Istri Kru Sriwijaya Air Unggah Chat Terakhir dengan Suaminya, Bikin Sedih

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 10 Januari 2021 13:17
Istri Kru Sriwijaya Air Unggah Chat Terakhir dengan Suaminya, Bikin Sedih
Ia menyatakan kerinduannya pada suami tercinta.

Dream - Ocky Bisma, merupakan salah satu kru Sriwijaya AI SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Sang istri, Aldha Refa melalui akun Instagramnya @aldharefa mengunggah chat terakhir dirinya dengan sang suami di WhatsApp.

Pada unggahan Instastory-nya, @aldharefa mengungkap kalau ia berharap suaminya, Ocky, bisa bertahan. Aldha pun mengunggah foto mesranya bersama sang suami.

Aldha dan Ocky© Instagram @aldharefa

Chat terakhirnya dengan Ocky juga diunggahnya. Awalnya sang suami meminta Alda untuk menunggunya pulang dan mengabarkan kalau dirinya telah take off. Setelah itu tak ada balasan sama sekali.

Chat Alda Refa© Instagram @aldharefa

Aldha berharap kalau ada balasan dari Ocky. Ia sangat rindu suaminya.

Aldha dan Ocky© Instagram @aldharefa

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

1 dari 6 halaman

Sebelum Terbang, Keluarga Ungkap Kapten Afwan Tergesa dan Minta Maaf

Dream - Duka tampak menyelimuti keluarga kaptern Afwan, salah satu kru yang dalam pesawat Sriwijaya AI SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Pesawat yang berada di bawah kendali sang kapten hilang kontak sejak Sabtu 10 Januari 2021 kemarin.

Keluarga menceritakan aktivitas Kapten Afwan sebelum terbang kemarin. Kapten Afwan tampak berangkat tergesa-gesa hingga seragam tugasnya tak sempat disetrika.

Sebelum Terbang, Keluarga Ungkap Kapten Afwan Tergesa dan Minta Maaf© MEN

" Semalam istrinya cerita bahwa ini adalah kali pertama dalam 15 tahun, suaminya pergi tergesa-gesa dan tanpa disetrika bajunya," kata keponakan Kapten Afwan, Muhammad Akbar saat dihubungi dari Jakarta.

Sambil tergesa, Kapten Afwan sempat mengucapkan permintaan maaf pada istrinya. Setelah sampai di bandara, Kapten Afwan juga melakukan video call kepada anaknya.

" Ini hal yang tak lazim dilakukan oleh beliau. Biasanya setiap kali 'landing', Kapten Afwan selalu telpon istrinya tapi sampai waktu 'landing' ternyata tidak ada kabarnya hingga sekarang," ungkap Akbar.

 

2 dari 6 halaman

Keluarga berharap ada mukjizat dan mendapatkan kabar baik atas keberadaan Kapten Afwan. " Kami berharap ada kabar baik. Kami keluarga masih berharap adanya kabar baik," kata keponakan Afwan, Ferza Mahardika.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Sumber: Merdeka.com

3 dari 6 halaman

KNKT: Lokasi Titik Jatuh Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Ditemukan

Dream - komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan telah menemukan titik pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januar 2021. KNKT akan melakukan survei di titik tersebut pada esok hari.

" Titiknya sudah ditemukan. Teman-teman sudah di titik tempat jatuhnya di sana. Basarnas sudah di sana," kata Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Suryanto Cahyono dalam keterangan pers, Sabtu, 9 Januari 2021.

Suryanto mengatakan, besok KNKT akan melakukan survei kondisi perairan seperti kedalaman. Termasuk alat diturunkan untuk mencari pesawat.

" Besok kita baru mau survei, atau kondisi tempat kejadiannya seperti apa. Area sebarannya. Baru diturunkan peralatan yg cocok dilakukan underwater recovery," ujar dia.

Suryanto menjelaskan untuk melakukan pengecekan lokasi diduga Sriwijaya Air itu jatuh akan berkoordinasi dengan BMKG. KNKT juga akan mewawancarai nelayan yang melihat ketika pesawat jatuh.

" Kalau cuaca kami koordinasi dengan BMKG, data satelit, observer, data weather-nya semua kita kumpulkan bersama BMKG mengevaluasi cuaca yang terjadi saat itu, tandasnya.

4 dari 6 halaman

Jatuh Jatuh Antara Pulau Laki dan Pulau Lancang

Pesawat ini take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.40 WIB. Dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 15.50 WIB, hilang kontak di atas pulau Lancang Kepulauan Seribu.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto memastikan, pesawat Sriwijaya Air jatuh.

" Iya benar (jatuh)," singkat Novie Riyanto kepada Merdeka.com, Sabtu 9 Januari 2021.

Novie Riyanto belum menjelaskan lebih detail perkembangan dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya.

5 dari 6 halaman

Jatuh di Kepulauan Seribu

Sementara itu, Deputi Operasi dan kesiapsiagaan Basarnas Mayjend Bambang Suryo aji menuturkan pihaknya telah melakukan peninjauan lokasi terakhir Pesawat Sriwijaya Air terakhir hilang kontak, Sabtu 9 Januari 2021. Pesawat tersebut diduga jatuh di sekitar Kepulauan Seribu yaitu antara Pulau Laki dan Pulang Lancang.

" Jadi posisi pesawat setelah lost contact itu berada di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang ya, kurang lebih jaraknya sekitar 1,5-2 mil, kalau dari Tanjung Kait, sekitar kurang lebih 3 mil ya," kata Suryo saat konferensi pers, Sabtu 9 Januari 2021.

Suryo menjelaskan dari temuan di lapangan ditemukan beberapa serpihan-serpihan yang mencurigakan. Walaupun demikian pihaknya masih belum bisa memastikan apakah milik pesawat tersebut.

" Kita masih belum bisa memastikan itu adalah bagian; dari pesawat Sriwijaya. Barang-barang tersebut sudah ada di kapal kita dan rencananya akan kita tarik," beber Suryo.

6 dari 6 halaman

Jatuh di Pulau Lancing dan Pulau Laki

Dia menuturkan terlihat dari peta maksimal ke dalaman sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki itu 20-23 meter. Walaupun demikian, Suryo belum mengetahui pasti titik letak jatuhnya pesawat tersebut.

" Kita belum tahu pasti di mana posisinya. Dan peralatan-peralatan yang ditemukan potensi dari lapangan termasuk tim gabungan kita sekarang menjadikan barang bukti untuk diteliti lebih dalam, apakah itu bagian dari pesawat Sriwijaya apa bukan," beber Suryo. (mut)

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar