Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Fajar.co.id)
Dream - Aksi premanisme kembali mencoreng dunia pendidikan. Orang tua siswa melakukan penganiayaan terhadap Dasrul, guru di SMK 2 Makassar, Rabu 10 Agustus 2016.
Tak terima, Dasrul langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Tamalate dalam kondisi tubuhnya masih berdarah-darah. Wajah Dasrul penuh luka, bajunya berlumuran darah.
Adnan Ahmad (43 tahun) pelaku pemukulan mengakui memukul Dasrul lantaran si guru menghukum anaknya yang berinisial AAS (15 tahun) di sekolah. Pemicunya, AAS ....
© Dream
Dream - AAS disebutkan tidak membawa pekerjaan rumah (PR). Setelah dihukum, Alief langsung menghubungi bapaknya melalui ponsel untuk melaporkan, jika dirinya dihukum oleh korban.
Tak lama berselang, Adnan Ahmad pun datang ke SMK 2 dan bertemu dengan korban. Pada saat keduanya bertemu, terjadi percekcokan. Pelaku secara refleks menonjok wajah korban hingga berdarah-darah.
© Dream
Dream - Kepala Polsek Tamalate Kompol Azis Yunus mengatakan pelaku sudah diamankan di kantor untuk dimintai keterangan oleh penyidik. Adapun korban yang menderita luka di bagian wajah sudah menjalani perawatan di rumah sakit, sekaligus mendapatkan visum.
Menurut Azis, penganiayaan oknum orang tua siswa terhadap guru akibat kesalahpahaman. Pelaku yang terbawa emosi mendatangi sekolah dan langsung memukul guru anaknya. Dari keterangan sementara, kejadian bermula saat Dahrul menegur sang anak karena tidak menyetor pekerjaan rumah.
© Dream
Dream - AAS disebut melontarkan kata-kata kotor dan tidak sopan kepada gurunya, yang dibalas dengan tamparan secara spontan. Dia kemudian menelepon orang tuanya yang datang dengan emosi dan memukuli sang guru.
“ Kasus ini sedang kita selidiki,” kata Azis saat dikonfirmasi lewat telepon, Rabu (10/8)
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya