Kenapa Sebagian Orang Susah Bernyanyi Meski Sudah Berlatih Keras?
© Pexels.com/Kenneth Surillo
Reporter : Abidah
Penelitian menunjukkan banyak orang yang terdengar kurang bagus saat bernyanyi bukan karena gagal mendengar musik dengan benar.
DREAM.CO.ID - Pernah menyaksikan seseorang di acara karaoke menyanyikan lagu yang sangat dikenalnya, tapi hampir setiap nadanya meleset? Ia mungkin sudah berusaha mengikuti penyanyi asli dan mengulang lagu berkali-kali, tapi hasilnya tetap fals. Situasi ini sering dianggap bukti bahwa orang tersebut "tidak berbakat menyanyi".
Anggapan itu tidak sepenuhnya tepat. Penelitian menunjukkan banyak orang yang terdengar kurang bagus saat bernyanyi bukan karena gagal mendengar musik dengan benar. Masalahnya justru bisa terletak pada kemampuan otak mengubah apa yang didengar menjadi gerakan otot vokal yang tepat. Telinga mereka sudah tahu nada yang benar, tapi suara belum mampu mengikutinya.
Bernyanyi Butuh Lebih dari Suara Bagus
Bernyanyi dengan baik menuntut koordinasi sejumlah kemampuan sekaligus, dengan pitch (tinggi-rendah nada) dan timing (mengikuti ketukan) sebagai dua hal paling mendasar. Penyanyi terlatih bisa segera mengenali dan memperbaiki perbedaan kecil dalam nada, sementara otak dan sistem vokal orang yang belum terlatih mungkin belum terbiasa menerjemahkan nada yang didengar menjadi gerakan suara yang tepat.
Bernyanyi termasuk aktivitas motorik yang rumit. Otak mengatur aliran udara, posisi pita suara, dan gerakan mulut serta tenggorokan agar menghasilkan nada tertentu. Kemampuan bernyanyi, dengan demikian, tidak semata bergantung pada kemampuan mendengar, tapi juga koordinasi antara sistem pendengaran dan sistem motorik.
Telinga Bisa Tepat, Suara Bisa Meleset
Penelitian tentang penyanyi yang kurang akurat menemukan hal menarik: mengenali nada dan menghasilkan nada ternyata dua kemampuan yang berbeda. Seseorang bisa mengenali suara penyanyi lain terdengar lebih tinggi atau rendah, tapi begitu diminta menirukannya sendiri, hasilnya kerap tidak sesuai.
Penelitian Sean Hutchins dan Isabelle Peretz menemukan bahwa orang yang kesulitan bernyanyi justru bisa mencocokkan nada lebih baik lewat alat tertentu dibanding menggunakan suara mereka sendiri. Temuan ini mengarah pada satu kesimpulan: persoalannya tidak selalu terletak pada pendengaran, melainkan bisa berakar dari kontrol motorik vokal.
Otak dalam hal ini bekerja mirip sistem navigasi yaitu telinga memberi informasi tentang titik nada yang dituju, tapi sistem motorik belum tentu mampu membawa suara sampai ke titik tersebut. Nasihat seperti "dengar saja nadanya" karena itu tidak selalu cukup; yang perlu dilatih justru hubungan antara apa yang didengar dan bagaimana tubuh menghasilkan suara.
Genetik Berperan, tapi Bukan Penentu Tunggal
Komponen genetik ikut membentuk kemampuan musikal seseorang. Penelitian terhadap pasangan kembar menunjukkan pengaruh genetik yang cukup kuat terhadap kemampuan mengenali perbedaan nada, dengan ScienceABC menyebut heritabilitas kemampuan persepsi pitch berada pada kisaran 70-80 persen.
Kemampuan menghasilkan nada lewat suara sendiri, sebaliknya, termasuk keterampilan motorik yang bisa dipelajari dan dilatih. Seseorang yang tidak pernah mendapat latihan bernyanyi sejak kecil wajar memiliki kemampuan vokal berbeda dari mereka yang terbiasa mengikuti paduan suara. Kondisi ini menjelaskan mengapa label "tidak berbakat" kerap terlalu cepat diberikan, ketidakmampuan bernyanyi saat ini tidak otomatis berarti seseorang tidak akan pernah bisa memperbaikinya.
Tone Deaf Sejati Ternyata Langka
Istilah "tone deaf" sering dipakai untuk siapa saja yang bernyanyi fals, padahal kondisi yang secara medis dikenal sebagai congenital amusia jauh lebih spesifik. ScienceABC memperkirakan sekitar 1,5 persen populasi mengalami amusia, kondisi yang membuat seseorang kesulitan membedakan atau memproses nada musik tertentu. Sebagian besar orang yang merasa "tidak bisa menyanyi" dengan kata lain belum tentu benar-benar tuli nada.
Latihan Bisa Memperbaiki Kemampuan Bernyanyi
Kemampuan bernyanyi ternyata bisa dilatih layaknya keterampilan lain. ScienceABC mengutip sebuah eksperimen yang menemukan bahwa penyanyi dewasa dengan akurasi pitch rendah mampu meningkatkan ketepatan bernyanyi mereka setelah menjalani sesi latihan singkat disertai umpan balik visual mengenai nada yang mereka hasilkan.
Orang yang ingin memperbaiki kemampuan bernyanyi bisa memulai dari langkah sederhana: merekam suara sendiri untuk mengetahui bagian yang sering meleset, atau berlatih dengan piano dan aplikasi pendeteksi pitch untuk mendapat umpan balik langsung. Latihan pernapasan dan postur turut membantu, karena produksi suara membutuhkan koordinasi antara aliran udara dan pita suara. Bernyanyi bersama orang lain lewat kelompok vokal juga memberi kesempatan berlatih mencocokkan nada secara langsung.
Tidak Perlu Jadi Penyanyi Profesional
Latihan tentu tidak akan mengubah semua orang menjadi penyanyi profesional. Struktur anatomi saluran vokal, kemampuan pernapasan, dan rentang suara ikut menentukan karakter serta batas suara seseorang. Namun tujuan latihan tidak harus mencapai level profesional, kemampuan mempertahankan nada lebih tepat dan mengikuti ketukan saja sudah menjadi kemajuan berarti.
Jadi, jika suara Anda selalu terdengar fals saat karaoke, masalahnya mungkin bukan soal bakat. Bisa jadi telinga Anda sudah tahu nada yang benar, tapi otak dan otot vokal belum cukup terlatih untuk mencapainya dan seperti banyak keterampilan motorik lain, hubungan ini masih bisa diperbaiki lewat latihan yang tepat.