3 Manfaat Labu Siam bagi Kesehatan dan Cara Mengolahnya

Stories | Kamis, 17 September 2026 12:00

Reporter : Abidah

Labu siam merupakan sayuran yang cukup fleksibel untuk dikonsumsi mentah maupun dimasak. Kandungan serat dan senyawa antioksidannya membuatnya sehat.

DREAM.CO.ID - Labu siam atau manisah mungkin lebih sering hadir sebagai bahan sayur bening, tumisan, atau campuran sayur lodeh. Sayuran berbentuk seperti buah pir berwarna hijau muda ini memiliki rasa yang ringan dan sedikit manis, dengan tekstur renyah seperti mentimun. Di balik rasanya yang sederhana, labu siam mengandung serat, vitamin C, serta sejumlah senyawa tanaman yang dapat mendukung kesehatan tubuh.

Dilansir dari Health, labu siam merupakan sayuran yang cukup fleksibel untuk dikonsumsi mentah maupun dimasak. Kandungan serat dan senyawa antioksidannya membuatnya menarik sebagai bagian dari pola makan seimbang.

1. Membantu Melindungi Sel dari Kerusakan

Labu siam mengandung berbagai senyawa tanaman, termasuk flavonoid, asam fenolat, dan cucurbitacin. Senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan dan antiperadangan.

Antioksidan membantu menetralkan senyawa sangat reaktif yang disebut reactive oxygen species (ROS). Jika jumlah ROS terlalu tinggi, tubuh dapat mengalami kerusakan sel, termasuk kerusakan DNA. Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko sejumlah penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Karena itu, konsumsi labu siam dapat menjadi salah satu cara menambah asupan senyawa antioksidan dari makanan sehari-hari. Namun, manfaat ini sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pola makan secara keseluruhan, bukan efek dari satu jenis sayuran saja.

2 dari 4 halaman

2. Baik untuk Pencernaan dan Jantung

Salah satu keunggulan labu siam adalah kandungan seratnya. Dalam satu cangkir labu siam matang terdapat sekitar 4,48 gram serat, atau sekitar 16 persen dari nilai harian.

Serat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan dapat membantu mencegah masalah seperti sembelit. Pola makan tinggi serat juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah mengalami wasir dan penyakit divertikular.

Jenis serat larut dalam labu siam juga dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Bakteri tersebut membantu menjaga sel-sel yang melapisi usus besar sekaligus membantu mengendalikan peradangan.

Manfaatnya tidak berhenti pada sistem pencernaan. Serat dapat mengurangi penyerapan kolesterol di dalam usus dan membantu membuangnya melalui tinja. Secara umum, pola makan tinggi serat dikaitkan dengan tingkat penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah.

 

3 dari 4 halaman

3. Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah dan Tekanan Darah

Serat, vitamin, mineral, dan antioksidan dalam labu siam juga berpotensi mendukung pengendalian gula darah dan tekanan darah.

Beberapa senyawa polifenol dalam labu siam, seperti asam kumarat dan quercetin, dapat membantu melebarkan pembuluh darah. Mekanisme tersebut diduga berkontribusi terhadap efek penurunan tekanan darah.

Labu siam juga berpotensi membantu mengontrol gula darah jangka panjang yang diukur melalui kadar HbA1c. Senyawa flavonoid tertentu di dalamnya diduga dapat memperlambat proses pencernaan dan penyerapan glukosa di saluran pencernaan.

 

4 dari 4 halaman

Rendah Kalori dan Mudah Diolah

Selain serat, labu siam tergolong rendah kalori. Satu cangkir labu siam matang hanya mengandung sekitar 38,4 kalori, dengan 8,14 gram karbohidrat, 0,7 gram lemak, dan 0,99 gram protein.

Sayuran ini juga mengandung vitamin C dan zinc yang berperan sebagai antioksidan sekaligus mendukung fungsi kekebalan tubuh. Kandungan tembaga dan mangan di dalamnya turut mendukung pembentukan sel darah merah, metabolisme energi, sistem saraf, serta kesehatan tulang dan jaringan ikat.

Cara mengolahnya pun cukup beragam. Labu siam dapat ditambahkan ke tumisan, sup, atau semur. Sayuran ini juga bisa dipanggang utuh sebagai lauk pendamping atau dibelah lalu diisi biji-bijian, kacang-kacangan, dan daging ayam cincang sebelum dipanggang.

Jika ingin menyantapnya mentah, labu siam yang sudah dikupas dapat diiris tipis untuk campuran salad atau slaw. Kulitnya yang cukup keras dapat dikupas jika tekstur tersebut terasa kurang nyaman saat dimakan.

Dengan rasa yang ringan dan kandungan serat yang cukup tinggi, labu siam menjadi salah satu pilihan sederhana untuk menambah variasi sayuran dalam menu sehari-hari.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id