JK: Dalam Dunia Hari Ini, Lebih Berbahaya Kekurangan Listrik Ketimbang Kekurangan Beras

Dinar | Minggu, 20 September 2026 10:39

Reporter : Okti Nur

JK menilai kelangkaan listrik kini lebih berbahaya daripada kekurangan beras karena ketergantungan masyarakat terhadap energi terus meningkat.

DREAM.CO.ID - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa dalam situasi hari ini, di mana perang berpusar pada energi, kelangkaan energi bagi sebuah negara jauh lebih berbahaya ketimbang kelangkaan beras. Hal itu disampaikan oleh Jusuf

Kalla dalam acara Town Hall yang digelar oleh Endgame milik Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, di Jakarta, Sabtu 19 September 2026.

Jika sebuah negara mengalami kelangkaan beras, kata JK, pemerintah masih bisa mengimpor dari negara lain. Negara seperti kita masih bisa impor dari Thailand, Vietnam dan negara lain, oleh karena cadangan di negara mereka masih tersedia.

Oleh karena beras, lanjut JK, lebih mudah diimpor dari negara lain ketimbang Bahan Bakar Minyak (BBM) maka kelangkaan BBM itu lebih berbahaya ketimbang kelangkaan beras.

Pemakaian BBM mengalami kenaikan oleh karena gaya hidup kita berubah. Sekian tahun lalu, lanjutnya, sedikit keluarga yang pakai peralatan yang butuh listrik di rumah. Hari ini sudah jutaan rumah yang punya peralatan yang butuh listrik. Jadi listrik sudah lebih dari sekadar mengalir energi ke lampu agar terang.

Listrik sudah menyangkut gaya hidup. Jutaan rumah pakai kulkas. Pakai air condition (AC). Pemasak air. Kalau benar data bahwa ada 350 juta telepon seluler di Indonesia, bayangkan kalau sebanyak itu di-charge bersamaan pada malam hari, berapa listrik yang dihabiskan.

Belum lagi mobil. Kalau makin banyak yang pakai mobil listrik, maka kebutuhan akan listrik terus melonjak dan kita makin bergantung. Kalau tiba-tiba energi langka, maka semua ketergantungan itu sudah pasti terganggu.

JK menjelaskan bahwa sekian tahun, ketika menjadi wakil presiden, dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah bertekad membangun 35 ribu Megawatt listrik di seluruh Indonesia, oleh karena memang sudah dihitung kebutuhannya akan besar sekali.

Itu pula sebabnya pemerintah memerintahkan bikin tabung gas ukuran kecil supaya tidak semuanya bergantung pada BBM.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id