8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
© Pexels.com/Cottonbro Studio
Reporter : Abidah
Cara mengombinasikan makanan dalam satu piring juga dapat memengaruhi seberapa banyak nutrisi yang akhirnya diserap dan digunakan oleh tubuh.
DREAM.CO.ID - Memilih makanan bergizi merupakan salah satu cara menjaga kesehatan. Namun, bukan hanya jenis makanan yang perlu diperhatikan. Cara mengombinasikan makanan dalam satu piring juga dapat memengaruhi seberapa banyak nutrisi yang akhirnya diserap dan digunakan oleh tubuh.
Beberapa zat gizi bekerja lebih baik ketika dikonsumsi bersama nutrisi tertentu. Lemak sehat, misalnya, dapat membantu penyerapan vitamin dan senyawa yang larut dalam lemak. Sementara itu, vitamin C dapat membantu tubuh menyerap zat besi yang berasal dari tumbuhan.
Dilansir dari Verywell Health, berikut delapan kombinasi makanan yang dapat membantu tubuh memanfaatkan nutrisi dengan lebih optimal.
1. Wortel dan Hummus
Wortel merupakan sumber beta-karoten, yaitu karotenoid yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A dan berperan dalam mendukung kesehatan penglihatan. Karena karotenoid larut dalam lemak, penyerapannya dapat meningkat ketika wortel dikonsumsi bersama sumber lemak.
Hummus menjadi salah satu pilihan menarik karena dibuat dari campuran buncis, tahini, dan minyak zaitun. Kombinasi tersebut menyediakan lemak yang dapat membantu penyerapan beta-karoten dari wortel.
Penelitian menunjukkan penyerapan karotenoid meningkat ketika dikonsumsi bersama minyak zaitun, terutama ketika lemak tersebut berada dalam bentuk emulsi.
2. Telur dan Sayuran
Menambahkan telur ke dalam makanan berbahan dasar sayuran bukan hanya membuat hidangan lebih mengenyangkan. Lemak yang terdapat dalam kuning telur juga dapat membantu tubuh menyerap nutrisi tertentu yang larut dalam lemak dari sayuran.
Sebuah penelitian menemukan bahwa menambahkan telur utuh yang dimasak ke dalam salad sayuran mentah meningkatkan penyerapan karotenoid dan vitamin E secara signifikan dibandingkan mengonsumsi salad tanpa telur.
Karena itu, telur dapat dipadukan dengan sayuran dalam menu sarapan atau ditambahkan ke dalam semangkuk sayuran dan biji-bijian.
3. Bayam dan Jeruk
Bayam mengandung zat besi non-heme, yaitu jenis zat besi yang berasal dari tumbuhan dan secara umum lebih sulit diserap tubuh dibandingkan zat besi heme yang ditemukan pada produk hewani.
Salah satu cara meningkatkan penyerapannya adalah mengonsumsi sumber vitamin C secara bersamaan. Jeruk merupakan salah satu sumber vitamin C yang dapat dipadukan dengan bayam dalam salad.
Selain jeruk, sumber vitamin C lain seperti paprika merah, stroberi, dan lemon juga dapat menjadi pasangan bayam untuk membantu penyerapan zat besi.
4. Teh Hijau dan Lemon
Teh hijau mengandung epigallocatechin gallate atau EGCG, salah satu antioksidan yang banyak dikaitkan dengan berbagai potensi manfaat kesehatan. Namun, senyawa tersebut relatif tidak stabil dan penyerapannya oleh tubuh tergolong rendah.
Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan vitamin C atau asam askorbat dapat membantu menstabilkan EGCG sekaligus meningkatkan penyerapannya. Karena itu, menambahkan perasan lemon ke dalam teh hijau dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengombinasikan keduanya.
Meski demikian, penelitian pada manusia masih diperlukan untuk memastikan seberapa besar pengaruh kombinasi tersebut terhadap penyerapan EGCG.
5. Kunyit dan Lada Hitam
Kurkumin merupakan senyawa aktif dalam kunyit yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Masalahnya, kurkumin tidak mudah diserap tubuh ketika dikonsumsi sendiri.
Di sinilah lada hitam dapat berperan. Piperin, senyawa yang terdapat dalam lada hitam, dapat meningkatkan penyerapan kurkumin. Karena itu, kedua bahan tersebut sering dipadukan dalam masakan.
Kombinasi kunyit dan lada hitam berpotensi membantu tubuh memperoleh manfaat dari kurkumin, meskipun manfaat kesehatan spesifiknya tetap bergantung pada keseluruhan pola makan dan kondisi seseorang.
6. Salmon dan Sayuran Hijau
Ikan berlemak seperti salmon merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung vitamin D. Vitamin D sendiri membantu tubuh menyerap kalsium, mineral penting untuk kesehatan tulang.
Menggabungkan salmon dengan sayuran hijau yang mengandung kalsium, seperti kale atau bok choy, dapat menghasilkan kombinasi makanan yang mendukung kesehatan tulang.
Kombinasi tersebut sekaligus memberikan protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam satu menu.
7. Yogurt dan Pisang
Kesehatan pencernaan tidak hanya berkaitan dengan probiotik atau bakteri baik, tetapi juga prebiotik, yaitu serat yang menjadi makanan bagi bakteri tersebut.
Yogurt umumnya mengandung bakteri dari kelompok Lactobacillus, sedangkan pisang menyediakan jenis serat prebiotik tertentu. Ketika probiotik dan prebiotik yang saling melengkapi dikonsumsi bersama, kombinasi tersebut dikenal sebagai sinbiotik.
Kombinasi yogurt dan pisang karena itu dapat menjadi pilihan camilan yang tidak hanya mengandung protein dan karbohidrat, tetapi juga mendukung lingkungan bakteri baik di dalam saluran pencernaan.
8. Apel dan Selai Kacang
Apel merupakan sumber karbohidrat dan serat yang baik untuk dijadikan camilan. Namun, menambahkan selai kacang dapat membuat kombinasi tersebut lebih mengenyangkan dan membantu menjaga gula darah lebih stabil.
Selai kacang menyediakan protein dan lemak, sementara apel menyediakan karbohidrat berserat. Kombinasi ketiganya dapat membantu menyediakan energi secara lebih konsisten dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dibandingkan hanya mengonsumsi apel.
Pada akhirnya, mendapatkan nutrisi yang optimal bukan hanya soal memilih makanan yang sehat. Memadukan makanan dengan tepat juga dapat membantu tubuh menyerap dan menggunakan sejumlah nutrisi secara lebih efektif. Kombinasi sederhana seperti bayam dan jeruk, telur dan sayuran, atau yogurt dan pisang dapat menjadi cara praktis untuk membuat pola makan sehari-hari lebih seimbang.