Mengapa Kalimantan Dikenal sebagai Borneo? Ternyata Berkaitan dengan Brunei
© Gunkarta, CC BY-SA 3.0 Via Wikimedia Commons
Reporter : Abidah
Literatur Barat umumnya menggunakan nama Borneo, yang berasal dari kata Brunai atau Brunei. Sumber arkeologi menyebut Kalimantan berkaitan dengan Kalamantha dari bahasa Sansekerta.
DREAM.CO.ID - Ketika orang Indonesia menyebut Kalimantan, masyarakat Malaysia dan Brunei lebih sering menggunakan nama Borneo untuk pulau yang sama. Dua nama tersebut sebenarnya merujuk pada satu pulau besar di Asia Tenggara yang wilayahnya kini terbagi antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Namun, mengapa dunia internasional lebih mengenalnya sebagai Borneo?
Jejak nama Borneo berkaitan erat dengan sejarah perdagangan dan hubungan antara pelaut Eropa dengan kerajaan-kerajaan di bagian utara pulau. Salah satu penjelasan yang banyak digunakan menyebut bahwa nama Borneo berasal dari Brunei, kerajaan yang pernah memiliki pengaruh besar di wilayah utara dan barat pulau tersebut.
Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur menyebut bahwa literatur Barat umumnya menggunakan nama Borneo, yang berasal dari kata Brunai atau Brunei. Kesultanan Brunei pada masa lalu memang pernah menguasai sebagian wilayah utara dan barat Pulau Kalimantan.
Hubungan antara Borneo dan Brunei juga terlihat dari berbagai catatan lama. Sebelum ejaan modern seperti “Brunei” menjadi umum, nama kerajaan tersebut muncul dalam beragam bentuk tulisan Eropa, antara lain Bruni, Brunai, Bronai, Bronei, Borneo, dan Borne. Sebuah catatan yang tersimpan di Library of Congress menunjukkan bahwa variasi ejaan tersebut digunakan oleh penulis-penulis Eropa, terutama pada abad-abad sebelum standardisasi ejaan nama-nama Melayu.
Ada hal menarik dari perkembangan nama tersebut. Pada awalnya, istilah yang kemudian menjadi Borneo tidak selalu digunakan untuk menyebut seluruh pulau. Salah satu kajian mengenai masyarakat dan sejarah Kalimantan menyebut bahwa istilah Borneo diperkenalkan oleh penjelajah Portugis pada abad ke-16 dan pada awalnya merujuk pada wilayah bagian utara pulau yang berada di bawah Kerajaan Brunei. Seiring semakin intensifnya pemetaan dan eksplorasi bangsa Eropa, istilah tersebut kemudian digunakan untuk menyebut keseluruhan pulau.
Sementara itu, nama Kalimantan memiliki sejarah penggunaan yang berbeda. Dalam sumber Indonesia, nama tersebut sudah muncul dalam berbagai konteks sejarah Nusantara. Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur, misalnya, mencatat bahwa Nagarakretagama menyebut wilayah yang berkaitan dengan Brunei dengan nama Barune(ng). Nama tersebut oleh sejumlah pengkaji dikaitkan dengan Brunei.
Asal-usul kata Kalimantan sendiri juga tidak sepenuhnya memiliki satu penjelasan yang disepakati. Salah satu sumber arkeologi menyebut beberapa teori, termasuk pendapat bahwa Kalimantan berkaitan dengan kata Kalamanthana dari bahasa Sanskerta yang ditafsirkan sebagai “pulau yang terbakar”. Ada pula teori yang mengaitkannya dengan istilah lokal untuk sagu. Sumber yang sama mencatat bahwa dalam Nagarakretagama tahun 1365, terdapat penyebutan Klemantan untuk masyarakat atau wilayah di bagian tertentu pulau tersebut.
Karena itu, Kalimantan dan Borneo bukan sekadar dua nama yang muncul karena perbedaan bahasa. Keduanya merekam cara berbeda dalam mengenali sebuah pulau yang sejak dahulu menjadi ruang pertemuan berbagai kerajaan, masyarakat, pedagang, dan pelaut.
Nama Borneo kemudian semakin kuat dalam literatur Barat dan pemerintahan kolonial. Pada masa modern, istilah tersebut tetap digunakan di Malaysia dan Brunei. Bahkan dalam kajian akademik tentang pulau ini, Borneo digunakan sebagai nama geografis untuk keseluruhan pulau, sedangkan Kalimantan lebih sering digunakan untuk menyebut wilayah Indonesia di bagian pulau tersebut. Secara administratif, wilayah Indonesia di Borneo kini terdiri atas Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Dengan demikian, ketika seseorang menyebut Borneo, yang dimaksud bukanlah pulau yang berbeda dari Kalimantan. Borneo adalah nama yang berkembang dalam tradisi geografis Barat dan memiliki hubungan historis dengan Brunei, sedangkan Kalimantan merupakan nama yang berkembang dalam tradisi lokal dan Indonesia. Satu pulau, tetapi memiliki sejarah penamaan yang berbeda—dan keduanya menjadi bagian dari perjalanan panjang bagaimana Pulau Kalimantan dikenal oleh masyarakat di dalam maupun di luar Nusantara.