Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: World Of Buzz)
Dream - Sebuah video tentang ayah dan anaknya di Malaysia membuat netizen terharu. Ini karena sang ayah rela bertaruh nyawa dengan berjalan di jembatan gantung yang rusak agar sang anak bisa bersekolah.
Video itu dibagikan oleh Siti Zaharah, yang merupakan istri dari pria tersebut. Seketika video itu menjadi viral di media sosial dan dibagikan lebih dari 37 ribu kali.
"Anak saya sangat ingin pergi ke sekolah. Tapi dia (dan ayahnya) harus berani melalui jembatan 'canggih' ini. Sudah setahun (sejak jembatan itu ambruk), tapi belum ada perbaikan sama sekali," tulis Siti.
Jembatan rusak itu berada di Kampung Lembu di Kuala Lipis, Pahang. Kerusakan itu disebabkan tanah longsor pada tanggal 24 Januari 2017.
Bertaruh nyawa....
© Dream
Sejak saat itu, sekitar 300 penduduk setempat harus menggunakan rute alternatif. Tentu, mereka harus menempuh jarak lebih jauh.
Banjir terjadi baru-baru semakin menghancurkan jembatan itu. Alhasil, jembatan tersebut sudah tidak bisa dilalui kendaraan.
Meski demikian, suami Siti memutuskan mengambil risiko besar demi mengantar anaknya ke sekolah. Dalam video berdurasi lebih dari satu menit, suami Siti dan anak laki-laki mereka bertaruh nyawa menyeberang sungai melalui jembatan yang rusak itu.
Anak Siti terlihat gemetar dan terus berpegangan erat pada lengan ayahnya saat berjalan tertatih-tatih di atas jembatan.
© Dream
Video tersebut memicu kemarahan di kalangan warganet Malaysia. Banyak yang mengecam pemerintah karena tidak segera memperbaiki jembatan setelah rusak berbulan-bulan.
"Sudah setahun sejak jembatan itu ambruk. Sekarang kita bisa tahu partai mana yang akan kita pilih dalam pemilihan umum mendatang," kata seorang warganet yang marah.
Di sisi lain, sebagian warganet juga mengkritik tindakan suami Siti yang mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk sampai ke sekolah.
"Pergi ke sekolah bukanlah alasan untuk mempertaruhkan nyawa anak kecil itu. Ayahnya jelas tidak memiliki perasaan mana yang lebih jadi prioritas," komentar warganet lainnya.
© Dream
Suami Siti pun meminta maaf karena memberi contoh buruk dengan mempertaruhkan keselamatan putranya. Tetapi, video yang direkam oleh Siti ini juga mengandung hikmah.
Setelah video ini menjadi viral di media sosial, Dinas Pekerjaan Umum Malaysia (JKR) segera bertindak. Dinas ini menyatakan telah menyiapkan biaya perbaikan sebesar 462.400 ringgit, setara Rp1,6 miliar.
Pekerjaan perbaikan jembatan rusak itu akan dimulai pada tanggal 8 Januari 2018. Dinas tersebut menargetkan perbaikan selesai dalam waktu 10 pekan.
Sumber: worldofbuzz.com
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
