Keutamaan Surat Al Maun, Berbuat Baik Terhadap Sesama

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 29 Januari 2021 12:05
Keutamaan Surat Al Maun, Berbuat Baik Terhadap Sesama
Al Maun artinya adalah bantuan penting.

Dream - Surat Al Maun merupakan urutan surat ke-107 di dalam mushaf Al Quran yang terdiri dari tujuh ayat. Surat Al Maun diturunkan setelah surat Al Quraisy dan termasuk golongan surat Makkiyah sebab diturunkan di Kota Mekkah.

Surat Al Maun menerangkan mengenai beberapa sifat watak manusia. Watak tersebut dianggap mendustakan agama, seperti menghardik anak yatim, menelantaran anak yatim, tidak au bersedekah, dan tidak menganjurkan orang lain untuk menyantuni fakir miskin.

Al Maun artinya adalah bantuan penting. Surat Al Maun memiliki makna mendalam untuk direnungkan setiap umat muslim. Surat ini berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari kita tentang pentingnya menjaga sifat kemanusiaan di antara manusia, yakni untuk mengasihi dan memberi sesama.

1 dari 4 halaman

Bacaan Surat Al Maun

Bacaan Arab

Surat Al Maun© Foto: lafalquran.com

Bacaan Latin

Ara aitalladzi yukadzibu biddiin, Fa dzalikallaadzi yadu ‘ul yatiim, Wa laa yahuddu ‘ala ta ‘amil miskiin, Fa wailul lil musallin, Alladzina hum ‘an salatihim saahuun, Alladzina hum yura un, Wa yamna ‘unal maa ‘un.

 

Terjemahan

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang yang sholat. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya, yang berbuat ria, dan enggan (memberikan) bantuan.

2 dari 4 halaman

Sebab Turunnya Surat Al Maun

Ilustrasi© Freepik

 

Berdasarkan dari banyak ahli, surat Al Maun diturunkan bukan tanpa sebab. Hal ini dianggap memiliki keterkaitan dengan kisah dan watak dari Abu Sufyan. Dalam buku Tafsir Nurul Qur’an oleh Allamah Kamal Faqih Imani yang terbit pada tahun 2006 terdapat pernyataan sebagai berikut,

“ Abu Sufyan biasa membunuh dua unta besar setiap hari untuk disantap bersama kaumnya. Namun, pada suatu hari ada seorang anak yatim mendatangi pintunya dan meminta pertolongan. Alih-alih mendapat pertolongan, Abu Sufyan malah memukul anak yatim itu dengan tongkat dan mengusirnya”.

Abu Sufyan dinilai merupakan sosok yang baik apabila di hadapan banyak orang atau kaumnya. Namun, rupanya hal tersebut bertolak belakang saat dirinya tidak sedang dikelilingi oleh banyak orang.

Kisah itulah yang kemudian menjadi penyebab Allah menurunkan Surat Al Maun. Hal tersebut secara langsung diperingatkan oleh Allah pada ayat ke-4 hingga ke-7, di mana menerangkan tentang ciri-ciri orang munafik yang akan mendapatkan balasannya kelak di kemudian hari.

3 dari 4 halaman

Keutamaan Surat Al Maun

Ilustrasi© Freepik

 

Surat Al Maun tidak hanya sebagai sebuah peringatan bagi umat muslim untuk bersikap baik kepada anak yatim. Namun juga memberi penegasan mengenai gambaran beberapa hal seperti orang-orang yang tidak mau membayar zakat, tidak mau membantu fakir miskin, serta orang-orang yang memiliki jumlah harta melimpah akan tetapi sama sekali tidak memiliki kepedulian dengan lingkungan sekitar.

Hadis riwayat Thabrani dikatakan, Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan penting yang berbunyi:

“ Tidaklah beriman kepadaku seseorang yang bermalam dalam keadaan kenyang, padahal tetagganya yang di sampingnya dalam keadaan lapar sedangkan ia mengetahuinya.”

Ada banyak keutamaan surat Al Maun di antaranya adalah sebagai berikut:

Spirit memberi makan kepada orang miskin dan anak yatim

Rasulullah SAW bersabda: “ Dari sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa salam besabda: Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini, kemudian Rasul mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya, serta agak merenggangkan keduanya.” (HR. Bukhari).

Sholat tepat waktu

Keutamaan surat Al Maun selanjutnya bermakna anjuran menjalankan sholat pada waktunya. Allah berfirman dalam surat An Nisa ayat 103: “ Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

 

 

4 dari 4 halaman

Ilustrasi© Shutterstock

Senantiasa berbuat kebaikan

Surat Al Maun juga mengandung semangat untuk menjalankan kebaikan kepada sesama.

Diriwayatkan oleh Bukhari di dalam kitab sahihnya dari Ibnu Amr bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:

“ Ada 40 kebiasaan baik, yang tertinggi adalah memberi seekor kambing. Tidaklah seseorang beramal dari perbuatan-perbuatan kebaikan tersebut dengan harapan dia mengharap pahala darinya dan membenarkan apa yang dijanjikan padanya, melainkan Allah meamsukkannya dengan amalnya ke dalam surga.”

Hassan berkata, “ Maka kami menghitung kebiasaan baik itu setelah pemberian kambing mulai dari menjawab salam, menjawab orang bersin, menyingkirkan halangan dari jalan dan yang semisalnya namun kami tidak sanggup untuk sampai pada lima belas kebiasaan baik tersebut.” (HR. Bukhari).

Ikhlas beramal

Keutamaan surat Al Maun selanjutnya adalah adanya niat ikhlas dalam beramal dan tidak riya’ dan sum’ah yaitu sifat senang dan gemar memperdengarkan amal perbuatan baik yang dilakukan kepada orang lain dengan harapan agar orang lain memujinya.

Allah berfirman: “ Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesugguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terimakasih.” (QS. Al Insan ayat 8-9).

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar