Istri Cekoki Suami Obat Tidur Saat Malam Pertama, Ternyata...

Reporter : Eko Huda S
Minggu, 4 Desember 2016 17:40
Istri Cekoki Suami Obat Tidur Saat Malam Pertama, Ternyata...
Pengantin pria ini mengalami nasib tragis. Bayangan indah itu sudah berada di depan mata. Tapi buyar.

Dream - Nasib tragis dialami oleh pengantin pria asal Ghaziabad, Uttar Pradesh, India. Pria yang tak disebutkan namanya ini harus menerima kenyataan pahit ditipu oleh wanita yang baru saja dia nikahi.

Menurut laman India Times, sebagaimana dikutip Dream, Minggu 4 Desember 2016, setelah resepsi pernikahan itu, sebagaimana kebanyakan pengantin baru, mempelai lelaki ini sudah bersiap untuk melakoni malam pertama. Bayangan indah itu sudah berada di depan mata.

Namun apesnya, setelah menggelar resepsi pernikahan, sang pria dicekoki pil tidur oleh istrinya. Obat itu dicampurkan ke dalam air minum yang disajikan oleh sang istri.

Hasilnya sudah bisa ditebak. Dia teler di atas kasur tanpa aksi apa-apa. Dan parahnya, ternyata wanita yang baru saja dia nikahi itu adalah penipu.

 

1 dari 3 halaman

Uang Dibawa Kabur, Sang Lelaki Linglung

Perempuan itu ternyata kabur dengan membawa uang Rp 15 juta dan perhiasan emas seberat 175 gram. Tak jelas mengapa wanita ini berkhianat. Yang jelas, pria ini benar-benar apes, sudah tak melakoni malam pertama, hartanya dikuras pula.

Lelaki itu teler di atas kasur hingga pagi. Dia tak bisa bangun. Untuk menyadarkannya, bahkan pihak keluarga harus menyiramkan air ke tubuhnya keesokan paginya.

2 dari 3 halaman

Pengantin yang Tak Perawan

Dream - Nasib tragis dialami remaja wanita asal Pakistan, Khanzadi Lashari. Perempuan 19 tahun ini tewas dibunuh oleh sang suami, saat malam pertama pernikahan mereka.

Suami yang baru menikahi Lashari itu adalah Qalandar Baksh Khokhar, pemuda 28 tahun yang masih sepupunya. Khokhar mengaku kecewa kepada Lashari, karena istrinya itu sudah tak perawan lagi saat dia nikahi.

Jasad Khanzadi ditemukan polisi di rumahnya di Distrik Jacobabad, Provinsi Sindh. Polisi yang mendapat laporan dari keluarga, yang panik karena Khanzadi tak juga muncul, melakukan pencarian.

Dan di rumah itu, jasad wanita malang itu ditemukan terlentang, dalam kondisi masih mengenakan baju pengantin. Pada 30 Maret 2016 itu, polisi menemukan luka jeratan pada bagian leher Khanzadi.

Polisi kemudian menangkap Qalandar yang melarikan diri. Saat diinterogasi, pemuda 28 tahun itu mengaku telah membunuh. Pembunuhan itu dilakukan demi “ kehormatan”, karena saat menikah Khanzadi sudah tidak perawan.

“ Pernikahan itu berjalan lancar dan semua orang termasuk pasangan menikmati upacara tersebut. Ini berlangsung dengan kesepakatan bersama dan kami tidak melihat hal negatif dari Qalandar Baksh,” sesal saudara lelaki Khanzadi.

Ibarat nasi sudah jadi bubur, pembunuhan sudah terjadi. Khanzadi sudah meninggal. Sementara Qalandar yang ditembak kakinya oleh polisi harus bertanggung jawab atas pembunuhan ini. (Sumber: The Express

3 dari 3 halaman

Kisah Pilu Setengah Jam Jadi Suami, Ceraikan Istri Usai Akad

Dream - Menjadi fotografer pernikahan bukan berarti selalu menyaksikan momen bahagia para mempelai dan keluarga. Tapi, ada kalanya juru foto itu menyaksikan. Bahkan, mengabadikan momen-momen sedih yang seharusnya menjadi hari bahagia itu.

Simak saja pengalaman fotografer pernikahan asal Malaysia ini. Juru foto itu mengunggah kisah perkawinan yang menyedihkan melalui akun Facebook Boii Amani Hashim. Kisah suami yang menceraikan istrinya, setengah jam setelah akad nikah.

Dalam pernikahan itu, sang pengantin pria telah sepakat memberi mas kawin senilai RM 22.222,22 atau sekitar Rp 75 juta. Agak mahal memang. Tapi sang lelaki sudah setuju.

Akad nikah pun dilakukan. Dalam sekali lafal, pernikahan itu menjadi sah. Dan di pesta itu bingkisan mas kawin sudah berpindah tangan, dari keluarga pengantin pria ke keluarga pengantin perempuan.

Namun beberapa saat kemudian terdengar keributan dari keluarga pengantin perempuan. “ Duit hantaran kurang seribu,” kata keluarga perempuan mempermasalahkan mas kawin dari pengantin lelaki.

Mendengar keributan itu, pengantin permepuan pun bangkit dari duduknya. Dengan nada suara tinggi, dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya, mengapa kurang seribu. Dan pekikan itu disahut keluarganya yang turut mempertanyakan kekurangan mas kawin.

“ Sudah tahu tak punya cukup uang, tetapi kenapa sangat gatal ingin menikah,” tanya keluarga pengantin perempuan.

Mendengar cercaan itu, sang pengantin lelaki bereaksi. Meski matanya berkaca-kaca, dia tetap berusaha tersenyum. Lantas dia mengambil mikrofon dan berkata, “ Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini.”

“ Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” kata pengantin lelaki itu sambil mengambil gepokan uang dari tas.

“ Tak apa-apa lah,” kata dia, “ semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Kisah ini diunggah, karena di negeri jiran itu tengah hangat masalah perkawinan yang batal karena kurangnya mas kawin dari pengantin laki-laki. Beberapa waktu lalu, pernikahan yang dilangsungkan di masjid itu berubah menjadi kericuhan.

Beri Komentar