Menunggu Nasi Goreng Megawati, Pertemuan Prabowo Belum Usai

Stories | Rabu, 30 September 2026 12:39

Reporter : Okti Nur

Nasi goreng belum sempat terhidang ketika Prabowo bertakziah ke rumah Megawati. Pertemuan berikutnya sudah direncanakan. Menu lama pun kembali disebut.

DREAM.CO.ID - Prabowo datang menjelang petang. Dia bertandang ke rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Bukan untuk urusan politik. Tujuannya takziah.

Pertemuan berlangsung singkat. Cuma 40 menit. Dalam pertemuan Senin, 28 September 2026, itu Prabowo hanya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra, adik Megawati.

Tapi, ada satu hal yang tertinggal dalam pertemuan itu. Nasi goreng. Hidangan itu belum sempat keluar dari dapur Mega. Jamnya, kata Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, nanggung.

Prabowo memang datang pukul 17.45 WIB. Masih petang. Jadi, nasi goreng belum dihidangkan. “Belum keluar karena belum jam makan malam,” kata Dasco.

Karena itulah, Dasco mengatakan, agenda makan nasi goreng bareng-bareng akan diatur ulang. Puan Maharani mengiyakan, “Secepatnya.”

Kunjungan petang itu memang karena duka. Namun, tidak lantas berhenti ketika tamu pulang. Akan ada pertemuan lanjutan, meskipun baru sebatas rencana. Pertemuan lanjutan itu kemungkinan dilaksanakan 17 Oktober 2026.

“Ketika bapak presiden kita ulang tahun,” kata Ketua DPP PDIP, Said Abdullah.

Memang belum ada agenda politik yang diumumkan. Namun sejumlah orang mulai menghitung, mengapa kedua tokoh bertemu sekarang. Apalagi, 17 Oktober itu hanya tiga hari sebelum pemerintahan Prabowo genap dua tahun.

Namun yang pasti, nasi goreng bukan menu baru di Teuku Umar. Pada 24 Juli 2019, nasi goreng juga menjadi menu penjamu Prabowo yang bertandang ke Teuku Umar. Saat itu, pertemuan lumayan lama. Dua jam. Usai pertemuan itu, Prabowo memuji nasi goreng masakan Megawati.

“Luar biasa nasi gorengnya, saya sampai nambah. Padahal beliau sudah ingatkan saya untuk diet,” kata Prabowo kala itu.

Bagi Mega, Prabowo bukan orang baru. Sedekade sebelum pertemuan 2019 itu, mereka berdua adalah pasangan politik. Keduanya maju dalam Pilpres 2009 sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Namun kalah di bilik suara oleh pasangan SBY-Boediono.

Oleh karena itulah Mega sangat terbuka menerima kunjungan Prabowo. Saat itu dia bilang, bersedia bertemu Prabowo kapanpun. “Kalau mau ketemu boleh saja, setiap saat. Karena dalam rangka menjalin persahabatan, persaudaraan, yang tujuannya bagi bangsa dan negara,” ujar Mega kala itu.

Pertemuan 2019 itu digelar tiga bulan setelah Pilpres. Dalam hajatan politik lima tahunan itu, Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno kalah dari Jokowi-Ma’ruf Amin, pasangan yang diusung PDIP, partai pimpinan Megawati.

Dalam perjumpaan di Teuku Umar itu pula Megawati juga menyinggung pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi --yang menang Pilpres pada April 2019.

“Nah kalau untuk pertemuan dengan Pak Jokowi, tadi saya sudah bilang, monggo,” tutur Megawati, kala itu.

Sebelum 24 Juli itu, Prabowo terlebih dahulu bertemu Jokowi. Pada 13 Juli 2019, mereka sama-sama naik MRT dari Lebak Bulus ke Senayan. Prabowo dan Jokowi kembali bertemu pada 11 Oktober 2019, usai pertemuan dengan Mega. Saat itu, Prabowo datang ke Istana.

Setelah rentetan pertemuan itu, tepatnya 21 Oktober 2019, Jokowi kemudian mengumumkan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju.

Lima Kali Bertemu

Sejak menjabat sebagai presiden pada Oktober 2024, Prabowo sudah beberapa kali bertemu Megawati. Takziah 28 September itu bukan momen pertama.

Pertemuan pertama 7 April 2025, di rumah Megawati, Teuku Umar. Keduanya bertemu empat mata. Selama satu setengah jam. Gerindra mengatakan, Prabowo dan Mega membahas masa depan Indonesia dan situasi global.

Dua bulan kemudian, Prabowo dan Megawati kembali bertemu. Saat itu dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, 2 Juni 2025.

Pertemuan ketiga terjadi 31 Agustus 2025. Prabowo ketika itu mengundang sejumlah ketua umum partai politik. Pertemuan itu digelar di tengah situasi politik yang sedang memanas.

Pada 19 Maret 2026, Megawati datang ke Istana Merdeka. Menjelang Idul Fitri. Istana menyebut pertemuan itu sebagai silaturahmi. PDIP mengatakan dalam pertemuan itu kedua tokoh membahas persoalan strategis bangsa dan dinamika geopolitik global.

Dengan kunjungan ke Teuku Umar pada 28 September, Prabowo dan Megawati –sejak Prabowo menjadi presiden– setidaknya sudah bertemu lima kali.

Meski pernah bersatu dalam Pilpres 2009, Prabowo dan Megawati juga pernah berdiri pada posisi berseberangan. Pada 2014 dan 2019, Prabowo menjadi lawan politik calon yang didukung Megawati.

Namun politik tidak melulu soal rivalitas. Sejarah politik tidak selalu berakhir di kotak suara. Prabowo dan Mega kemudian bertemu. Berbicara. Makan. Nasi goreng menjadi semacam simbol kecil hubungan dua tokoh besar itu.

{NATIVE VIDEO TOP}
Join Dream.co.id