Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Grunta Goebbels. (foto: Worldnewsdaily)
Dream – Kemajuan teknologi membuat manusia bisa melakukan banyak hal. Termasuk melakukan program bayi tabung yang sudah dilakukan orang.
Dan lihatlah di Denmark. Pengadilan negeri Skandinavia itu mengizinkan seorang perempuan untuk meneruskan program bayi tabung dengan sperma beku almarhum ayahnya.
Di sejulah negara, terutama dengan penduduk mayoritas Muslim, tentu akan menjadi kontroversi. Di Denmark pun hubungan ini terlarang. Tapi keputusan kontroversial ini nyatanya malah bisa menjadi dasar undang-undang Uni Eropa yang sah.
Grunta Goebbels, itulah perempuan yang tengah hamil dengan benih beku milik sang ayah kandung, Helmut Goebbels (73). Gunta berbadan dua sejak bulan Juli silam.
Wanita berusia 34 tahun itu membuat keputusan tersebut berdasarkan pada hubungan cinta sedarah yang selama ini dia jalani dengan ayahnya secara diam-diam.
© Dream
Jalinan asmara ini terjadi sejak tahun 2006. “ Sejak masih kecil, ayahku telah dan akan menjadi kekasihku selamanya. Merupakan sebuah kehormatan bisa mengandung keturunannya dalam rahimku,” kata Grunta.
Awalnya, Pengadilan Denmark menolak kehamilan Grunta dan memintanya menggugurkan kandungan. Namun akhirnya Pengadilan Denmark memberi izin untuk meneruskan kehamilan tersebut.
© Dream
Saat mengajukan In Vitro Fertilization atau program bayi tabung pada Februari silam, ayah dan anak ini tak pernah melapor ke pihak berwenang bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
Pihak berwenang baru menyadari Grunta dan Helmut –yang tewas dalam kecelakaan setelah pengajuan program bayi tabung– adalah sepasang kekasih 12 minggu setelah wanita itu menjalani program bayi tabung.
© Dream
Meski hubungan sedarah dilarang di Denmark dan bisa diancam hukuman penjara 6 tahun, pengadilan melihat bahwa program bayi tabung tidak melibatkan hubungan seksual sehingga diperbolehkan.
Menurut para ahli hukum, kasus seorang anak hamil oleh ayahnya melalui program bayi tabung ini bisa dianggap legal di Eropa satu saat nanti.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya