Arti Bacaan Sholat yang Wajib Kamu Ketahui Guna Menambah Kekhusukan

Reporter : Reni Novita Sari
Jumat, 27 November 2020 10:18
Arti Bacaan Sholat yang Wajib Kamu Ketahui Guna Menambah Kekhusukan
Mengerti arti bacaan sholat menambah kekhusukan kita dalam melaksanakan Sholat

Dream- Sholat jadi salah satu ibadah utama dalam agama islam. Bahkan, saking pentingnya ibadah ini, ada hadist yang menyebut bahwa sholat merupakan tiang agama. Ibadah sholat yang hukumnya fardhu ain, atau yang artinya wajib dilaksanakan setiap umat islam ada 5, yaitu subuh dzuhur, ashar, maghrib dan isya.

Shalat diwajibkan kepada seorang mukmin yang telah memasuki usia baligh. Perintah melaksanakan shalat lima waktu merupakan perintah langsung dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW melalui peristiwa Isra’ Mi’raj.

Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk mengajak keluarganya mendirikan shalat sebgaimana firman Allah pada surat Thaha ayat 132 sebagai berikut:

Artinya: “ Perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa,” (Surat Thaha ayat 132).

Setiap bacaan sholat yang diucapkan memiliki arti. Jika kita mengetahui dan mengerti apa yg kita lafadzkan saat kita Sholat, maka hal itu akan sangat jauh lebih baik. Selain itu mengerti arti bacaan sholat menambah kekhusukan kita dalam melaksanakan Sholat.

Untuk itu, berikut arti bacaan sholat yang harus kamu ketahui!

1 dari 10 halaman

1. Niat

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Ketika memulai sholat dengan niat, kondisi tubuh berdiri tegak menghadap kiblat. Jika tidak sanggup berdiri maka duduk, jika tidak sanggup duduk maka berbaring, dan jika tidak sanggup berbaring maka telentang. Untuk menunaikan sholat, semuanya harus menghadap kiblat.

Diawali dengan membaca niat, sholat lima waktu memiliki bacaan niat sholat yang berbeda sesuai dengan waktu sholat tersebut. Berikut rangkuman bacaan niat sholat lima waktu dari subuh, dzuhur, ashar, maghrib hingga isya’.

Niat shalat subuh

USHOLLI FARDHA SHUBHI RAK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA`AN LILLAAHI TA’AALA

Artinya : “ Aku niat salat fardhu shubuh, dua raka’at, menghadap kiblat, tepat waktu, karena Allah ta’ala”

Niat shalat dzuhur

USHOLLI FARDHA DZUHRI ARBA’A RAKA`AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA`AN LILLAAHI TA’AALA

Artinya : “ Aku niat salat fardlu dluhur, empat raka’at, menghadap kiblat, tepat waktu, karena Allah ta’ala”

Niat shalat Ashar

USHOLLI FARDHA ‘ASHRI ARBA’A RAKA`AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA`AN LILLAAHI TA’AALA

Artinya : “ Aku niat salat fardlu ashar, empat raka’at, menghadap kiblat, tepat waktu, karena Allah ta’ala

Niat shalat maghrib

USHOLLI FARDHA MAGHRIBI TSALAATSA RAKA`AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA`AN LILLAAHI TA’AALA

Artinya : “ Aku niat salat fardlu maghrib, tiga raka’at, menghadap kiblat, tepat waktu, karena Allah ta’ala”

Niat shalat Isya

USHOLLI FARDHA ‘ISYAA`I ARBA’A RAKA`AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA`AN LILLAAHI TA’AALA

Artinya : “ Aku niat salat fardhu isya, empat raka’at, menghadap kiblat, tepat waktu, karena Allah ta’ala”

2 dari 10 halaman

2. Bacaan Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram nama lainnya adalah takbiratul ula. Yakni takbir pertama ketika memulai sholat, yang juga diawali dengan niat. Bacaan saat takbiratul ihram atau takbiratul ula adalah takbir, yakni:

ALLAAHU AKBAR

Artinya: Allah Maha Besar

Rasulullah membaca takbir dengan suara keras hingga makmum di belakang beliau mendengarnya. Bagaimana dengan makmum? Beliau juga memerintahkan untuk bertakbir. Apabila imam mengucapkan “ Allaahu akbar” maka ucapkanlah “ Allaahu akbar” (HR. Ahmad dan Baihaqi; shahih)

 

3 dari 10 halaman

3. Bacaan Iftitah

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Setelah takbiratul ihram, disunnahkan membaca doa iftitah yang berisi pujian, pemuliaan dan sanjungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah bersabda, “ sholat seseorang tidak sempurna hingga ia bertakbir, memuji Allah dan menyanjungNya, kemudian membaca Al Quran yang mudah baginya.” (HR. Abu Dawud dan Hakim; shahih) Berikut ini sebagian bacaan iftitah yang Rasulullah ajarkan.

Bacaan Iftitah 1

ALLOOHUMMA BAA’ID BAINII WA BAINA KHOTHOOYAAYA KAMAA BAA’ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI. ALLOOHUMMA NAQQINII MINAL KHOTHOOYAA KAMAA YUNAQQOTS TSAUBUL ABYADLU MINAD DANAS. ALLOOHUMMAGHSIL KHOTHOOYAAYA BIL MAA’I WATS TSALJI WAL BAROD

Artinya: Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana engkaujauh kan antara timur dan barat. Duhai Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bacaan Iftitah 2

ALLOOHU AKBAR KABIIROW WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIROO WASUBHAANALLOOHI BUKROTAW WA-ASHIILAA

Artinya: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang. (HR. Muslim)

Bacaan Iftitah 3

INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHOROS SAMAAWAATI WAL ARDLO HANIIFAA WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN. INNA SHOLAATII WA NUSUKII WAMAHYAA WA MAMAATII LILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN. LAA SYARIIKALAHU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA AWWALUL MUSLIMIIN

Artinya: Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri. (HR. Ibnu Majah)

Bacaan Iftitah 4

Ada juga bacaan iftitah pendek namun keutamaannya membuat malaikat berebut mencatat. Bacaan doanya sebagai berikut:

ALHAMDULI LILLAAHI HAMDAN KATSIIRAAN THOYYIBAN MUBAAROKAN FIIH

Artinya: Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik dan penuh berkah (HR. Muslim)

4 dari 10 halaman

4. Bacaan Sholat ketika Ruku’

Untuk sholat fardhu, setiap rakaat wajib membaca surat Al Fatihah namun yang disunnahkan membaca surat lainnya setelah Al Fatihah hanya pada rakaat pertama dan rakaat kedua. Adapun pada rakaat ketiga dan keempat, cukup membaca surat Al Fatihah, setelah itu ruku’ seraya membaca takbir: Allaahu akbar. Ada beberapa bacaan ruku’ yang diajarkan Rasulullah. Bisa dipilih salah satu.

Bacaan ruku’ 1

Bacaan ruku’ ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Thabrani. Berikut ini lafazh dan artinya:

SUBHAANA ROBBIYAL ‘ADHIIMI 3X

Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung

Baca tasbih ini 3 kali. Dalam sholat tahajud Rasulullah ruku’ sangat panjang sehingga bacaan tasbih ini bisa dibaca lebih dari tiga kali.

Bacaan ruku’ 2

Bacaan ruku’ ini berdasarkan riwayat Abu Dawud, Ahmad, Baihaqi, Thabrani, Daruquthi. Bedanya dengan bacaan di atas, dalam bacaan ini ada tambahan wabihamdih. Berikut ini lafazh dan artinya:

SUBHAANA ROBBIYAL ‘ADHIIMI WABIHAMDIH 3X

Artinya: Maha Suci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagiNya

Tasbih bacaan ruku’ 3

Selanjutnya, doa ruku’ ini terdapat dalam hadits shahih Imam Bukhari dan Imam Muslim. Rasulullah banyak membaca doa ini dalam ruku’ dan sujud beliau, dalam rangka mengerjakan perintah Allah di Surat An Nashr ayat 3.

SUBHAANAKA ALLOOHUMMA ROBBANAA WA BIHAMDIKA ALLOOHUMMAGHFIRLII

Artinya: Maha Suci Engkau, ya Allah Tuhan kami dan segala puji bagiMu. Ya Allah ampunilah aku.

Bacaan ruku’ 4

Bacaan ruku’ keempat ini bersumber dari hadits shahih riwayat Imam Muslim. Berikut ini lafazh dan artinya:

SUBBUUHUN QUDDUUSUN ROBBUL MALAA-IKATI WAR RUUH

Artinya: Maha Suci Engkau dan Mahakudus Tuhan para malaikat dan ruh

Bacaan ruku’ 5

Bacaan ruku’ kelima ini ada dalam Shahih Muslim. Juga riwayat Abu Dawud, An Nasa’i, Tirmidzi, Ahmad. Berikut ini lafazh dan artinya:

ALLOOHUMMA LAKA ROKA’TU WABIKA AAMANTU WA LAKA ASLAMTU KHOSYA’A LAKA SAM’II WA BASHORII WA MUKHKHII WA ‘ADHMII WA ‘ASHOBII

Artinya: Ya Allah, hanya kepadaMu aku ruku’, hanya kepadaMu aku beriman dan hanya kepadaMu aku berserah diri. Hanya kepadaMulah pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, dan syarafku tunduk.

Bacaan ruku’ 6

Bacaan ruku’ keenam ini ada dalam riwayat An Nasa’i, Tirmidzi dan Ahmad. Berikut ini lafazh dan artinya:

ALLOOHUMMA LAKA ROKA’TU WABIKA AAMANTU WA LAKA ASLAMTU KHOSYA’A LAKA SAM’II WA BASHORII WA MUKHKHII WA ‘ADHMII WA ‘ASHOBII LILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN

Artinya: Ya Allah, hanya kepadaMu aku ruku’, hanya kepadaMu aku beriman dan hanya kepadaMu aku berserah diri. Pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, dan syarafku tunduk kepada Allah, Tuhan semesta alam.

Bacaan ruku’ 7

Rasulullah biasa membaca bacaan ruku’ ini ketika sholat malam. Bacaan sholat ketika ruku’ ini bersumber dari hadits riwayat Abu Dawud dan An Nasa’i. Berikut ini lafazh dan artinya:

SUBHAANA DZIL JABARUUTI WAL MALAKUUTI WAL KIBRIYAA-I WAL ‘ADHIIMAH

Artinya: Maha Suci Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebesaran dan keagungan

5 dari 10 halaman

5. Bacaan I’tidal

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Ketika mengangkat punggungnya dari ruku’, Rasulullah tidak membaca takbir namun membaca:

SAMI’ALLOOHU LIMAN HAMIDAH

Artinya: Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah tegak berdiri, kemudian beliau melanjutkan dengan membaca:

ROBBANAA WALAKAL HAMDU

Artinya: Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika menjadi makmum, cukup membaca yang terakhir ini tanpa mengulangi “ sami’allahu liman hamidah”. Sebagaimana sabda Rasulullah, “ Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti… jika imam mengucapkan sami’allaahu liman hamidah, maka ucapkanlah Robbanaa walakal hamdu…” (HR. Muslim)

Selain bacaan di atas (Robbanaa walakal hamdu), ada pula beberapa baca’an i’tidal yang diajarkan Rasulullah, antara lain:

Bacaan I’tidal 2

Bacaan ini bersumber dari hadits shahih riwayat Imam Muslim:

ROBBANAA LAKAL HAMDU MIL’AS SAMAAWAATI WAL ARDLI WA MIL-A MAA SYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU

Artinya: Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu

Bacaan I’tidal 3

Bacaan sholat ketika i’tidal ini lebih panjang dari sebelumnya. Juga merupakan riwayat Imam Muslim:

ALLOHUMMA ROBBANAA LAKAL HAMDU MIL’AS SAMAAWAATI WAL ARDLI WA MIL-A MAA SYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU, AHLATS TSANAA’I WAL MAJDI LAA MAANI’A LIMAA A’THOITA WA LAA MU’THIYA LIMAA MANA’TA WA LAA YANFA’U DZAL JADDI MINKAL JADD

Artinya: Wahai Allah Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Engkau yang layak menerima sanjungan dan kemuliaan. Engkaulah yang berhak atas apa yang diucapkan oleh hambaMu. Kamis semua adalah hambaMu. Tiada yang bisa menghalangi apa saja yang Engkau berikan dan tiada yang bisa memberikan apa yang Engkau tahan. Kemuliaan seseorang tidaklah menghalangi tindakanMu.

Bacaan I’tidal 4

Bacaan i’tidal ini diriwayatkan oleh An Nasa’i dan Abu Dawud. Sesekali Rasulullah membacanya dalam sholat malam:

LIROBBIYAL HAMDU, LIROBBIYAL HAMDU

Artinya: Segala puji hanyalah bagi Tuhanku, Segala puji hanyalah bagi Tuhanku

Bacaan I’tidal 5

Bacaan i’tidal ini bersumber dari hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim:

ROBBANAA WALAKAL HAMDU HAMDAN KATSIIRON THOYYIBAN MUBAAROKAN FIIH

Artinya: Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagimu, aku memujiMu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah

Awalnya bacaan sholat ini dibaca oleh salah seorang sahabat saat i’tidal. Selesai shalat, Rasulullah mensabdakan bahwa bacaan ini mengundang 30 malaikat untuk berebut mencatat.

6 dari 10 halaman

6. Bacaan Sholat Ketika Sujud

Turun sujud dari i’tidal, Rasulullah membaca takbir (Allahu akbar). Lalu membaca salah satu dari bacaan sujud berikut ini:

Bacaan sujud 1

Bacaan sujud ini bersumber dari hadits riwayat Imam Muslim. Juga Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Thabrani. Berikut ini lafazh dan artinya:

SUBHAANA ROBBIYAL ‘A’LA 3x

Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi

Bacaan sujud 2

Bacaan sujud bersumber dari riwayat Abu Dawud, Ahmad, Baihaqi, Thabrani, Daruquthi. Bedanya dengan bacaan di atas, dalam bacaan ini ada tambahan wabihamdih. Berikut ini lafazh dan artinya:

Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih 3x

Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagiNya

Bacaan sujud 3

Doa sujud ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Rasulullah banyak membaca doa ini dalam ruku’ dan sujud beliau, dalam rangka mengerjakan perintah Allah di Surat An Nashr ayat 3.

SUBHAANAKA ALLOOHUMMA ROBBANAA WA BIHAMDIKA ALLOOHUMMAGHFIRLII

Artinya: Mahasuci Engkau, ya Allah Tuhan kami dan segala puji bagiMu. Ya Allah ampunilah aku.

Bacaan sujud 4

Bacaan sujud keempat ini bersumber dari Shahih Muslim. Berikut ini lafazh dan artinya:

SUBBUUHUN QUDDUUSUN ROBBUL MALAA-IKATI WAR RUUH

Artinya: Mahasuci Engkau dan Mahakudus Tuhan para malaikat dan ruh

Bacaan sujud 5

Bacaan sujud kelima ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, An Nasa’i, Tirmidzi, Ahmad. Berikut ini lafazh dan artinya:

ALLOOHUMMA LAKA SAJADTU WABIKA AAMANTU WA LAKA ASLAMTU KHOSYA’A LAKA SAM’II WA BASHORII WA MUKHKHII WA ‘ADHMII WA ‘ASHOBII

Artinya: Ya Allah, hanya kepadaMu aku sujud, hanya kepadaMu aku beriman dan hanya kepadaMu aku berserah diri. Hanya kepadaMulah pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, dan syarafku tunduk.

7 dari 10 halaman

7. Bacaan Duduk di antara Dua Sujud

Dari sujud kemudian duduk, Rasulullah juga membaca takbir. Adapun sewaktu duduk ini, bacaannya adalah sebagai berikut:

ALLOHUMMAGHFIRLII WARHAMNII A’AAFINII WAHDINII WARZUQNII

Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, lindungilah aku, berilah aku petunjuk dan berilah aku rezeki (Abu Dawud)

ALLOHUMMAGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WAHDINII WARZUQNII

Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, penuhilahkebutuhanku, berilah aku petunjuk dan berilah aku rezeki (Abu Dawud)

ROBBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARZUQNII WARFA’NII

Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, penuhilahkebutuhanku, berilah aku petunjuk dan tingikanlah aku (Abu Dawud)

 

8 dari 10 halaman

8. Bacaan Tasyahud Awal

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Setiap beralih dari satu gerakan sholat ke gerakan sholat yang lain, Rasulullah mengucapkan takbir, kecuali saat berdiri dari ruku’ sebagaimana dijelaskan di atas. Adapun sewaktu duduk tasyahud, bacaannya adalah sebagai berikut:

ATTAHIYYAATUL MUBAAROKAATUSH SHOLAWAATUTH THOYYIBAATU LILLAAH. ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA ROHMATULLOOHI WA BAROKAATUH. ASSALAAAMU’ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBAADILLAAHISH SHOOLIHIIN. ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLOOH

Artinya: Segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahNya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah (HR. Muslim)

Dalam riwayat An Nasa’i, kalimat terakhirnya: Muhammadan ‘abduhu warosuuluh.

ATTAHIYYATU LILLAAH WASH SHOLAWAATU WATH THOYYIBAAT. ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA ROHMATULLOOHI WA BAROKAATUH. ASSALAAAMU’ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBAADILLAAHISH SHOOLIHIIN. ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WAROSUULUH

Artinya: Segala penghormatan, shalawat dan kebaikan-kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahNya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

9 dari 10 halaman

9. Bacaan Tasyahud Akhir

Bacaannya sama dengan tasyahud awal dengan ditambah sholawat nabi.

ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHOLLAITA ‘ALAA IBROOHIM WA ‘ALAA AALI IBROOHIMM INNAKA HAMIIDUM MAJIID. ALLOOHUMMA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA ‘ALAA IBROOHIM WA ‘ALAA AALI IBROOHIMM INNAKA HAMIIDUM MAJIID.

Artinya: Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (HR. Bukhari)

10 dari 10 halaman

10. Bacaan Salam

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Terakhir adalah bacaan salam, yakni usai tasyahud akhir. Ketika menoleh ke kanan, Rasulullah terkadang mengucapkan salam:

ASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLOOH

Artinya: Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepada kalian (HR. Muslim)

Terkadang mengucapkan:

ASSALAAMU’ALAIKUM WAROHMATULLOOHI WABAROOKAATUH

Artinya: Semoga keselamatan rahmat Allah dan berkahNya limpahkan kepada kalian (HR. Abu Dawud)

Sedangkan ketika menoleh ke kiri, beliau terkadang hanya mengucapkan “ Assalamu’alaikum”

 

Beri Komentar