Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: YouTube / Siakapkeli.my)
Dream - Baru-baru ini viral di media sosial, video hantu pocong jadi-jadian yang dihukum melompat-lompat di sebuah pos polisi di Malaysia.
Video yang diunggah oleh pengguna Facebook bernama Mohd Norkhezan itu langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.
Menurut informasi, seorang lelaki yang menyamar jadi hantu pocong dan seorang temannya ditangkap polisi yang sedang melakukan patroli.
Mereka berdua ditangkap setelah kepergok sedang menakut-nakuti para pengguna jalan raya di Bukit Pinang, Kota Setar, Kedah.
Setelah penyamaran mereka terbongkar, orang-orang yang menyamar sebagai hantu pocong tersebut dipaksa melompat tanpa henti karena tindakannya yang tidak bertanggung jawab.
" Lompat sampai mampus! Orang kok keterlaluan. Ayo lompat! Lompat!" teriak dua orang yang diyakini sebagai anggota polisi patroli yang menangkapnya.
Video tersebut menjadi viral setelah beberapa halaman Facebook mengunggahnya. Warganet yang melihat video tersebut menganggap perbuatan kedua orang itu menyedihkan.
" Hal seperti itu seharusnya tidak terjadi karena bisa berbahaya bagi pengguna jalan yang lemah jantung," komentar seorang warganet.
(Sumber: SiakapKeli.my)
© Dream
© Dream
Dream - Polisi punya beragam cara untuk mengingatkan para pengendara agar tertib di jalan. Salah satunya dengan mengenakan atribut pocong.
Itulah yang dilakukan oleh polisi di kawasan Mempawah, Kalimantan Barat. Di bawah komando Kapolres Mempawah, AKBP Sujimantoro, sejumlah polisi dibalut kain putih. Berdandan mirip pocong.
Polisi-polisi yang berdandan pocong itu berada di jalanan. Mereka berkalung sebuah papan bertuliskan: “ Saya korban kecelakaan”. Cara unik ini dinilai efektif untuk mengingatkan para pengendara agar tertib berlalulintas.
“ Ini untuk mengingatkan masyarakat, banyak korban kecelakaan meninggal sia-sia di jalan,” kata Kapolda Kalbar, Brigjen Arief Sulistyanto, sebagaimana dikutip Dream dari fanspage Facebook Divisi Humas Polri, Kamis 6 Agustus 2015.
Arief juga mengingatkan agar para pengendara selalu berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalulintas demi keselamatan. Selain itu, juga membawa kelengkapan surat-surat, seperti STNK dan SIM.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya