© Gemini Generated Image
DREAM.CO.ID - Manusia modern bukan satu-satunya penghuni bumi dari garis evolusi manusia. Jauh sebelum Homo sapiens berjalan di berbagai penjuru dunia, bumi telah dihuni kerabat manusia yang memiliki kemampuan berjalan dengan dua kaki, membuat alat, dan beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah. Karena itu, pertanyaan tentang kapan manusia pertama kali muncul ternyata memiliki lebih dari satu jawaban.
Jika yang dimaksud adalah spesies manusia modern, Homo sapiens, bukti fosil tertua yang telah diketahui berasal dari Jebel Irhoud, Maroko, dan berusia sekitar 315.000 tahun. Namun, jika istilah manusia diperluas hingga genus Homo, usianya mencapai sekitar 2,8 juta tahun. Sementara itu, garis keturunan hominin secara lebih luas kemungkinan telah muncul sekitar 7 juta tahun lalu.
Dilansir dari WorldAtlas, perbedaan tersebut penting karena evolusi manusia bukanlah garis lurus dari satu spesies menuju spesies berikutnya. Pohon evolusi manusia pernah dihuni banyak spesies yang hidup pada masa yang sama, sebelum akhirnya sebagian besar menghilang.
Salah satu kandidat hominin tertua adalah Sahelanthropus tchadensis, yang ditemukan di Toros-Menalla, Chad, pada 2001. Fosil tengkoraknya diperkirakan berusia antara 7,2 hingga 6,8 juta tahun.
Fosil tersebut memiliki sejumlah ciri menyerupai kera, tetapi posisi lubang pada dasar tengkorak yang menjadi tempat masuknya tulang belakang memberikan petunjuk mengenai kemungkinan kemampuan berjalan tegak. Meski demikian, apakah spesies ini benar-benar berjalan dengan dua kaki secara rutin masih menjadi perdebatan.
Spesies lain, Orrorin tugenensis, hidup sekitar 6 juta tahun lalu di Kenya dan juga menunjukkan kemungkinan adaptasi untuk berjalan tegak.
Kemudian muncul kelompok Ardipithecus. Ardipithecus ramidus, yang hidup sekitar 4,4 juta tahun lalu di Ethiopia, memberikan gambaran lebih jelas tentang hominin awal. Fosil yang dijuluki “ Ardi” menunjukkan kemampuan berjalan tegak, tetapi masih memiliki ibu jari kaki yang dapat digunakan untuk memanjat.
Sekitar 4,2 hingga 1,9 juta tahun lalu, Afrika dihuni berbagai spesies Australopithecus. Salah satu yang paling terkenal adalah Lucy, fosil Australopithecus afarensis yang ditemukan Donald Johanson di Ethiopia pada 1974.
Lucy hidup sekitar 3,2 juta tahun lalu. Kerangkanya menunjukkan bahwa kemampuan berjalan dengan dua kaki telah berkembang sebelum ukuran otak membesar seperti manusia modern. Volume otaknya diperkirakan hanya sekitar 375–500 sentimeter kubik, jauh lebih kecil dibandingkan manusia sekarang.
Lucy juga menunjukkan bahwa evolusi manusia tidak sekadar soal memiliki otak lebih besar. Kemampuan berjalan tegak berkembang sangat jauh sebelum manusia memiliki kapasitas otak seperti sekarang.
Genus Homo muncul dalam catatan fosil sekitar 2,8 hingga 2,3 juta tahun lalu. Salah satu spesies awalnya adalah Homo habilis, yang memiliki otak lebih besar dan gigi lebih kecil dibandingkan australopithecus.
Homo habilis sangat terkait dengan teknologi alat batu Oldowan. Namun, hubungan antara spesies tersebut dan alat batu tidak sepenuhnya eksklusif karena beberapa alat juga ditemukan bersama Paranthropus dan kemungkinan australopithecus akhir.
Sekitar 2 juta tahun lalu, Homo erectus muncul dan menjadi salah satu hominin paling sukses dalam sejarah. Spesies ini memiliki proporsi tubuh yang jauh lebih menyerupai manusia modern dan menjadi hominin pertama yang diketahui menyebar keluar Afrika.
Fosil Homo erectus ditemukan hingga Georgia, China, dan Jawa. Bahkan, fosil dari kawasan Sungai Solo di Indonesia menunjukkan bahwa spesies ini bertahan di Asia Tenggara hingga sekitar 117.000–108.000 tahun lalu.
Pohon evolusi manusia kemudian semakin kompleks. Homo heidelbergensis yang hidup sekitar 700.000 hingga 200.000 tahun lalu dianggap sebagai salah satu kandidat nenek moyang bersama manusia modern dan Neanderthal.
Neanderthal hidup di Eropa dan Asia Barat hingga sekitar 40.000 tahun lalu. Sementara itu, Denisovan diketahui terutama melalui bukti DNA purba. Jejak genetik mereka masih ditemukan pada sejumlah populasi modern di Melanesia, Australia, dan Filipina.
Di Indonesia sendiri pernah hidup Homo floresiensis, atau manusia Flores, yang bertubuh kecil dan bertahan hingga sekitar 50.000 tahun lalu.
Manusia modern akhirnya muncul dalam catatan fosil setidaknya 315.000 tahun lalu. Fosil Jebel Irhoud di Maroko mengubah pandangan lama yang menempatkan Afrika Timur sebagai satu-satunya pusat asal manusia modern.
Temuan tersebut mendukung gagasan bahwa Homo sapiens berkembang melalui proses yang lebih kompleks di berbagai wilayah Afrika.
Sekitar 60.000–70.000 tahun lalu, manusia modern melakukan ekspansi besar keluar Afrika. Mereka kemudian mencapai Australia sekitar 65.000 tahun lalu, Eropa sekitar 45.000 tahun lalu, Amerika setidaknya 16.000 tahun lalu, dan kawasan Polinesia dalam gelombang migrasi yang jauh lebih baru.
Jadi, ketika ditanya sudah berapa lama manusia hidup di bumi, jawabannya bergantung pada siapa yang disebut “ manusia”. Homo sapiens berusia sekitar 315.000 tahun, genus Homo setidaknya 2,8 juta tahun, sedangkan garis keturunan hominin memiliki sejarah sekitar 7 juta tahun. Yang jelas, manusia modern hanyalah satu-satunya cabang yang masih bertahan dari pohon evolusi yang dahulu jauh lebih ramai.
Advertisement
Mikroplastik Masuk Tubuh Ibu Hamil dan Plasenta Janin di Makassar

5 Persen Bisa Mengubah Wajah Senayan, Siapa Bertahan?

Siti Hasmah Wafat di Usia 100 Tahun, 70 Tahun Temani Mahathir

Festival Musik Lebih Ramah Lingkungan, Intip Cara Seru Coachella dan Glastonbury

Safari Politik Jokowi: Dari Solo ke PSI


Dari Svarnadwipa, Andalas, Samudera, hingga Sumatera, Banyak Nama untuk Satu Pulau

12 Tanda Awal Gangguan Pendengaran yang Sering Diabaikan dan Kerap Tak Disadari

Dikenal Penggemar Ular, Ilmuwan Namai Spesies Baru dari Papua Nugini dengan Nama Slash Guns N’ Roses


Mikroplastik Masuk Tubuh Ibu Hamil dan Plasenta Janin di Makassar


Jarang Jalan Kaki Bisa Berdampak pada Tubuh, Ini 6 Perubahan yang Perlu Diwaspadai