IHSG Rebound di Penutupan Sesi I, Indeks Bluechips Terpeleset
Ilustrasi (FOTO: Antara.com)
Reporter : Syahid Latif
IHSG sempat memulai sesi prapembukaan di zona merah namun langsung berbalik menguat setelah satu jam sesi perdagangan dibuka
DREAM.CO.ID - Pergerakan indeks bursa saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini (Rabu, 30/9/2026) bergerak menguat setelah sempat fluktuatif di awal perdagangan.
IHSG menutup sesi pertama dengan kenaikan 0,15% atau naik 9,186 basis point ke level 6.130,886.
BEI membuka perdagangan di akhir September 2026 dengan melemah tipis 3,65 poin (0,06%) ke level 6.118,05 saat sesi pembukaan dibuka pukul 09.00 WIB. Namun, aksi beli yang dilakukan sejumlah investor sempat membuat IHSG kembali ke zona hijau dengan menyentuh level tertinggi di 6.184,37 pada satu jam pertama perdagangan.
Laju indeks sempat kembali mengalami tekanan setelah aksi jual investor dan mendorong IHSG terpuruk ke posisi terendahnya pada sesi perdagangan pertama di level 6.109,10.
Penguatan indeks pada sesi pertama ini didorong oleh menguatnya harga saham dari 513 emiten. Sementara 389 saham lainnya mendapat tekanan jual dan 285 saham tak mengalami perubahan harga.
Volume perdagangan sesi pertama ini mencapai 180,2 milair saham dengan nilai mencapai Rp6,35 triliun.
Meski IHSG mengalami penguatan, kondisi berbalik justru terjadi pada saham-sama bluechips. Indeks LQ45 tercatat ditutup melemah 0,369 poin 0,06%) ke level 607,79.
Sebanyak 17 saham bluechips tercatat bergerak ke zona merah dan memberikan tekanan besar pada laju indeks LQ45. Sementara 26 saham bluechips bergerak menguat dan sisanya stagnan.
Saham-saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi (top gainer) pada sesi pertama ini dipimpin oleh UNTR yang menguat 1.075 poin (4,27%), diikuti PGUN 750 poin (8,02%), SONA 670 poin (18,98%), BSWD 570 poin (24,68%), dan BLTZ yang naik 455 (24,53%).
Sementara top loser saham dihuni oleh emiten ALKA yang mengalami koreksi harga 1.100 poin (14,86%), MPRO 575 poin (4,79%), ADES 500 poin (1,39%), BSSR 350 poin (6,45%), dan SGSS yang terkoreksi 205 poin (14,80%).
Dari sektoral, penguatan saham sektor industri yang menguat 1,63% turut menopang laju positif IHSG. Diikuti sektor konsumer non primer 1,06%, material dasar 0,91%, infrastruktur 0,74%, dan energi 0,19%.
Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, keuangan, teknologi, dan properti.
Mengutip laman vibizmedia, Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rebound dari 13 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah menurunnya harga minyak mentah dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi terbatas.
Pada sesi berikutnya, IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijaunya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.380 dan 6.521. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.