Surat Al Balad Arab, Latin, Arti, Asbabun Nuzul, dan Keutamaan

Reporter : Arini Saadah
Selasa, 19 Januari 2021 12:47
Surat Al Balad Arab, Latin, Arti, Asbabun Nuzul, dan Keutamaan
surat Al Balad juga menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan kodrat serta berpotensi menghadapi serba kesulitan sejak ia dilahirkan hingga ke liang lahat.

Dream – Surat Al Balad merupakan surat di dalam jus 30 yang terdiri dari 20 ayat. Al Balad diambil dari ayat pertama yang artinya negeri. Surat Al Balad termasuk ke dalam golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Kota Makkah sebelum Nabi Saw hijrah ke Madinah.

Al Balad berisi tentang kedudukan betapa mulianya kota Makkah. Selain itu, di dalam surat Al Balad juga menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan kodrat serta berpotensi menghadapi serba kesulitan sejak ia dilahirkan hingga ke liang lahat. Kenyataan itu mengharuskan manusia selalu siap menghadapi tantangan dan berjuang melawan rintangan yang menghadang.

Bentuk perjuangan yang dijelaskan dalam surat Al Balad adalah perjuangan menyejahterakan hidup orang-orang yang lemah, seperti fakir miskin dan anak-anak yatim. Berikut surat al Balad arab, latin, arti, asbabun nuzul dan keistimewaannya.

1 dari 3 halaman

Surat Al Balad

Dikutip dari quran.kemenag.go.id, berikut bacaan surat al Balad ayat 1-10:

Ilustrasi© dream.co.id

laa uqsimu bihaadzaa albaladi

Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekah),

Ilustrasi© dream.co.id

wa-anta hillun bihaadzaa albaladi

dan engkau (Muhammad), bertempat di negeri (Mekah) ini,

Ilustrasi© dream.co.id

wawalidiw-wamaa walada

dan demi (pertalian) bapak dan anaknya.

 

Ilustrasi© dream.co.id

laqad khalaqnaa al-insaana fii kabadin

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

Ilustrasi© dream.co.id

ayahsabu an lan yaqdira ‘alayhi ahadun

Apakah dia (manusia) itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya?

Ilustrasi© dream.co.id

yaquulu ahlaktu maalan lubadaan

Dia mengatakan, “ Aku telah menghabiskan harta yang banyak.”

Ilustrasi© dream.co.id

 ayahsabu an lam yarahu ahadun

Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya? 

Ilustrasi© dream.co.id

alam naj’al lahu ‘aynayni

Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,

Ilustrasi© dream.co.id

walisaanan wasyafatayni

dan lidah dan sepasang bibir?

Ilustrasi© dream.co.id

wahadaynaahun-najdayni

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan),

2 dari 3 halaman

Asbabun Nuzul Surat Al Balad

Surat yang terdiri dari 20 ayat ini dinamakan surat Al Balad, yang berarti " Negeri" , diambil dari ayat pertama.  Namanya dalam Shahih Al-Bukhari adalah surat La Uqsimu seperti bunyi kalimah pertamanya. Ada juga yang menamainya surat Al-Balad.

Ilustrasi© freepik.com

Surat ini mengandungi isyarat tentang kedudukan mulia kota Makkah sekaligus menjelaskan bahawa manusia diciptakan dengan kudrat serta potensi menghadapi serba kesulitan sejak ia dilahirkan hingga sampai ke liang lahat dan kenyataan tersebut mengharuskannya selalu siap berjuang menghadapi berbagai tentangan. Salah satu bentuk perjuangan mengangkat taraf hidup orang-orang yang lemah seperti anak-anak yatim.

Tujuan utama surat ini menurut Al-Biqa'i, adalah membuktikan betapa manusia sangat lemah dan bahawa kuasa dan kekuatan hanya dimiliki oleh Allah SWT. Pada surat ini juga menurutnya diuraikan keresahan dan kesedihan manusia serta sebab yang menghantarnya kesana, baik ia suka atau tidak, sambil menjelaskan cara untuk mengatasi keresahan itu.

Nama Al Balad menunjukkan Kota Makkah, mengisyaratkan siapa pun yang memerhatikan rasa aman yang dinikmati penduduk Makkah dan rezeki serta kesejahteraan yang melimpah di sana. Padahal peringkat awalnya ia adalah sebuah negeri yang gersang berbeda dengan negeri lain yang lebih kaya dan kuat. Siapa yang memerhatikan hal tersebut akan menyedari tujuan utama uraian surat ini.

3 dari 3 halaman

Keistimewaan Surat Al Balad

 

Surat Al Balad memiliki keistimewaan apabila dibaca usai sholat sunnag qobliyah  subuh dengan rutin, maka InsyaAllah orang yang mengamalkannya tidak akan pernah kesepian rezeki. Setiap hari selalu mendapatkan rezeki melalui beberapa usaha yang dijalankannya.

Surat Al Balad memberikan pelajaran kepada kita, bahwa menjadi pemimpin sangat memerlukan kewibawaan, maka anak buah yang dipimpinnya pasti akan merasa segan dan hormat. 

Sebab seseorang yang berwibawa akan menjada diri dari berbagai perbuatan buruk, menjauhi semua yang dilarang oleh agama dan menjalankan perintah Allah SWT. Kalau ia seorang pemimpin, maka dia juga harus berlaku adil, disiplin, lemah lembut dan bijaksana.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar