Kisah Juara Matematika Dunia, Harumkan Bangsa Tanpa Pemerintah

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 24 Oktober 2014 12:02
Kisah Juara Matematika Dunia, Harumkan Bangsa Tanpa Pemerintah
"Kalau pemerintah mau membantu syukur, jika tidak ya tidak apa-apa dan nanti masyarakat yang menilai," kata Presiden Direktur KPM Se-Ikhlasnya, Ridwan Hasan Saputra.

Dream - Matahari baru setinggi galah di cakrawala timur. Ketika orang-orang itu riuh di Bandara Soekarno-Hatta. Mata mereka tak pernah bergeser dari pintu keluar bandara di Terminal II D itu.

Mereka adalah para orangtua dari 16 siswa yang baru saja ikut kompetisi matematika Wizards At Mathematics International Competition (WIZMIC) 2014 di India. Raut mereka semakin berseri saat yang ditunggu-tunggu telah muncul dari balik pintu kedatangan itu.

Pertemuan anak dan orangtua itu penuh gembira. Sebab, para remaja itu baru saja mengharumkan nama bangsa pada ajang internasional yang digelar di India pada 18 sampai 21 Oktober itu. Sebab, kontingen yang dikirim oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor itu mampu menyabet 8 medali emas, 5 perak, dan 3 perunggu.

Peraih medali emas adalah Dick Jessen William (SMP Santa Maria Pekanbaru), Ignatius Kent Hastu Parahita (SMPN 26 Surabaya), Alfian Edgar Tjandra ( SMP Springfield Depok), Irfan Urane Aziz (SMPN 2 Depok), Fauzan Rafif Widyanto (SMPN 211 Jakarta), Pikatan Arya Bramajati ( SDN 2 Sokanegara Purwokerto), Muhammad Surya Siddiq (SMPIP Daarul Jannah Kabupaten Bogor), dan Rio Alexander Audino (SMPN 1 Singaraja Bali).

Peraih medali perak adalah Novianita Isnaynizahra (SMPIT Ummul Quro Bogor), Muhammad Hanif Afisena Nasution (SMPI Al Azhar 8 Kemang Pratama Bekasi), Mohammad Faraz Abisha Mirza (SMPI Al Azhar 8 Kemang Pratama Bekasi), Vania Rizky Juliana Wachid (SMPN 1 Surabaya), dan Azzahid A. Fairuzhaq Poeloengan (SMPN 1 Kota Bogor).

Sementara peraih medali perunggu adalah Armand Khalif Susetyo (SMP Labschool Kebayoran Jakarta), Hanan Fahmi (SMPI Al Azhar 12 Jakarta), dan Adinda Putri Salsabila (SMPN 1 Surabaya). Untuk kategori Team Award Indonesia meraih penghargaan 1 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Perayaan kecil-kecilan pun dibuat di bandara yang terletak di Tangerang, Banten itu. Anak-anak yang telah mengharumkan nama bangsa itu pun mendapat kalungan bunga. Acara potong tumpeng kecil dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur mereka. Acara itu diakhiri dengan doa dan berfoto bersama.

Namun, tak terlihat satu pun aparat pemerintah di tengah kegahagiaan itu. Karena memang anak-anak itu dikirim oleh KPM tanpa bantuan pemerintah. Baik pusat maupun daerah. Meski demikian, kontingen yang dibagi dalam 4 tim itu sukses besar. Bisa bersaing di papan atas melawan kontingen negara lain.

“ Kalau pemerintah mau membantu syukur, jika tidak ya tidak apa-apa dan nanti masyarakat yang menilai,” kata Presiden Direktur KPM Se-Ikhlasnya, Raden Ridwan Hasan Saputra, dikutip Dream dari Bogor+. Bagi Ridwan, mengharumkan nama bangsa tanpa merepotkan pemerintah itu lebih baik. Baca selengkapnya di sini.

Beri Komentar