Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Khitan Massal Mualaf Di Papua (IMS)
Dream - Sebanyak 100 mualaf di pedalaman Papua mengikuti khitanan massal yang diselenggarakan oleh Islamic Medical Service (IMS). Sunatan massal ini dilaksanakan pada Sabtu hingga Minggu pekan lalu di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Sorong.
“ Meski bukan liburan sekolah, antusias peserta dan orangtua untuk menkhitankan anak-anaknya cukup tinggi. Padahal tempat tinggal sebagian besar peserta jaraknya lumayan jauh,” kata Syaifuddin Hamid, dokter yang menjadi ketua Tim IMS, Selasa 19 Januari 2016.
Dari 100 mualaf yang ikut sunatan massal itu, 20 di antaranya sudah berusia dewasa, sementara 80 masih anak-anak dan remaja. Tim medis IMS juga memberi arahan tentang manfaat khitan serta perawatan kesehatan setelah khitan agar tidak terjadi infeksi.
Salah seorang mualaf, Thomas (40), bersyukur dengan kegiatan khitan massal ini. “ Kami bersyukur dengan acara khitanan massal ini, alhamdulillah ada saudara kami yang belum pernah berjumpa dengan kami tapi peduli dengan kesehatan kami disini,” ungkap Thomas.
Pada khitanan massal ini, IMS bekerjasama dengan Badan Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah Bank Mandiri (BPZIS Mandiri). Selain dikhitan secara gratis, setiap peserta memperolah bingkisan alat salat serta uang saku.
Program khitan massal ini memang tengah menjadi fokus IMS, lembaga kesehatan nasional di bawah naungan ormas Islam Hidayatullah, ini. Selain Papua, IMS juga akan melakukan khitanan massal mualaf di Kepulaun Mentawai, Sumatera Barat.
“ Banyak para mualaf dhuafa yang tersebar di Indonesia yang belum dikhitanan,” kata Humas IMS, Imron Faizin.
“ Setelah masuk Islam, tentu khitan adalah hal yang wajib dilakukan. Sementara belum banyak lembaga sosial yang menggarap program khitan untuk para mualaf ini,” tambah Imron.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane