Kutub Utara vs Kutub Selatan, Mana yang Lebih Besar?
© Gemini Generated Image
Reporter : Abidah
Jika yang dibandingkan adalah wilayah daratan dan lapisan es di sekitarnya, Kutub Selatan jauh lebih besar. Sementara kutub utara merupakan sebuah titik dan bukan benua.
DREAM.CO.ID - Ketika melihat peta dunia, Kutub Utara dan Kutub Selatan tampak seperti dua wilayah yang sama-sama berada di ujung Bumi. Keduanya sama-sama dikenal sebagai kawasan paling dingin, tertutup es, dan memiliki siang serta malam yang berlangsung berbulan-bulan. Namun, jika dibandingkan lebih jauh, keduanya ternyata memiliki karakter geografis yang sangat berbeda. Lantas, mana yang lebih besar, Kutub Utara atau Kutub Selatan?
Jawabannya bergantung pada apa yang dimaksud dengan “besar”. Jika yang dibandingkan adalah wilayah daratan dan lapisan es di sekitarnya, Kutub Selatan jauh lebih besar. Sementara itu, Kutub Utara pada dasarnya bukan benua, melainkan titik yang berada di tengah Samudra Arktik.
Kutub Utara Berada di Laut, Kutub Selatan di Benua
Perbedaan paling mendasar antara keduanya terletak pada permukaan yang berada tepat di bawah kutub.
Kutub Utara berada di Samudra Arktik. Tidak ada daratan tepat di titik 90 derajat lintang utara. Wilayah tersebut merupakan lautan yang airnya membeku menjadi es laut. Ketebalan dan luas es laut Arktik juga berubah mengikuti musim.
Sebaliknya, Kutub Selatan berada di daratan. Titik geografis 90 derajat lintang selatan terletak di Benua Antarktika, sebuah benua yang hampir seluruh permukaannya tertutup lapisan es.
Karena itu, membandingkan “ukuran” Kutub Utara dengan Kutub Selatan sebenarnya tidak sepenuhnya setara. Kutub Utara merupakan titik geografis di atas lautan, sedangkan Kutub Selatan merupakan titik geografis di atas sebuah benua.
Antarktika Jauh Lebih Luas daripada Kawasan Arktik
Jika yang dimaksud adalah wilayah kutub secara geografis, Antarktika memiliki luas sekitar 14 juta kilometer persegi. Luas tersebut membuat Antarktika menjadi benua terbesar kelima di dunia, lebih luas daripada Australia dan hampir dua kali ukuran Australia.
Sebaliknya, kawasan Arktik tidak memiliki batas daratan yang sederhana karena wilayahnya mencakup Samudra Arktik dan bagian utara beberapa negara, termasuk Kanada, Rusia, Greenland, Norwegia, Amerika Serikat, Swedia, Finlandia, dan Islandia.
Dalam konteks daratan, kawasan Arktik memiliki banyak pulau dan wilayah kontinental, tetapi tidak ada satu benua yang seluruhnya berada di sekitar Kutub Utara seperti Antarktika di Kutub Selatan.
Bagaimana dengan Esnya?
Perbedaan ukuran semakin menarik ketika es ikut diperhitungkan.
Es di Kutub Utara sebagian besar merupakan es laut, yaitu air laut yang membeku. Luasnya berubah secara drastis sepanjang tahun. Ketika musim dingin tiba, permukaan es laut Arktik meluas. Ketika musim panas datang, sebagian besar es mencair atau menyusut.
Di Antarktika, sebagian besar es merupakan lapisan es yang berada di atas daratan. Lapisan es Antarktika memiliki luas sekitar 14 juta kilometer persegi dan menyimpan sebagian besar cadangan air tawar beku dunia.
Antarktika juga memiliki es laut di sekeliling benuanya. Sama seperti Arktik, luas es laut Antarktika berubah mengikuti musim. Namun, karakteristik pembentukan dan pergerakannya berbeda karena Antarktika merupakan benua yang dikelilingi laut.
Kutub Selatan Juga Lebih Tinggi
Bukan hanya lebih luas, Kutub Selatan juga secara geografis berada jauh lebih tinggi daripada Kutub Utara.
Permukaan laut di Kutub Utara berada pada ketinggian sekitar permukaan laut karena titik tersebut terletak di atas Samudra Arktik. Sementara itu, Kutub Selatan berada di atas lapisan es Antarktika yang memiliki elevasi lebih dari 2.700 meter di atas permukaan laut di sekitar titik geografisnya.
Ketinggian ini turut berkontribusi terhadap kondisi ekstrem di Antarktika. Udara yang sangat dingin dan kering membuat Kutub Selatan menjadi salah satu tempat paling ekstrem di Bumi.
Mana yang Lebih Dingin?
Jika berbicara tentang suhu, Kutub Selatan juga lebih dingin.
Salah satu alasannya adalah Antarktika merupakan benua yang sangat tinggi dan dikelilingi oleh lautan. Sementara itu, Kutub Utara berupa lautan yang membantu menyimpan dan mendistribusikan panas.
Antarktika juga mengalami kondisi atmosfer yang sangat kering. Kombinasi ketinggian, permukaan es yang memantulkan radiasi Matahari, serta pola atmosfer dan sirkulasi laut membuat wilayah tersebut mampu mencapai suhu yang jauh lebih rendah dibandingkan Arktik.
Jadi, Kutub Mana yang Lebih Besar?
Jika pertanyaannya adalah “Kutub Utara atau Kutub Selatan, mana yang memiliki wilayah daratan lebih besar?”, jawabannya jelas: Kutub Selatan karena berada di Benua Antarktika yang luasnya sekitar 14 juta kilometer persegi.
Namun, secara geografis, kedua kutub bukanlah dua benua yang bisa dibandingkan secara langsung. Kutub Utara adalah titik di tengah Samudra Arktik, sedangkan Kutub Selatan adalah titik di atas Benua Antarktika.
Perbedaan inilah yang membuat kedua kawasan kutub memiliki karakter yang sangat berbeda. Di utara, penjelajah mencapai kutub dengan melintasi lautan yang sebagian tertutup es. Di selatan, mereka berdiri di atas benua yang terkubur lapisan es sangat tebal.
Jadi, meskipun keduanya sama-sama disebut “kutub”, Kutub Selatan jauh lebih luas jika yang dimaksud adalah wilayah daratan kutub. Kutub Utara pada dasarnya adalah sebuah titik geografis di lautan, sementara Kutub Selatan berada di tengah salah satu benua terbesar dan paling ekstrem di planet Bumi.