunitas Orang Cibatu Se-dunia pada Sabtu, 7 April 2018.

 Seorang tukang tambal ban wanita

Dalam foto terlihat seorang wanita muda di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang tengah menambal ban sepeda motor. " GADIS MANIS ASAL BANYURESMI, RELA JADI TUKANG TAMBAL BAN," tulis pemilik akun Mentari Garut.

Foto itu pun langsung viral di Facebook dan Instagram. Di Instagram, beberapa netizen terharu saat melihat foto tersebut. " Sabar neng, milik allah mah teu aya nu terang (Sabar neng, rezeki dari Allah tidak ada yang tahu)," tulis akun @mamang3338.

Wanita cantik itu bernama Irma Tri Resmiawati. Dara 23 tahun itu rupanya memang berprofesi sebagai tukang tambal ban. Pada unggahan itu, Mentari Garut menulis bahwa Irma merupakan juara Ujian Nasional dengan nilai rata-rata 8,7.

1 dari 2 halaman

Aiptu Mustamin, Polisi Jujur yang Jadi Tukang Tambal Ban

Dream - Menjadi polisi tentu merupakan kebanggaan. Begitu pula yang dirasakan oleh anggota Polsekta Ujungpandang, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Mustamin.

Gaji sebagai polisi memang tidak besar. Hal itu disadari sepenuhnya oleh Mustamin. Tetapi, dia memilih untuk menjadi polisi jujur dan berintegritas.

Sehingga untuk menutupi kekurangan biaya hidup, Mustamin memutuskan menjalani profesi sebagai tukang tambal ban di belakang Pengadilan Negeri Makassar.

" Saya jadi polisi tahun 1979 dan mulai buka usaha tambal ban tahun 1991. Awalnya dulu saya tambal ban di Jalan Alimalaka, tapi kena penggusuran. Jadi saya pindah di belakang Pengadilan Jalan Ammanagappa tahun 2012. Saya suka kerja-kerja tambal ban," kata Mustamin, dikutip dari fanspage Facebook Divisi Humas Polri.

Jika dihitung, Mustamin sudah menjalani profesi ini selama 26 tahun. Profesi itu tidak mengganggu tugasnya sebagai seorang polisi.

 

2 dari 2 halaman

Gantian dengan Tukang Becak

Dalam menjalankan profesi itu, Mustamin harus membagi waktu. Pagi hingga sore hari dia bertugas sebagai polisi, setelah itu baru menjadi tukang tambal ban.

Saat bertugas, Mustamin meminta seorang tukang becak menjalankan usahanya. Dengan begitu, usaha tambal ban tersebut tidak tutup.

" Kalau lepas tugas jaga, ya saya jadi tukang tambal ban. Tapi kalau pas tugas jaga, ada tukang becak yang gantikan. Apalagi ada janji sama anak perempuanku yang buka warung kecil di depan usaha tambal ban yang bantu awasi. Sisa satu tahun lagi, saya pensiun dari polisi," ucap Mustamin. (Ism) 

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair