Suasana Mina Memilukan Usai Kejadian Saling Injak

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 26 September 2015 08:02
Suasana Mina Memilukan Usai Kejadian Saling Injak
Sebagian kulit mereka yang tewas terkelupas karena diinjak-injak ribuan orang. Jemaah yang selamat duduk di pinggir jalan sambil menangis di bawah terik matahari yang mencapai panas 45 derajat.

Dream - Tragedi terjadi di Mina pada hari ke-3 dari 5 hari ritual haji pada Kamis kemarin, ketika 719 jemaah tewas dan 805 lainnya luka-luka.

Insiden itu terjadi dua minggu setelah kecelakaan robohnya crane (derek raksasa) di Masjidil Haram di Mekah yang menewaskan 111 orang.

Sebagian saksi mata mengatakan sebuah kelompok besar jemaah yang sedang dalam perjalanan ke Kompleks Jamarat untuk melakukan lempar jumrah terjebak dekat Souq Al-Arab Street saat berbenturan dengan kelompok lain yang baru menyelesaikan lempar jumrah di jalan yang sama.

Namun Kementerian Dalam Negeri mengatakan peristiwa terinjak-injaknya jemaah tampaknya disebabkan oleh dua arus jemaah yang bertemu di persimpangan.

Saksi mata mengatakan kepada Arab News, desak-desakan itu disebabkan karena jemaah yang lebih kuat tertahan di belakang kelompok jemaah yang lemah termasuk orang tua sehingga menyebabkan bencana.

Mereka mengatakan personil keamanan telah meminta para jemaah untuk kembali (ke tenda mereka), tapi mereka sudah terlanjur terjebak kerumunan sehingga tidak mendengar. Mereka terus mendorong ke depan sehingga banyak yang terinjak-injak.

" Saya melihat seorang jemaah tersandung jemaah lain yang duduk di kursi roda dan beberapa orang lainnya kemudian menabrak mereka. Banyak jemaah yang terpaksa memanjat jemaah lainnya agar bisa bernapas," kata jemaah asal Mesir, Abdullah Lotfy, 44 tahun.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 08:00 pagi waktu setempat.

Dua jam setelah tragedi itu keadaan Mina sangat memilukan. Tubuh para korban, dibalut pakaian ihram, menumpuk di bahu jalan yang dikenal sebagai Sharea Al-Jadid. Sebagian kulit mereka terkelupas karena diinjak-injak ribuan orang.

Tapi banyak juga yang tidak menunjukkan cedera. Bahkan wajahnya terlihat damai. Seorang dokter yang bertugas melakukan identifikasi mengatakan sebagian besar dari korban meninggal karena mati lemas.

Jemaah yang selamat duduk di pinggir jalan sambil menangis di bawah terik matahari yang mencapai panas 45 derajat. Mereka benar-benar trauma dengan apa yang mereka lihat. Seorang jemaah tua terlihat memeluk tubuh tak bernyawa yang mungkin adalah kerabatnya.

Segera setelah kecelakaan, ambulans bergegas ke tempat kejadian dan membawa yang tewas dan terluka ke rumah sakit di dalam dan sekitar Mina. Sebagian besar yang cedera sangat syok hingga sulit berbicara, dan banyak juga yang tidak sadarkan diri.

Sepanjang hari Kamis itu, lolongan sirine ambulans terus meraung-raung di udara meredam semangat para jemaah lainnya yang lelah.

Pihak berwenang dan perwakilan dari jemaah menyarankan mereka untuk menunda melakukan lempar jumrah. Sementara itu, helikopter berputar-putar di atas kepala, memperingatkan para personil di bawahnya tentang kemacetan di jalan.

Tragedi itu merupakan bencana kemanusiaan bagi seluruh dunia Muslim yang sedang merayakan hari raya suci Idul Adha.

" Ini adalah tragedi yang telah benar-benar mengerikan," kata seorang jemaah wanita yang selamat di luar Rumah Sakit Mina Al-Jisr. " Saya belum pernah melihat kematian sedekat ini. Saya tidak tahu bagaimana saya selamat."

Sebagian besar korban terluka dan tewas dibawa ke Rumah Sakit Darurat Mina, Rumah Sakit Mina Al-Jisr dan rumah sakit lain di Mekah, Muzdalifa dan Arafat.

Kendati demikian, semangat para jemaah untuk bisa menunaikan ibadah haji tetap berkobar. Di Kompleks Jamarat, sebagian jemaah terus melakukan ritual lempar jumrah, dan banyak dari mereka kemudian menuju ke Masjidil Haram untuk melakukan tawaf.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak