Kisah Penyiar Radio Tanpa Mata dan Hidung

Reporter : Ayik
Sabtu, 1 November 2014 11:01
Kisah Penyiar Radio Tanpa Mata dan Hidung
Keterbatasan fisik itu tak membuat gadis asal New York, Amerika Serikat ini mengubur dalam-dalam impiannya sebagai penyiar radio.

Dream - Sejak lahir Cassidy Hooper tidak memiliki mata dan hidung, ia mengalami cacat sejak lahir. Keterbatasan fisik itu tak membuat gadis asal New York, Amerika Serikat ini mengubur dalam-dalam impiannya sebagai penyiar radio. Tapi ia berhasil membuktikan pada orang banyak bahwa mampu mewujudkan cita-citanya.

 Kisah Penyiar Radio Tanpa Mata dan Hidung

Saat berusia 11 tahun, mahasiswi lulusan jurusan ilmu jurnalistik ini telah melakukan operasi pencangkokkan kulit untuk merekonruksi wajahnya di Levine Children's Hospital di Charlotte. Dokter meregangkan kulit di atas tulang pipi dan melakukan cangkok tulang rawan pada bagian tubuh lainnya.

Operasi itu berjalan dengan lancar. Kini Cassidy dapat mencium bau dari hidungnya sendiri. Ia bebas bernapas menghirup segarnya udara. Meski terlahir cacat, jantung dan otak Cassidy terbilang baik dan normal.

Dr David Matthews selaku dokter yang menangani mengatakan, kondisi Cassidy harus dilakukan operasi mata prostetik. Bagian hidungnya juga harus dibentuk bagian lunak dan selaput lendir agar hidung dapat kembali berfungsi sebagai indra penciuman.

Cassidy terus semangat menjalani kehidupan yang serba kekurangan itu. Namun di balik itu semua ia telah mencapai sebuah impian, yang orang lain mungkin tak akan menyangka Cassidy sanggup meraihnya.

Penasaran dengan kisah Cassidy? Yuk simak kisah selengkapnya Baca di sini (Ism)

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res

Ayo berbagi traffic di sini!

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya