Dream - Jangan dikira aktivitas perdukunan hanya berlaku di masyarakat kita. Dalam sepakbola, bahkan di level dunia sekalipun ternyata urusan klenik, mistis, hingga ritual-ritual tertentu juga berlaku.
Tengok saja apa yang dilakukan oleh seorang striker bernama Moussa Camara berikut ini.
Dalam pertandingan liga Rwanda antara Mukura Victory Sport melawan Rayon Sport pertengahan bulan Desember 2016 lalu, Rayon Sport berusaha mati-matian untuk mengejar ketertinggalan 0-1 dari lawannya.
Menyadari waktu kian menipis, sang striker Camara nekat berlari menuju salah satu tiang gawang tim lawan untuk mencabut rumput.
Sontak menit-menit injury time itu pecah lantaran bebera pemain Mukura berang melihat tindakannya tersebut.
Camara sendiri kemudian menyerah rumput yang dia cabut tadi, lalu diberikan kepada seseorang anggota timnya di samping lapangan.
Anehnya Rayon yang kala itu tertinggal 0-1. Akhirnya berhasil menyamakan kedudukan setelah gawang Mukura kebobolan lewat tendangan jarak jauh dari sisi kiri lapangan.
Kejadian ini selanjutnya menjadi viral diberbagai media. Salah satunya dilansir dari Rwanda New Times, yang menyebut para pelatih dan pemain Rayon Sport bakal terkena sanksi pemotongan tiga poin atas tindakannya ini.
Konon, tindakan jampi-jampi di dunia olahraga, terutama di sepakbola sudah menjadi hal biasa di Afrika, terutama di Rwanda. Hii serem ya, untuk lebih jelasnya, yuk simak videonya berikut ini.
(Ism,Youtube/ahmed kabbaj)