Surat Yusuf Ayat 4: Pentingnya Menjaga Diri dari Para Pendengki

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 20 Januari 2021 07:05
Surat Yusuf Ayat 4: Pentingnya Menjaga Diri dari Para Pendengki
Surat Yusuf ayat 4 memberikan keteladanan kepada kita semua untuk selalu menyembunyikan nikmat yang diperoleh sebagai upaya menghindari rasa dengki dari orang lain.

Dream – Seringkali manusia diliputi rasa keinginan untuk memamerkan apa yang telah ia dapatkan hasil dari usahanya, baik jabatan maupun harta yang melimpah.

Beberapa orang berkeyakinan apa yang mereka dapatkan itu bebas ditunjukkan kepada siapa saja, salah satunya melalui media sosial yang sedang marak menjadi ajang pamer seperti sekarang ini.

Mereka merasa tidak memiliki tanggungjawab terhadap rasa iri dan dnegki orang lain terhadapnya. Padahal agama Islam sendiri melarang umat Muslim untuk berlaku riya’ dan sombong.

Allah Swt mengajarkan kepada manusia melalui firman-firman-Nya, sebisa mungkin kita harus menjaga nikmat dari Allah dengan menyembunyikannya dari orang lain yang mungkin akan iri kepada kita.

Cukuplah nikmat yang kita dapat diketahui orang yang berkepentingan saja dan jangan sampai menyebabkan pertikaian, terutama antar keluarga yang sebisa mungkin harus kita hindari. Anjuran untuk menjaga diri dari para pendengki ini salah satunya tertuang dalam surat Yusuf ayat 4.

1 dari 3 halaman

Bacaan Surat Yusuf Ayat 4

Dikutip dari quran.kemenag.go.id, berikut bacaan quran surat Yusuf ayat 4:

Ilustrasi© kemenag.go.id

Idz qaala yuusufu liabiihi yaa aabati innii ra’aitu ahada ‘asyara kaukaban wasy-syamsa wal qamara ra’aituhum lii saajidiin.

Artinya:

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, ‘wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan, kulihat semuanya bersujud kepadaku’.

Sebenarnya surat Yusuf ayat 4 ini bersambung maknanya dengan surat Yusuf ayat 5 berikut ini:

Ilustrasi© kemenag.go.id

Qaala yaa bunayya laa taqshus ru’yaaka ‘alaa ikhwatika fayakiidu laka kaidan innasy-syaithaana lil ingsaani ‘aduwwum mubiin.

Artinya:

Ayahnya berkata: Hai anakku, janganlah kami ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu. Maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

2 dari 3 halaman

Cerita Nabi Yusuf dan Ayahnya Perihal Mimpi

Surat Yusuf ayat 4 sekaligus ayat 5 ini menceritakan Nabi Yusuf dan ayahnya yang sedang berbincang. Kisah Nbai Ya’kub dan Nabi Yusuf inii pantas dijadian pelajaran bagaimana menjalin hubungan antara anak dengan ayahnya.

Ilustrasi© freepik.com

Surat Yusuf ayat 4 berisi tentang Nabi Yusuf yang menceritakan mimpinya kepada sang ayah bahwa ia melihat sebelas bintan, bulan dan matahari yang bersujud kepadanya.

Dilansir dari islami.co, Imam Ibnu Katsir menjelaskan Nabi Ya’qub mengetahu arti mimpi itu. Sebelas bintang yang dimaksud adalah saudara-saudara Nabi Yusuf, sementara rembulan dan matahari adalah ibu dan ayahnya.

Sebagai ayah, Nabi Ya’qub menunjukkan keteladannya. Ia melihat adanya kemungkinan anak-anaknya terjerumus pada tipu daya setan berupa rasa iri dan dengki antar keluarga. Sehingga Nabi Ya’qub menyarankan Nabi Yusuf untuk menyembunyikan mimpinya. Saran ayahnya ini tertuang dalam surat Yusuf ayat 5.

Langkah ini diambil sebagai upaya menyelamatkan anak-anaknya dari rasa iri dan dengki. Sebab andai mereka mengetahuinya mungkin akan muncul rasa iri. Terbukti saat saudara-saudara Nabi Yusuf tahu mimpi itu, mereka iri dan membenci Nabi Yusuf.

3 dari 3 halaman

Menjaga Diri dari Tukang Iri

Sudah sangat jelas bahwa saran Nabi Ya’qub kepada Nabi Yusuf merupakan satu langkah supaya kita terhindar dari para pendengki. Menghindari rasa iri dari orang lain sangatlah penting yaitu dengan menyembunyikan kemewahan dan nikmat yang dimiliki. Hal ini tertuang dalam ajaran Islam, khususnya surat Yusuf ayat 4.

Ibnu Katsir menyebutkan, sebaiknya menyembunyikan suatu nikmat yang sedang akan didapat sampai nikmat tersebut benar-benar didapatkan. Ibnu Katsir dan juga ahli tafsir lainnya mengutip sebuah hadi yang diriwayatkan oleh Ibn ‘Adiy dan Abu Nu’aim yang artinya:

Berusahalah memperoleh kebutuhanmu dengan cara menyembunyikannya. Sesungguhnya setiap nikmat memilikii pendengkinya masing-masing.

Itulah makna yang terkandung dalam surat Yusuf ayat 4 sekaligus 5. Begitu dalam makna yang tersirat di dalamnya, sebagai pelajaran betapa pentingnya kita menjaga diri dari para pendengki dengan tidak menceritakan nikmat yang didapatkan.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Beri Komentar