Ilustrasi Listrik (merdeka.com)
Dream - Pengeluaran masyarakat pada bulan ini bakal sedikit berkurang. Pemicunya, tarif dasar listrik untuk pelanggan non subsidi bakal turun selama Oktober 2014.
Penurunan tarif listrik ini disebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat sepanjang September 2014.
Sebagai informasi, empat golongan pelanggan non subsidi adalah rumah tangga besar (R3), bisnis menengah (B2), bisnis besar (B3), dan kantor pemerintah (P1).
Artinya, pelanggan listrik PLN seperti hotel, mal, pabrik, dan rumah mewah akan membayar tarif lebih murah pada bulan ini.
" Prinsipnya automatic tariff adjustment. Karena kurs dolar AS rata-rata pada September 2014 turun, maka tarif Oktober ikut turun," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jarman, di Jakarta Convention Center, Rabu, 1 Oktober 2014.
Mengutip situs resmi PT Perusahaan Listrik Negara bakal mengenakan tarif listrik pelanggan golongan B2, P1, dan R3 menjadi Rp 1.115 per kWh, atau turun dibanding September lalu Rp 1.531 per kWh.
Sedangkan mal dan hotel di kategori B3 turun tipis menjadi Rp 1.153 per kWh dari sebelumnya sebesar Rp 1.155 per kWh.
Menurut Jarman seperti dikutip Merdeka.com, penyesuaian tarif listrik otomatis itu sudah diterapkan sejak 1 Mei lalu. " Itu mengikuti pergerakan nilai tukar rupiah, harga minyak, dan inflasi," ungkapnya. (Ism)
Advertisement

Spesies Kucing Baru Ditemukan di Bolivia, Ukurannya Lebih Kecil dari Kucing Rumahan

Kurang Tidur Bikin Kepala Sakit? Ini yang Terjadi pada Tubuh dan Cara Mengatasinya

Sarapan Sebaiknya Protein atau Karbohidrat? Ahli Gizi Ungkap Pilihan yang Lebih Tepat

Mengapa Motif Batik Mega Mendung Mirip dengan Desain Awan China?

5 Tipe Orang yang Suka Menunda Pekerjaan, Anda Termasuk yang Mana?


Mengapa Motif Batik Mega Mendung Mirip dengan Desain Awan China?