Tragis, Gadis Cantik Tewas Duduk di Atas Bom

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 25 November 2015 08:20
Tragis, Gadis Cantik Tewas Duduk di Atas Bom
Bom meledak dengan kekuatan 'setara dengan satu kilo TNT'.

Dream - Tragisnya nasib gadis muda cantik bernama Maria Ivleva ketika duduk di atas bom yang meledak dan meruntuhkan pesawat Rusia yang ditumpanginya pada 31 Oktober lalu di atas gurun Sinai.

Ivleva, 15 tahun, diduga adalah orang pertama yang tewas dalam tragedi tersebut. Temuan ini diketahui setelah penyidik mempersempit sumber ledakan yang ternyata berada di bawah salah satu dari dua kursi.

Penyidik mengatakan, bom yang menewaskan 224 orang itu, diletakkan di bawah kursi nomor 31A, di mana Ivleva duduk, atau 30A, di mana Nadezhda Bashkova, 77 tahun, duduk tepat di depan gadis malang tersebut.

Penyidik mengatakan ada kemungkinan bahwa mereka tewas seketika saat bom meledak dengan kekuatan 'setara dengan satu kilo TNT'.

Namun, penumpang lain menderita lebih lama dalam kepanikan akibat ledakan saat pesawat jatuh dari ketinggian 31.000 kaki dengan kecepatan 6.000 kaki per menit sebelum menghantam tanah.

Episentrum ledakan itu ditemukan berkat tes kimia dan forensik lainnya pada Airbus A321, menurut sebuah laporan yang dirilis hari ini oleh organisasi berita Rusia LifeNews.

Satu teori adalah bahwa bom bisa saja ditempatkan di bawah kursi di ruang di mana jaket pelampung penyelemat (lifejacket) biasanya berada.

Zona ledakan bom kemungkinan membentang hingga enam baris kursi dan meninggalkan lubang besar di ekor pesawat yang jatuh dari langit pada kecepatan 6.000 kaki per menit.

" Penyidik dan ahli dinas rahasia berhasil menemukan kursi di mana teroris menanam bom yang menghancurkan Airbus A321," kata laporan dari media pro-Kremlin.

" Bom yang setara dengan satu kilo TNT itu meledak dan kekuatannya menghantam ke depan hingga baris 27. Sedangkan gelombang ledakan juga sedikit mundur dan memukul baris 32. Para ahli yang menguji potongan dan badan pesawat mencatat bahwa orang-orang yang duduk di kursi di dekat bom, hampir pasti mati seketika."

Tempat duduk - dan di sekitar 30A dan 31A - ditempati oleh wisatawan Rusia yang berlibur ke Sharm El Sheikh, Mesir.

Tidak ada kesimpulan mereka pembom bunuh diri, sebaliknya mereka dipandang sebagai korban yang tidak bersalah di antara 224 orang yang tewas dalam bencana udara terburuk yang pernah dialami Rusia.

Pekan lalu Rusia mengungkapkan bahwa Inggris terus memberikan data tentang kecelakaan pada tanggal 31 Oktober itu dan Moskow telah menawarkan hadiah US$ 50 juta untuk informasi tentang pelaku.

(Sumber: Daily Mail)

Beri Komentar