© Pexels.com/olly
DREAM.CO.ID - Pernah makan beberapa butir permen bebas gula dengan niat mengurangi asupan gula, tetapi beberapa saat kemudian perut terasa penuh, banyak gas, bahkan muncul dorongan mendesak untuk ke toilet? Kondisi ini cukup umum terjadi. Bukan berarti tubuh sedang mengalami gangguan serius. Salah satu penyebabnya justru berasal dari bahan pemanis yang digunakan untuk menggantikan gula biasa.
Permen bebas gula atau sugar-free candy umumnya menggunakan kelompok pemanis yang disebut gula alkohol (sugar alcohol). Bahan ini memberikan rasa manis dengan kalori yang lebih rendah dibandingkan gula meja dan tidak menyebabkan kenaikan gula darah dengan cara yang sama seperti gula biasa. Namun, tubuh tidak menyerap gula alkohol secara sempurna sehingga sebagian besar dapat melanjutkan perjalanan menuju usus besar.
Di sinilah masalah pencernaan pada sebagian orang dapat dimulai. Gula alkohol yang tidak terserap akan memengaruhi keseimbangan cairan di dalam usus sekaligus menjadi makanan bagi bakteri usus. Akibatnya, perut dapat terasa kembung, bergas, mulas, hingga menyebabkan tinja lebih lunak atau diare.
Tidak Sepenuhnya Diserap Usus
Berbeda dari gula biasa yang sebagian besar diproses dan diserap di usus halus, gula alkohol hanya diserap sebagian. Struktur kimianya membuat sistem pencernaan tidak dapat menyerapnya secara efisien.
Sebagian gula alkohol yang masih belum tercerna kemudian bergerak menuju usus besar. Semakin banyak jumlah yang dikonsumsi, semakin banyak pula bahan yang masuk ke bagian saluran pencernaan tersebut.
Kondisi ini menjelaskan mengapa seseorang mungkin tidak merasakan efek apa pun setelah makan satu atau dua permen, tetapi mengalami gangguan pencernaan setelah menghabiskan satu bungkus sekaligus.
Gula alkohol yang berada di usus tidak hanya menunggu untuk dikeluarkan. Zat tersebut dapat menarik air masuk ke saluran pencernaan melalui proses osmosis. Bertambahnya cairan membuat tinja menjadi lebih lunak dan dapat mempercepat pergerakan isi usus.
Efek tersebut bahkan memiliki prinsip yang serupa dengan cara kerja beberapa jenis obat pencahar osmotik. Karena itu, konsumsi gula alkohol dalam jumlah banyak dapat membuat seseorang lebih cepat ingin buang air besar, bahkan mengalami tinja encer atau diare.
Pada orang yang sensitif, efek ini bisa muncul tidak lama setelah mengonsumsi permen bebas gula. Semakin besar porsinya, semakin besar pula kemungkinan gejalanya.
Bakteri Usus Ikut Menghasilkan Gas
Masalahnya tidak berhenti pada tambahan cairan. Gula alkohol yang berhasil melewati usus halus akhirnya bertemu dengan miliaran bakteri di usus besar.
Bakteri tersebut dapat memanfaatkan gula alkohol yang tidak tercerna sebagai sumber makanan. Dalam proses fermentasi, bakteri menghasilkan berbagai gas, termasuk hidrogen, metana, dan karbon dioksida.
Proses inilah yang dapat menyebabkan perut terasa penuh, kembung, mulas, dan lebih sering kentut. Jadi, jika setelah makan banyak permen bebas gula seseorang mengalami kombinasi antara sering buang air besar dan buang gas, ada penjelasan fisiologis di baliknya.
Beberapa jenis gula alkohol yang sering ditemukan pada label makanan dan permen bebas gula antara lain sorbitol, xylitol, manitol, eritritol, dan maltitol.
Efek masing-masing bahan terhadap pencernaan juga berbeda. Eritritol cenderung lebih mudah ditoleransi karena sebagian besar dapat diserap di usus halus dan kemudian dikeluarkan melalui urine. Xylitol berada di tengah, biasanya dapat ditoleransi dalam jumlah kecil, tetapi bisa menimbulkan gangguan ketika dikonsumsi terlalu banyak.
Sementara itu, sorbitol, manitol, dan maltitol lebih sering dikaitkan dengan keluhan pencernaan karena penyerapannya relatif rendah dan efek osmotiknya dapat lebih terasa.
Karena itu, dua produk yang sama-sama diberi label " bebas gula" belum tentu memberikan pengalaman yang sama bagi pencernaan. Kandungan pemanisnya perlu diperhatikan, bukan hanya jumlah gula pada label.
Bagaimana Mengurangi Efek Sampingnya?
Jika tetap ingin menikmati permen bebas gula, kuncinya adalah memperhatikan jumlah. Cobalah mengonsumsi satu atau dua buah terlebih dahulu untuk mengetahui bagaimana respons tubuh. Hindari mengonsumsi banyak produk yang mengandung gula alkohol secara bersamaan, misalnya permen bebas gula, permen karet, dan minuman rendah gula.
Mengonsumsi permen bersama makanan juga dapat membantu mengurangi efek yang terlalu cepat pada saluran pencernaan. Selain itu, cukup minum air sepanjang hari dan beri jeda sebelum mengonsumsi porsi berikutnya.
Pada akhirnya, label " bebas gula" tidak selalu berarti " bebas efek samping" . Bagi sebagian orang, justru pemanis pengganti gula itulah yang membuat perut bekerja lebih aktif. Mengenali jenis gula alkohol dan membatasi porsinya dapat membantu menikmati makanan manis tanpa harus berakhir dengan perut kembung atau bolak-balik ke kamar mandi.
Advertisement
AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi Untuk Perempuan Indonesia

Sehari dalam Kehidupan Purbaya

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet


8 Cara Membantu Anak Mengembangkan Kecerdasan Intelektual dan Emosional

Cara Mudah Membedakan Buah dan Sayuran Berdasarkan Ilmu Botani

Jejak Purbaya Setahun Jadi Menkeu: 'To the Moon', 'Masih Bisa Senyum', Akhirnya 'Sudah Mati'

8 Cara Sederhana Tetap Aktif Bergerak meski Seharian Bekerja di Kantor

Mengapa Permen Bebas Gula Bikin Sering Kentut dan Buang Air Besar? Ini Penjelasannya


Mengenal Sistem Urutan Nama Orang Bali: Ketahui Siapa yang Paling Tua dan Muda