Kenapa Gelombang Manusia Muncul dari Arah Berlawanan di Mina?

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 25 September 2015 16:13
Kenapa Gelombang Manusia Muncul dari Arah Berlawanan di Mina?
Apa penyebabnya? Padahal, otoritas Saudi sudah menjadwalkan setiap jemaah dari masing-masing negara untuk lempar jumrah. Banyak beredar kabar terkait penyebab tragedi.

Dream - Insiden berdarah kembali terjadi di Tanah Suci. Setelah derek raksasa (crane) menimpa atap Masjidil Haram, Mekah, kini ribuan orang terinjak-injak di Mina, sekitar 5 kilometer dari Mekah. 

Tragedi yang terjadi saat jelang lempar jumrah itu berlangsung di jalan 204, menuju Mina. Jalur menuju jamarat. Laporan terakhir menyebut, 717 orang tewas dan 860 lebih jemaah haji luka-luka. 

Apa penyebabnya? Padahal, otoritas Saudi sudah menjadwalkan setiap jemaah dari masing-masing negara untuk lempar jumrah. Banyak beredar kabar terkait penyebab tragedi.

Namun kesaksian datang dari seorang jemaah haji yang tak disebutkan asal negaranya. Tchima Illa Issoufou, seorang jemaah haji kepada laman BBC mengisahkan, sejumlah jemaah haji tengah bergerak menuju lokasi pelemparan jumrah.

Tak disangka, dari arah berlawanan muncul gelombang manusia dengan jumlah tak kalah besar. " Lalu kondisi menjadi kacau dan tiba-tiba orang-orang mulai berjatuhan," kata Tchima.

Dari penglihatannya, jemaah haji yang terlihat berasal dari Nigeria, Niger, Chad, dan Senegal.

Para jemaah yang panik akhirnya mulai mendaki satu dengan yang lainnya untuk mencari tempat aman. Kondisi inilah yang menyebabkan jemaah meninggal. (Ism) 

 

1 dari 4 halaman

Korban Tewas Tragedi Mina Capai 717 orang

Korban Tewas Tragedi Mina Capai 717 orang

Dream - Departemen Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan jumlah korban jemaah haji yang tewas dalam tragedi Mina kini mencapai 717 orang. Sementara jumlah korban yang mengalami luka-luka mencapai 863 orang.

Dikutip dari alarabiya.net, Jumat, 25 September 2015, tragedi tersebut tergolong paling parah sejak tahun 1990. Saat itu, jumlah jemaah haji meninggal mencapai 1.426 orang dari seluruh dunia.

Tragedi tersebut bermula ketika terjadi lonjakan jemaah haji pada pagi hari di perlintasan menuju area melontar jumrah, tepatnya di Jalan 204. Para jemaah haji berebut masuk ke area melontar jumrah sehingga sebagian terjadi penumpukan menyebabkan beberapa jemaah terinjak-injak.

Pada konferensi pers sebelum Maghrib, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Mayjen Mansour Al-Turki mengatakan terjadi penumpukan jemaah di luar prediksi. Dibandingkan tahun lalu, jumlah jemaah yang melintas di jalan tersebut untuk melontar jumrah jauh lebih besar.

Jalan 204 merupakan jalur menuju jembatan Jamarat. Sejumlah jemaah haji dilaporkan dibolehkan turun dari bus dan menuju jembatan tersebut untuk melontar jumrah, padahal jadwal mereka tidak pada waktu tersebut.

2 dari 4 halaman

Saudi Bantah Rombongan Putra Mahkota Penyebab Tragedi Mina

Saudi Bantah Rombongan Putra Mahkota Penyebab Tragedi Mina

Dream - Rombongan Putra Mahkota yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, dituding menjadi penyebab terjadinya tragedi Mina. Kabar ini dilaporkan media berbahasa Arab Al Diyar.

Dalam laporan itu, Mohammad tiba di Mina pada Kamis pagi hari. Dia membawa rombongan besar dengan 200 tentara dan 150 polisi.

Disebutkan, rombongan Putra Mahkota masuk dengan menerobos kerumunan jemaah yang sudah ada di Jalan 204. Hal itu menimbulkan kepanikan hingga menyebabkan ribuan jemaah menjadi korban, baik meninggal maupun mengalami luka parah akibat berdesak-desakan.

Saat tragedi terjadi, Mohammad beserta rombongannya dilaporkan langsung meninggalkan lokasi kejadian. Petugas keamanan kemudian berusaha menutupi penyebab tragedi tersebut.

Sejumlah pejabat kerajaan membantah keras penyebab tragedi tersebut. Salah satunya adalah Menteri Kesehatan Khaled al-Falih, yang menyatakan tragedi terjadi murni disebabkan kesalahan para jemaah haji yang ingin melontar jumrah tidak sesuai jadwal.

" Jika jemaah mengikuti instruksi, tragedi ini tidak akan terjadi," ujar Khaled.

Tragedi Mekah yang terjadi pada Kamis, 24 September 2015 kemarin menelan sedikitnya 1.300 korban. Sebanyak 717 jemaah dilaporkan meninggal sedangkan 863 jemaah mengalami cedera.

(Ism, Sumber: presstv.com)

3 dari 4 halaman

Deretan Tragedi Berdarah di Mina

Deretan Tragedi Berdarah di Mina

Dream - Satu tahun sekali Mekah dikunjungi jutaan umat muslim yang hendak melaksanakan ibadah haji. Kota tersebut memang memiliki nilai sejarah kuat tentang asal muasal lahirnya agama Islam.

Tahun ini ke kekhidmatan ibadah haji tahun ini terusik dengan adanya beberapa peristiwa yang memilukan. Setelah tragedi jatuhnya crane atau alat berat di Masjidil Haram yang menewaskan 87 orang lebih dan menyebabkan 180 orang luka-luka.

Ditambah tragedi Mina dimana 310 orang lebih jamaah haji meninggal dan 450 orang mengalami luka-luka saat berdesakan ketika hendak melempar jumrah. Persisnya, kejadian terjadi di jalan menuju tempat lontar jumrah diantara tenda-tenda di Mina.

Dari jumlah tersebut, pemerintah otorirtas pemerintah Arab Saudi memastikan mayoritas korban tragedi tersebut berasal dari Afrika dan Mesir.  Sebab, lempar jumrah di waktu kejadian itu dilakukan oleh jamaah haji dari dua negara tersebut.

Tragedi 1990-an

Pada 2 Juli 1990 di kawasan ini sempat terjadi musibah yang merenggut 1.426 jiwa, termasuk 659 jamaah Indonesia. Korban tewas jatuh karena jutaan jamaah berdesakan di terowongan Muashim di Mina. Masyarakat Indonesia menyebut peristiwa itu sebagai `Tragedi Mina`.

Kemudian  tragedi memilukan lainnya di Mina terjadi pada 23 Mei 1994, saat itu sebanyak 270 jemaah meninggal dunia karena berdesakan saat melempar jumroh. Lalu Pada 9 April 1998 terjadi tragedi di Jembatan Jamaraat yang menewaskan 118 jemaah.

Tragedi 2000-an

Peristiwa berdarah saat melempar jumroh memang sering terjadi, pada 5 Maret 2001 hal tersebut terulang kembali dan menewaskan 35 jemaah haji.  Tiga tahun kemudian hal serupa terjadi kembali. Lagi-lagi akibat berdesakan sebanyak 251 jemaah haji meninggal dunia. 

Kemudian pada 12 Januari 2006 sebanyak 346 jamaah haji dan 289 lainnya terluka saat melakukan ritual lempar jumrah. Musibah terjadi ketika ratusan orang yang baru tiba untuk melakukan ritual itu saling bertabrakan dengan jemaah lain di jembatan Jamarat.  

Akibat kejadian ini, pemerintah Arab Saudi merekontruksi ulang Jamarat agar jamaah tidak perlu berdesakan saat melempar jumrah.

4 dari 4 halaman

Ini Identitas Jemaah Haji Indonesia Korban Insiden Mina

Ini Identitas Jemaah Haji Indonesia Korban Insiden Mina

Dream - Sebanyak tiga jemaah haji asal Indonesia dipastikan menjadi korban dalam insiden Mina yang terjadi pada Kamis, 24 September 2015. Dua dari tiga korban jemaah dapat dikenali sementara satu jenazah lainnya masih menunggu proses identifikasi.

Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Jumat, 25 September 2015, dua korban tewas yang berhasil dikenali adalah Busyaiyah Sahrel Abdul Gafur dari kelompok terbang (kloter) BTH 14 asal Pontianak, Kalimantan Barat, serta Hamid Atwi Tarji Rofia dari kloter SUB 48 asal Probolinggo, Jawa Timur.

Keduanya korban tersebut berhasil dikenali berdasarkan gelang identitas dan kecocokan foto dalam data yang dipegang petugas.

Sementara satu korban belum berhasil dikenali lantaran tidak ditemukan gelang penanda maupun identitas apapun pada jenazah. Saat ini jenazah tersebut berada di Rumah Saki Mina Al-Jisr.

Terkait jenazah Hamid, istri korban membenarkan identitas suaminya. Beberapa saat usai ditemukan meninggal, petugas segera memberitahu istri Hamid.

Mengenai insiden ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan proses identifikasi tidak bisa dijalankan secara cepat. Ini lantaran situasi di RS Al-Jisr tengah padat sehingga pencocokan data korban membutuhkan waktu agak lama.

Meski demikian, Lukman memastikan petugas sudah bekerja secara sigap untuk mendata para korban. Para petugas terus menjalin komunikasi dengan sejumlah rumah sakit.

" Petugas bekerja 24 jam untuk menjalin komunikasi ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di Mina dan Mekah untuk mengidentifikasi korban tragedi," ujar Lukman.

 

Beri Komentar