Mantan Office Boy Jadi Lulusan Terbaik Taruna TNI AL

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 26 Juli 2017 14:15
Mantan Office Boy Jadi Lulusan Terbaik Taruna TNI AL
Di antara 4 lulusan terbaik itu, sosok Samsul yang paling menjadi sorotan.

Dream - Begitu Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla meninggalkan mimbar kehormatan, sebanyak 94 taruna-taruni berpakaian Akademi Angkatan Laut (AAL) langsung beraksi, Selasa kemarin, 25 Juli 2017.

Dengan satu komando, mereka serentak berkumpul lalu bersama-sama melempar topi ke udara. Untuk kali pertama setelah 14 tahun, upacara kelulusan taruna-taruni Akpol dan Akademi TNI kembali dilaksanakan di halaman Istana Merdeka.

Kali terakhir upacara yang lazim disebut Prasetya Perwira (Praspa) itu digelar pada 2003 di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Setelah itu, selama 14 tahun terakhir, Praspa dilaksanakan bergiliran di masing-masing akademi dengan presiden sebagai inspektur upacara.

Sesuai tradisi, Presiden kemarin juga mengukuhkan empat orang peraih Adhi Makayasa alias lulusan terbaik di masing-masing matra.

Mereka adalah Letda Wiraswanrill Sagara asal Dairi, Sumut (TNI AD); Letda Samsul Huda asal Lamongan, Jatim (TNI AL); Letda Bernardinus Yoga Kristian asal Bantul, DIY (TNI AU), dan Ipda Ade Hertiawan Yuliansyah asal Ketapang, Kalbar (Polri).

1 dari 2 halaman

Satu dari 4 Lulusan Terbaik

Di antara empat lulusan terbaik itu, sosok Samsul yang paling menjadi sorotan. Lantaran perjuangannya untuk mencapai titik ini bisa dibilang sangat luar biasa.

Letda Samsul Huda mengaku bersyukur atas capaiannya tersebut. Sebab, perjalanannya tidak mudah untuk menjadi taruna. Samsul lulus dari SMAN 1 Babat, Lamongan, pada 2011.

Dia ingin langsung mendaftar sebagai calon taruna. Namun, usianya yang kala itu masih 17 tahun belum memenuhi syarat untuk bisa mendaftar sebagai calon taruna.

Dia menjajal peruntungannya setahun kemudian, dan gagal saat tes kesehatan. Kegagalan itu tidak membuatnya menyerah, dan langsung muncul keinginan untuk ikut seleksi lagi tahun berikutnya.

Selama masa menunggu setahun, dia tidak ingin menganggur. Jadilah dia merantau ke Jakarta demi membantu perekonomian keluarga. Slamet, sang ayah, adalah petani.

2 dari 2 halaman

Takdir Membawanya ke Markas TNI AL

Rupanya, takdir membawanya ke markas besar TNI AL di Cilangkap, Jakarta Timur, meski tidak menjadi tentara.

" Saya menjadi office boy, tenaga PHL (pekerja harian lepas) di Mabes AL," lanjut pemuda kelahiran 29 April 1994 itu.

Sepuluh bulan lamanya dia berada di lingkungan militer AL, melayani berbagai kebutuhan kerja para staf TNI AL. Dan rupanya, hal itu membawa berkah tersendiri bagi Samsul.

Dia mulai mempelajari seluk beluk ketentaraan lewat komunikasi dengan para staf, sembari menempa diri lebih keras lagi untuk ikut seleksi. Hasilnya, pada 2013 dia sukses menembus seleksi calon taruna AAL.

Tahun ini, ada 729 taruna-taruni yang diwisuda oleh Presiden Joko Widodo. Terdiri dari 225 lulusan Akmil, 94 AAL, 118 AAU, dan 292 lulusan akpol. Dan Samsul pun berhasil tampil menjadi salah satu yang terbaik di antara ratusan taruna-taruni tersebut.

(Sumber: www.jpnn.com)

Beri Komentar
Summer Style 2019