Kanker Makin Banyak Menyerang Usia Muda, Penuaan Biologis Lebih Cepat Diduga Jadi Salah Satu Penyebab
© Pexels.com/Ilustrasi Kalender
Reporter : Abidah
Para peneliti menekankan bahwa temuan tersebut belum menjelaskan secara pasti mengapa kanker semakin banyak muncul pada usia muda.
DREAM.CO.ID - Kanker selama ini identik dengan pertambahan usia. Semakin lama seseorang hidup, semakin banyak kesempatan bagi sel tubuh mengalami kerusakan yang pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan tumor. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kanker semakin banyak ditemukan pada orang dewasa yang lebih muda. Penelitian terbaru menemukan kemungkinan penjelasan yang berkaitan dengan cara tubuh mengalami penuaan, bukan sekadar angka usia seseorang.
Penelitian yang dipimpin ilmuwan dari Washington University School of Medicine (WashU Medicine) menemukan bahwa generasi yang lebih muda cenderung menunjukkan tanda-tanda penuaan biologis lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya ketika dibandingkan pada usia kronologis yang sama. Penuaan biologis yang lebih cepat tersebut juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker yang muncul sebelum usia 55 tahun.
Dilansir dari ScienceDaily, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine menganalisis data lebih dari 154.000 orang dewasa muda yang terdaftar dalam UK Biobank. Para peneliti juga menggunakan data lebih dari 10.000 peserta di Amerika Serikat yang mengikuti program National Institutes of Health (NIH) All of Us Research Program.
Usia Tubuh Tidak Selalu Sama dengan Usia di KTP
Usia kronologis hanya menunjukkan berapa lama seseorang telah hidup. Sementara itu, usia biologis menggambarkan seberapa “tua” tubuh berdasarkan perubahan yang terjadi pada sel, organ, metabolisme, serta berbagai sistem fisiologis.
Peneliti menghitung perbedaan antara usia biologis dan usia kronologis pada kelompok kelahiran yang berbeda. Hasilnya menunjukkan adanya pola bahwa generasi yang lahir lebih baru cenderung memiliki profil biologis yang lebih tua dibandingkan generasi sebelumnya pada usia kronologis yang sama.
Pada peserta UK Biobank, orang yang lahir antara 1965 dan 1974 memiliki tingkat penuaan sistemik 23 persen dari satu standar deviasi lebih tinggi dibandingkan mereka yang lahir antara 1950 dan 1954, setelah usia kronologis diperhitungkan.
Perbedaannya bahkan lebih besar pada data dari Amerika Serikat. Peserta yang lahir antara 1990 dan 1999 memiliki tingkat penuaan sistemik 92 persen dari satu standar deviasi lebih tinggi dibandingkan kelompok yang lahir antara 1965 dan 1969.
Risiko Kanker Juga Meningkat
Para peneliti kemudian melihat apakah perbedaan penuaan biologis tersebut berkaitan dengan kanker yang muncul lebih awal. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat penuaan sistemik yang lebih tinggi pada kelompok yang lebih muda berkaitan dengan peningkatan risiko 8 persen terhadap kanker solid yang muncul sebelum usia 55 tahun.
Hubungan paling kuat terlihat pada kanker paru-paru, kanker saluran pencernaan, dan kanker rahim.
Ketika peserta dibagi berdasarkan tingkat penuaan sistemiknya, kelompok dengan tingkat penuaan paling tinggi memiliki risiko 15 persen lebih besar mengalami kanker solid onset dini dibandingkan kelompok dengan tingkat penuaan paling rendah.
Hubungan tersebut tetap terlihat setelah peneliti memperhitungkan faktor risiko kanker yang diwariskan secara genetik serta kecenderungan genetik terhadap penuaan yang lebih cepat.
Tidak Semua Organ Menua dengan Cara yang Sama
Penelitian ini juga menemukan bahwa penuaan biologis tidak berlangsung dengan pola yang sama pada seluruh bagian tubuh. Para peneliti menggunakan data biomarker klinis untuk mengukur penuaan sistemik dan data protein dalam darah untuk memperkirakan usia biologis organ atau sistem tertentu.
Hasilnya menunjukkan adanya hubungan spesifik antara penuaan beberapa sistem tubuh dengan jenis kanker tertentu. Penuaan sistem kekebalan tubuh yang lebih lanjut berkaitan dengan risiko kanker paru-paru onset dini, sedangkan penuaan jaringan lemak berkaitan dengan risiko kanker kolorektal onset dini.
Menurut peneliti, temuan ini dapat membantu mengembangkan pendekatan untuk mengidentifikasi orang yang memiliki risiko kanker lebih tinggi ketika mereka masih sehat.
“Jika kita dapat mengidentifikasi orang yang lebih muda dengan risiko kanker tertinggi ketika mereka masih sehat, kita dapat memusatkan strategi pencegahan dan deteksi dini pada individu yang paling mungkin mendapatkan manfaat dari intervensi lebih awal,” kata Yin Cao, ahli epidemiologi molekuler sekaligus profesor madya di WashU Medicine.
Belum Ada Satu Penyebab Tunggal
Para peneliti menekankan bahwa temuan tersebut belum menjelaskan secara pasti mengapa kanker semakin banyak muncul pada usia muda. Sebelumnya, tim Cao telah meneliti berbagai faktor yang dapat memengaruhi risiko kanker sepanjang hidup, termasuk obesitas, gangguan metabolisme, konsumsi alkohol, kurang aktivitas fisik, kualitas pola makan yang buruk, dan persalinan melalui operasi sesar.
Tidak satu pun faktor tersebut dianggap mampu menjelaskan keseluruhan tren seorang diri. Karena itu, penelitian terbaru mencoba melihat proses yang lebih luas, yakni bagaimana berbagai pengaruh lingkungan, gaya hidup, dan kondisi sosial dapat meninggalkan perubahan biologis dalam tubuh.
Cao dan timnya kini berupaya memahami bagaimana faktor-faktor tersebut terakumulasi sepanjang kehidupan hingga membuat sebagian orang lebih rentan terhadap kanker pada usia lebih muda. Tujuan akhirnya adalah menemukan cara untuk mengenali risiko sejak seseorang masih sehat sehingga pencegahan dan deteksi kanker dapat dilakukan lebih awal dan lebih sesuai dengan kondisi biologis masing-masing individu.