Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bagi seorang laki-laki, berjamaah di masjid sudah menjadi suatu keharusan. Mengapa? Sebab, berjamaah lebih utama daripada sholat sendirian.
Dan lelaki yang mau berjamaah di masjid akan lebih mudah dalam membangun jaringan dengan orang lain. Sehingga, memudahkan baginya mencari solusi ketika menemui kesulitan dalam hidup.
Hanya saja, pergi ke masjid, seolah-olah begitu berat. Kaki sepertinya tak bisa dilangkahkan. Masjid rasanya begitu jauh. Padahal, kini masjid dapat kita temui di mana-mana. Tapi, mengapa begitu sulit untuk berjamaah di masjid?
Sepertinya kita harus belajar pada alim ulama yang satu ini. Dia adalah 'Amir bin Abdillah bin Zubair. Dalam syaamilquran.com dikisahkan, Mush'ab bin Abdillah bercerita bahwa ketika itu 'Amir sedang menderita sakit parah. Bahkan, ia sedang berada dalam kondisi sakaratul maut.
Saat itu, azan Maghrib berkumandang. 'Amir meminta agar orang-orang yang ketika itu bersamanya, mengantarkan ke masjid. Mendengar permintaannya, mereka menolak, mengingat ia sedang berada dalam kondisi napas-napas terakhir.
Kemudian, ia berkata, " Aku mendengar muazin mengumandangkan azan sedangkan aku tidak menjawab (panggilan)-Nya? Pegang tanganku, antar aku ke masjid!"
Maka, mereka memapahnya pergi ke masjid. 'Amir pun bisa melaksanakan sholat Maghrib. Ia bisa melaksanakan sholat satu rakaat, kemudian meninggal dunia. (Lihat Taariiikh Al-Islam 8/142)
Kisah selengkapnya baca di sini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya