Quran Surat Al Maidah Ayat 90, Larangan Meminum Khamar

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 29 Januari 2021 08:05
Quran Surat Al Maidah Ayat 90, Larangan Meminum Khamar
Meminum minuman yang memabukkan hanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan dan kehidupan sosial.

Dream – Dalam Islam, meminum minuman yang memabukkan haram hukumnya. Karena dampak yang diberikan sangat berbahaya baik bagi kesehatan maupun dalam kehidupan.

Untuk itu, Allah SWT menegaskan pelarangan meminuman minuman yang memabukkan tersebut dalam surat Al Maidah ayat 90.

Dalam surat Al Maidah ayat 90, Allah SWT memberikan alasan dibalik diharamkannya minuman memabukkan tersebut. Sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi umat muslim diseluruh dunia.

1 dari 4 halaman

Bacaan Surat Al Maidah Ayat 90

Bacaan Arab

Al Maidah Ayat 90© Dream.co.id

Bacaan Latin

Ya ayyuhallazina amanu innamal-khamru wal-maisiru wal-ansabu wal-azlamu rijsum min 'amalisy-syaitani fajtanibuhu la'allakum tuflihun

Terjemahan

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

 

2 dari 4 halaman

Tafsir Surat Al Maidah Ayat 90

 

Ilustrasi© Freepik

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta melaksanakan syariat-Nya, sesungguhnya khamar, yaitu segala yang memabukkan dan menutup kesadaran akal, dan maisir, yaitu perjudian.

Mencakup seluruh jenis pertaruhan dan lainnya, yang di dalam prakteknya terdapat taruhan dari kedua belah pihak dan menghalangi dari mengingat Allah, dan anshab, yaitu batu yang dahulu kaum musyrikin melakukan penyembelihan di sisinya sebagai bentuk pengagungan terhadapnya.

Dan semua ditegakkan untuk diibadahi demi mendekatkan diri kepadanya, dan azlam, yaitu anak panah yang dahulu orang-orang kafir mengundi nasib mereka denganya, sebelum bergerak untuk melakukan sesuatu atau mengurungkan niat darinya.

Sesungguhnya semua itu merupakan perbuatan dosa dan tipu daya yang dibuat indah oleh setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan dosa tersebut, mudah-mudahan kalian akan meraih keberuntungan dengan memperoleh surga.

3 dari 4 halaman

Sebab Turunnya Surat Al Maidah Ayat 90

Ilustrasi© Shutterstock

 

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang bersumber dari Abu Hurairah: bahwa ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah didapatinya kaumnya suka minum arak dan makan hasil judi.

Mereka bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hal itu. Maka turunlah ayat “ yas aluunaka ‘anil khamri wal maisirii qul fi hima itsmun kabiirun wa manafi’u linnasi.....” sampai akhir ayat (Al-Baqarah ayat 219).

Mereka berkata: “ Tidak diharamkan kepada kita minum arak hanyalah dosa besar”. Dan mereka terus minum arak.

Pada suatu hari ada seorang dari kaum muhajirin menjadi imam bagi para sahabat pada waktu sholat magrib. Bacaannya salah (karena mabuk). Maka Allah menurunkan ayat yang lebih keras daripada ayat yang tadi, yaitu ayat “ yaa ayyuhalladzina amanu la taqrabus shalata wa antum sukaraa hatta ta’lamu maa taqulun” (An-Nisa ayat 43).

Kemudian turun ayat yang lebih keras lagi (Al-Maidah ayat 90, 91) yang memberikan kepastian akan haramnya. Sehingga mereka berkata: “ Cukuplah, kami akan berhenti”.

Kemudian orang-orang bertanya: “ Ya Rasulullah bagaimana nasib orang-orang yang gugur di jalan Allah, dan mati di atas kasur padahal mereka peminum arak dan makan hasil judi, dan Allah telah menetapkan bahwa kedua hal itu termasuk perbuatan dari setan yang keji. Kemudian Allah menurunkan ayat selanjutnya (Al-Maidah ayat 93) yang menjawab pertanyaan mereka.

4 dari 4 halaman

 

Diriwayatkan oleh An-Nasai dan Al-Baihaki yang bersumber dari Ibnu Abbas: bahwa turunnya surat Al-Maidah ayat 90 berkenaan dengan peristiwa yang terjadi pada dua suku golongan anshar yang hidup rukun tidak ada dendam kesumat.

Tetapi apabila mereka minum sampai mabuk, mereka saling ganggu mengganggu yang meninggalkan bekas pada muka atau kepalanya sehingga pudarlah rasa kekeluargaan mereka, lalu timbullah rasa permusuhan dan langsung menuduh bahwa suku yang lainnyalah yang mengganggunya itu, dan mereka tidak akan berbuat seperti ini apabila mereka saling berkasih sayang.

Ayat ini menjelaskan berhasilnya setan mengadu domba orang-orang yang beriman sebab minum arak dan main judi.

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar