Surat Al Fajr Ayat 1-16, Arab, Latin, Terjemahan dan Kandungan Pokok

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 14 Januari 2021 10:25
Surat Al Fajr Ayat 1-16, Arab, Latin, Terjemahan dan Kandungan Pokok
Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami manusia bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan dari Allah, melainkan cobaan atau ujian belaka.

Dream – Surat Al Fajr merupakan surah di dalam Al Quran urutan ke-89 dan termasuk ke dalam kategori surat Makkiyah. Surat yang terdiri dari 30 ayat ini dinamakan Al Fajr, karena diambil dari kata al Fajr yang terletakk pada ayat pertama.

Meskipun berada di dalam juz amma, namun surat Al Fajr memiliki ayat yang banyak sehingga membuat surat ini menjadi terkesan panjang. Namun banyak juga imam masjid yang membaca surat ini ketika sholat berjamaah. Sebab memiliki keutamaan dan isi kandungan yang luar biasa.

Mengenai sebab turunnya surat al Fajr, terdapat beberapa pendapat khususnya asbabun nuzul ayat ke-27. Di antaranya seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Buradah bahwa firman Allah surat Al Fajr ayat 27 turun berkenaan dengan Hamzah yang gugur sebagai syahid.

Surat Al Fajr menjelaskan Allah Swt menyalahkan orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu kemuliaan, dan kemiskinan suatu kehinaan. Tetapi sebanrnya keduanya merupakan ujian dan cobaan yang datang dari Allah Subhanahu wata’ala bagi hamba-Nya yang mau memahami.

Supaya lebih jelas, berikut Dream paparkan surat Al Fajr ayat 1-15 arab, latin, terjemahan dan kandungan pokok di dalamnya seperti dikutip dari berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Surat Al Fajr Ayat 1-8

Ilustrasi© dream.co.id

Wal fajr

Demi fajar.

Ilustrasi© dream.co.id

Walayaalin ‘asyr

Demi malam yang sepuluh.

Ilustrasi© dream.co.id

Wasy syaf’I wal watr

Demi genap dan yang ganjil.

Ilustrasi© dream.co.id

Wal laili idzaa yasr

Demi malam apabila telah berlalu.

Ilustrasi© dream.co.id

Hal fii dzaalika qosamul lidzii hijr

Adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?

Ilustrasi© dream.co.id

Alam taro kaifa fa’ala rabbuka bi’aad

Tidakkah engkau (Muhammad) memerhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad?

Ilustrasi© dream.co.id

Irama dzaatil 'imaad

(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,

Ilustrasi© dream.co.id

Allatii lam yukhlaq mitsluhaa fil-bilaad

Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri yang lain,

2 dari 3 halaman

Surat Al Fajr Ayat 9-16

Ilustrasi© dream.co.id

Watsamuudal ladziina jaabus-shokhro bil waad

Dan terhadap (kaum) Samud yang memotong batu-batu besar di lembah,

Ilustrasi© dream.co.id

Wa fir’auna dzil autaad

Dan terhadap Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar).

Ilustrasi© dream.co.id

Alladziina thoghau fil bilaad

Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri.

Ilustrasi© dream.co.id

Fa akstaruu fiihal fasaad

Lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu.

Ilustrasi© dream.co.id

Fashobba ‘alaihim rabbuka sautho ‘adzaab

Karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka.

Ilustrasi© dream.co.id

Inna rabbaka labil mirshood

Sungguh Tuhanmu benar-benar mengawasi.

Ilustrasi© dream.co.id

Fammal ingsaanu idzaa mabtalahuu rabbuhuu fa-akramahu wana’amahu fakuuna rabbi akroman.

Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “ Tuhanku telah memuliakanku.”

Ilustrasi© dream.co.id

Wa ammaa idzaa mabtalahuu faqodaro ‘alaihi rizqohuu fayaquulu rabbi ahaanan

Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “ Tuhanku telah menghinaku.”

3 dari 3 halaman

Kandungan Pokok Surat Al Fajr

Surat Al Fajr terdiri atas 30 ayat dan tergolong surat Makkiyah. Surat al Fajr diturunkan sesudah surat Al Lail. Nama Al Fajr sendiri diambil dari kata ‘fajr’ yang artinya waktu fajar pada ayat pertama. Berikut Kandungan pokok surat Al Fajr yang bisa diambil pelajaran:

  1. Allah bersumpah bahwa azab terhadap orang-orang kafir tidak akan dapat dielakkan.
  2. Beberapa contoh umat yang sudah dibinasakan karena mendapat azab dari Allah.
  3. Kenikmatan hidup atau bencana yang dialami manusia bukanlah tanda penghormatan atau penghinaan dari Allah, melainkan cobaan atau ujian belaka.
  4. Celaan terhadap orang-orang yang tidak memelihara anak yatim dan tidak mau memberi makan fakir miskin.
  5. Kecaman terhadap orang-orang yang memakan harta warisan dengan campur aduk dan orang yang mencintai hartanya secara berlebihan.
  6. Malapetaka yang akan dihadapi orang-orang kafir di hari kiamat.
  7. Orang-orang yang berjiwa tenang akan mendapat kemuliaan di sisi Allah Swt.
Beri Komentar