Heboh Paranormal Dipolisikan, Ini Hukumnya Percaya Ramalan Menurut Syariat

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 19 Januari 2021 13:45
Heboh Paranormal Dipolisikan, Ini Hukumnya Percaya Ramalan Menurut Syariat
Ada konsekuensi sangat berbahaya jika sampai percaya pada ramalan.

Dream - Seorang wanita mengaku berprofesi sebagai peramal tengah jadi sorotan. Wanita tersebut terancam dilaporkan ke polisi.

Sebabnya, si wanita itu mengungkapkan hasil penerawangannya ke media. Dia menyebut akan terjadi kelengseran pada jabatan tertinggi suatu negara.

Netizen ramai mengecam pernyataan peramal wanita tersebut. Banyak yang menilai pernyataan wanita itu membuat suasana jadi ricuh mengingat banyaknya musibah yang terjadi.

Belakangan, wanita peramal itu memberikan klarifikasi. Dia menyatakan kelengseran jabatan tidak terjadi dalam waktu dekat namun beberapa tahun lagi.

Bagaimanapun, wanita itu adalah peramal. Kebenaran dalam ucapannya tentu harus disangsikan sehingga tidak boleh dipercaya.

 

1 dari 3 halaman

Bahaya Percaya Ramalan

Dalam Islam, ada konsekuensi sangat berat jika sampai percaya ramalan. Hal ini sangat berkaitan dengan akidah karena bisa menjerumuskan pada kesyirikan.

Cukup banyak dalil dalam syariat Islam yang melarang kita untuk percaya pada peramal. Tidak ada satupun dalil yang memberikan celah terhadap praktik meramal juga perdukunan.

Contohnya, Surat Al An'am ayat 59. Ayat ini menjelaskan hal-hal ghaib semata urusan Allah dan tidak ada yang mengetahui selain Allah.

" Dan pada sisi Allah lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri."

Para ulama bahkan secara tegas menghukumi orang yang datang ke peramal dan percaya pada ramalannya sebagai kafir. Seperti disampaikan Al Munawi.

" Jika meyakini bahwa tukang ramal mengetahui perkara ghaib (dengan sendirinya), maka dia kafir. Jika keyakinannya bahwa jin yang menyampaikan berita padanya dari berita malaikat dan ilham yang diperoleh seperti itu, lantas dibenarkan, ini tidak sampai kafir."

 

2 dari 3 halaman

Daripada Sholat Tidak Diterima, Sebaiknya Jangan

Jika sampai mendatangi peramal dengan keyakinan orang tersebut bisa membantu menyelesaikan masalah, terdapat dua konsekuensi. Pertama, sholat orang yang datang ke peramal itu tidak diterima selama 40 hari, berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim.

" Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka sholatnya selama 40 hari tidak diterima."

Imam Nawawi memberikan penjelasan hadis ini. Penjelasan tersebut dituangkan dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim.

" Adapun maksud tidak diterima sholatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. Namun sholat yang dia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban sholatnya dan dia tidak butuh untuk mengulangi sholatnya."

 

3 dari 3 halaman

Datang Saja Tapi Tidak Percaya, Tetap Haram

Sedangkan konsekuensi kedua yaitu kufur ashghor. Sebab telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad, berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad.

" Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu dia membenarkannya, maka dia berarti telah kufur pada Alquran yang telah diturunkan pada Muhammad."

Sedangkan apabila mendatangi peramal namun tidak membenarkan ramalannya, hal ini dihukumi haram. Tujuannya agar tidak terjerumus pada keharaman yang lebih parah (saddudz dzaroi').

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim dari Muawiyah bin Al Hakam As Sulamiy.

" Di antara kami ada yang mendatangi para tukang ramal. Rasulullah SAW bersabda, 'Jangan datang ke tukang ramal tersebut'."

Dari ulasan ini, kita ketahui bagaimana bahayanya mendatangi peramal. Apalagi jika sampai percaya pada ucapan para peramal.

Sumber: Rumaysho.

Beri Komentar