Nauzubillah! Begini Azab Pezina di Akhir Hidupnya

Reporter : Puri Yuanita
Kamis, 9 November 2017 11:14
Nauzubillah! Begini Azab Pezina di Akhir Hidupnya
Di antara mayat itu ada yang meletakkan tangan kanannya di kemaluannya sendiri, dan ada juga mayat yang.....

Dream - Zina adalah dosa besar. Allah pun menjanjikan azab yang pedih bagi para pelakunya.

Terkait zina, Syeikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthani, seorang alim, penulis produktif dan dosen dari Arab Saudi pun dalam ceramahnya pernah bercerita:

" Ketika sedang memandikan mayat, aku menyaksikan perubahan-perubahan yang terjadi pada kulit sang mayat."

" Di antara mayat itu ada yang dahulunya berkulit putih, kemudian tiba-tiba warna kulitnya menjadi hitam," lanjut Syeikh.

Ada juga mayat yang ketika meninggal ia mengepalkan tangannya dengan kuat sehingga tidak bisa dibuka sama sekali.

Di antara mayat itu ada yang meletakkan tangan kanannya di kemaluannya sendiri, dan ada juga mayat yang kemaluannya menimbulkan bau busuk seperti bau hangus.

Kemudian terdengar bunyi sesuatu seperti bunyi tusukan benda tajam dan membara yang keluar masuk kemaluannya.

Inilah kisah jasad calon penghuni neraka dari kalangan orang-orang yang dalam hidupnya suka melakukan perzinahan.

Kisah selengkapnya baca di sini.  

1 dari 2 halaman

Faedah Surat An-Nur, Ini Balasan Bagi Peselingkuh dan Pezina

Dream - Setiap surat dalam Alquran memiliki keutamaannya masing-masing. Termasuk surat An-Nur yang ternyata menyimpan banyak faedah.

Surat An-Nur berisi perintah Allah yang wajib dijalankan terkait hukum-hukum bagi para pelaku zina dan perselingkuhan. Berikut ulasan selengkapnya.

An-Nur Ayat 1-2:

" (Ini adalah) satu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali cambukan, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman." (QS. An-Nur: 1-2)

Faedah ayat 1

1. Nama surah An-Nur diambil dari ayat 35, yang artinya: " Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi." (QS. An-Nur: 35)

2. Tidak ada satu pun hadis sahih yang menyebutkan keutamaan surah An-Nur secara khusus.

3. Disebutkan bahwa surah ini diturunkan, menunjukkan bahwa surah ini berasal dari sisi Allah.

4. Kalau Alquran disandarkan pada sisi Allah maka menunjukkan bahwa Alquran itu kalamullah (firman Allah), bukanlah makhluk.

5. Kalau Alquran dan surah itu diturunkan, menunjukkan bahwa Allah yang menurunkannya menetap tinggi di atas. Berarti ayat ini menunjukkan bahwa Allah bukan di mana-mana. Namun ketinggian Allah ini tidaklah menampik kalau Allah itu dekat, Allah itu bersama hamba-Nya dan ilmu Allah yang berada di mana-mana.

Imam Malik bin Anas rahimahullah mengatakan,

" Allah berada di atas langit. Sedangkan ilmu-Nya berada di mana-mana, segala sesuatu tidaklah lepas dari ilmu-Nya." (Lihat Mukhtashar Al-'Uluw, hlm. 140)

Murid Imam Syafi'i yang terkenal cerdas yaitu Imam Al-Muzani rahimahullah mengatakan, " Ketauhidan seseorang tidaklah sah sampai ia mengetahui (meyakini) bahwa Allah berada di atas 'Arsy-nya dengan sifat-sifat-Nya." (Mukhtashar Al-'Uluw, hlm. 201). Imam Al-Muzani rahimahullah juga menyatakan, " Allah itu 'Aali (Mahatinggi) di atas 'Arsy-nya. Namun Allah itu dekat pada makhluk-Nya dengan ilmu-Nya." (Syarh As-Sunnah, Imam Al-Muzani, hlm. 81)

6. Imam Mujahid dan Qatadah rahimahumallah menyatakan bahwa ayat " surah ini Kami turunkan" , maksudnya adalah surah ini berisi penjelasan halal, haram, perintah, larangan, hingga masalah hukum hudud (hadd). (Tafsir Alquran Al-'Azhim, 5:486). Hukuman hadd adalah hukuman badaniyah dengan cara dan kadar tertentu (menurut syariat), dikenakan karena hak Allah Ta'ala yang dilanggar. (Lihat Minhah Al-'Allam, 8:373)

Penjelasan selengkapnya baca di sini.   

2 dari 2 halaman

Mengapa Sebaiknya Tidak Menikah dengan Pezina?

Dream - Perbuatan zina merupakan dosa besar. Bahkan dianjurkan agar umat Muslim tak menikah dengan orang yang sudah pernah melakukan zina.

Ketika sudah mengetahui seorang wanita atau pria sebagai pezina, yang melakukan seks bebas di luar pernikahan, sebaiknya hindari menikah dengannya.

Mengapa? Berikut ulasannya:

1. Perbuatan zina bukanlah perbuatan yang mudah untuk dihentikan

Jangankan zina, menikmati pornografi saja sudah jadi kebiasaan yang sulit dihentikan. Seorang pecandu pornografi akan kehilangan kemanusiaannya karena adanya saraf dan bagian otak yang rusak, bagaimana dengan pezina?

Memang selalu ada pengecualian, yakni bagi orang-orang yang sudah bertobat, menyesali zinanya, dan malu akan perbuatan zina yang pernah dilakukannya. Kesungguhan tobat ini bisa dilihat dari rasa malunya berbicara hal yang vulgar atau jorok.

Jika seseorang masih saja tidak segan-segan berkata vulgar, itu menandakan ia sudah terpapar pornografi dan sangat mungkin sudah terpapar seks bebas juga, dan memperlihatkan bahwa ia tidak menyesali perbuatan mendekati zinanya tersebut.

2. Seseorang yang menerima dinikahi oleh pezina, berarti dirinya juga pezina

Burung elang akan bergaul dengan sesama elang, tidaklah mungkin ia mau bergaul dengan burung emprit. Demikian pula seseorang yang menjaga kesucian, maka ia akan sebisa mungkin menghindari dirinya dari orang-orang yang membawa 'kotoran', misalnya orang-orang yang sering berkata buruk, vulgar, bahkan sekadar bercandaan yang ke arah seks pun akan dihindari. 

Oleh karena itu, seorang yang bersedia menikah dengan pezina, dalam kondisi ia sudah mengetahui pasangannya ini gemar berzina, hampir bisa dipastikan, minimal, ia juga seorang pezina atau pendukung perzinaan.

Penjelasan selengkapnya baca di sini

Beri Komentar