Bukan 2026, Negara-Negara Ini Masih Menggunakan Kalender dengan Tahun yang Berbeda
© Pexels.com/Bertelli Fotografia
Reporter : Abidah
Walau kalender Gregorian digunakan secara internasional, sejumlah negara tetap menggunakan kalender mereka sendiri untuk urusan pemerintahan, dokumen resmi, kehidupan keagamaan, atau kegiatan budaya.
DREAM.CO.ID - Jika saat ini kalender menunjukkan tahun 2026, angka itu belum tentu muncul di kalender resmi yang digunakan di sejumlah negara. Di suatu tempat, tahun yang sama bisa tertulis 1404, 1447, 2082, 2569, bahkan 5786. Perbedaan tersebut bukan sekadar soal cara menulis tanggal, melainkan jejak sejarah, agama, kerajaan, dan sistem penanggalan yang masih dipertahankan hingga sekarang.
Kalender Gregorian memang menjadi standar utama untuk penerbangan internasional, perdagangan, pasar keuangan, hingga teknologi digital. Namun, sejumlah negara tetap menggunakan kalender mereka sendiri untuk urusan pemerintahan, dokumen resmi, kehidupan keagamaan, atau kegiatan budaya.
Dilansir dari WorldAtlas, berikut negara-negara yang secara resmi masih menggunakan sistem penanggalan berbeda dari kalender Gregorian.
Iran dan Afghanistan Menggunakan Kalender Hijriah yang Berbeda
Iran menggunakan kalender Solar Hijri, yang menghitung tahun berdasarkan peristiwa Hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah pada 622 Masehi, tetapi menggunakan pergerakan matahari sebagai dasar penanggalannya. Tahun baru Iran, Nowruz, dimulai bertepatan dengan ekuinoks musim semi dan biasanya jatuh sekitar 21 Maret.
Karena menggunakan tahun matahari, angka tahunnya kini berada di kisaran 1400-an. Sistem ini berbeda dengan kalender Hijriah yang digunakan untuk menentukan Ramadan dan Idulfitri karena kalender tersebut berbasis peredaran bulan.
Afghanistan memiliki sistem berbeda. Selama bertahun-tahun negara ini menggunakan kalender Solar Hijri seperti Iran, tetapi pada 2022 pemerintahan Taliban menggantinya dengan kalender Hijriah lunar. Sistem tersebut juga dimulai dari tahun 622, tetapi satu tahunnya sekitar 11 hari lebih pendek daripada tahun matahari sehingga tanggal-tanggalnya terus bergeser terhadap musim.
Nepal dan Ethiopia Punya Selisih Tahun Mencolok
Nepal menggunakan Vikram Samvat, kalender lunisolar yang secara tradisional dikaitkan dengan Raja Vikramaditya. Angka tahunnya sekitar 56–57 tahun lebih maju dibandingkan kalender Gregorian. Karena itu, dokumen resmi Nepal dapat menunjukkan angka tahun 2080-an meskipun dunia internasional masih berada di 2020-an.
Sebaliknya, Ethiopia justru berada sekitar tujuh hingga delapan tahun di belakang kalender Gregorian. Kalender Ethiopia memiliki 13 bulan: 12 bulan masing-masing terdiri atas 30 hari dan satu bulan tambahan yang hanya memiliki lima atau enam hari.
Tahun baru Ethiopia biasanya jatuh pada 11 September dalam kalender Gregorian, atau 12 September pada tahun sebelum tahun kabisat. Perbedaan tersebut berasal dari perhitungan berbeda mengenai tahun kelahiran Yesus dan tradisi penanggalan yang tidak mengikuti reformasi Gregorian.
India, Bangladesh, dan Israel Mempertahankan Sistem Sendiri
India menggunakan Kalender Nasional India berbasis era Saka sejak 1957. Kalender ini berjalan sekitar 78 tahun di belakang kalender Gregorian dan digunakan berdampingan dengan kalender Gregorian dalam sejumlah keperluan resmi.
Bangladesh mempertahankan kalender Bengali, dengan tahun yang berada di kisaran 1400-an. Tahun barunya, Pohela Boishakh, dirayakan setiap pertengahan April dengan berbagai kegiatan budaya.
Sementara itu, Israel menggunakan kalender Ibrani bersama kalender Gregorian. Kalender ini merupakan sistem lunisolar dengan perhitungan tahun berdasarkan tanggal tradisional penciptaan dunia, sehingga angka tahunnya kini berada di kisaran 5700-an. Untuk menjaga agar bulan dan perayaan keagamaan tetap berada pada musim yang sesuai, kalender ini menambahkan satu bulan sebanyak tujuh kali dalam siklus 19 tahun.
Jepang dan Taiwan Menghitung Tahun dari Sejarah Politik
Jepang menggunakan kalender Gregorian untukmenentukan bulan dan tanggal, tetapi tetap mempertahankan sistem gengō, yaitu penamaan era berdasarkan masa pemerintahan kaisar. Era Reiwa dimulai pada 1 Mei 2019 setelah Kaisar Naruhito naik takhta. Karena itu, tahun Gregorian 2026 juga merupakan tahun Reiwa 8.
Taiwan menggunakan kalender Minguo, yang menghitung tahun sejak berdirinya Republik China pada 1912. Tahun 1912 menjadi Minguo 1 sehingga untuk mengubah tahun Gregorian menjadi Minguo, angka 1911 dikurangkan dari tahun Gregorian.
Thailand Hidup di Tahun 2569
Thailand menggunakan kalender matahari Thailand dengan sistem tahun Buddhist Era. Kalender ini menyelaraskan bulan dan tanggal dengan sistem Gregorian, tetapi perhitungan tahunnya berada 543 tahun di depan kalender Masehi.
Artinya, ketika kalender Gregorian menunjukkan 2026, kalender Thailand menunjukkan 2569. Sistem ini masih dapat ditemukan pada dokumen resmi, surat kabar, koin, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Keberadaan kalender-kalender tersebut menunjukkan bahwa cara manusia menghitung waktu tidak pernah sepenuhnya universal. Kalender juga dapat menjadi penanda sejarah, agama, dinasti, atau identitas sebuah negara. Bahkan, keberadaannya bisa berubah ketika sebuah pemerintahan memutuskan untuk mengganti sistem penanggalan. Pada 2024, Korea Utara diketahui meninggalkan kalender Juche yang sebelumnya menghitung tahun berdasarkan kelahiran Kim Il Sung dan kembali menggunakan penanggalan Gregorian.