Saat Tsunami Aceh Mengetuk Hati Pemuda Malaysia

Reporter : Sugiono
Selasa, 15 Mei 2018 12:16
Saat Tsunami Aceh Mengetuk Hati Pemuda Malaysia
Bencana tsunami Aceh pada 2004 silam telah membuka hatinya untuk jadi aktivis kemanusiaan dunia.

Dream - Seorang pria Malaysia mengalami pencerahan batin setelah menjadi sukarelawan untuk korban bencana tsunami Aceh pada 14 tahun silam.

Bencana tsunami yang melanda Aceh dan beberapa negara bagian di bagian utara Semenanjung Malaysia pada 26 Desember 2004 itu, menjadi awal kisah Mohd Hafez Harun aktif sebagai sukarelawan program kemanusiaan dan dakwah.

Pria 37 tahun itu mengaku, bencana 14 tahun yang lalu itu membuka pintu hatinya untuk secara aktif membantu orang lain yang dalam kesulitan. Tidak hanya di Malaysia, tetapi juga di seluruh dunia.

Lulusan Diploma Multimedia dari Selangor International Islamic University College (KUIS) ini sekarang lebih fokus pada isu-isu Palestina.

Mohd Hafez sekarang aktif sebagai sukarelawan untuk Yayasan Al Amin yang didirikan ustaz terkenal Malaysia, Muhammad Abdullah Al Amin.

" Saat tsunami melanda Aceh dan sebagian Malaysia, saya sedang kuliah di KUIS. Bersama teman-teman kuliah, saya ke Kota Kuala Muda, Kedah untuk membantu korban yang terkena dampak.

" Akibat bencana itu, para korban mengalami banyak kesulitan. Penderitaan mereka menyentuh hati saya. Jadi setelah itu saya memutuskan untuk aktif sebagai sukarelawan dalam sebuah program yang diselenggarakan oleh beberapa organisasi non-pemerintah (LSM).

" Selain aktif di negara ini, saya juga membantu para korban atau yang kurang beruntung di Palestina, Spanyol, Bosnia-Herzegovina dan Bangladesh," katanya.

Hafez Harun pertama kali ke Palestina, khususnya ke Masjid Al-Aqsa, pada tahun 2013. Saat itu dia menjadi petugas media dari Yayasan Al Amin yang mengirim relawan untuk membantu para korban bombardier jet-jet tempur Israel ke Bait Laia dan Khan Yunis.

(ism, Sumber: hmetro.com.my)

Beri Komentar