Semua Bandara AP II Sediakan Pengisian Baterai Mobil Listrik

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 17 Oktober 2019 15:14
Semua Bandara AP II Sediakan Pengisian Baterai Mobil Listrik
Bandara Soekarno-Hatta jadi bandara yang pertama memiliki fasilitas ini.

Dream - Bagi Anda yang berencana membeli, atau barangkali sudah punya, mobil listrik, tenang saja. Sekarang mulai banyak lokasi pengisian baterai.

Terbaru, Angkasa Pura II bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyediakan tempat pengisian daya. Mereka mendukung pengembangan mobil listrik dengan menyediakan infrastruktur pengisian baterai.

" Jangan sampai konsumen sudah membeli mobil listrik, tapi kesulitan untuk charging," kata kata Plt. Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, dalam rilis yang diterima Dream, Kamis 17 Oktober 2019.

Nantinya, semua bandara yang berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura II bakal menyediakan fasilitas pengisian baterai mobil listrik. Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi pilot project program ini.

" Yang jelas, saat ini di Soekarno-Hatta sudah dioperasikan sejumlah kendaraan bermotor listrik untuk melayani penumpang serta mendukung operasional bandara," kata President Director Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin.

1 dari 4 halaman

Bandara Soekarno-Hatta Jadi Contoh

Saat ini, kendaraan listrik yang sudah dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta adalah taksi listrik Tesla dan BYD milik Blue Bird. Kendaraan listrik lainnya di bandara terbesar di Indonesia ini adalah Skytrain, Segway, skuter listrik, baggage towing tractor, dan bus listrik untuk di dalam kawasan bandara.

Angkasa Pura II dan PLN segera membahas lebih detail kerja sama ini. Dua perusahaan pelat merah ini akan memetakan kebutuhan kendaraan bermotor serta tempat pengisian baterai mobil listrik sesuai dengan lokasi bandara. Pembahasan detail dengan stakeholder akan dilakukan dalam waktu sebulan.

Sementara, Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan, berpesan stakeholder harus mengedepankan kerja sama untuk pengembangan industri mobil listrik nasional. " Kita semua harus teamwork, jangan single fighter," kata dia.

Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Soekarno-Hatta diharapkan dapat berdampak pada semakin besarnya dukungan terhadap kendaraan bermotor listrik di Indonesia dan ketersediaan charging station di fasilitas pelayanan publik.

2 dari 4 halaman

Dream – Setelah PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), armada bus listrik buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) akan digunakan maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero).

Manajemen Garuda rencananya akan menggunakan bus listrik untuk mendukung operasional para pegawai.

Direktur Utama Garuda, Ari Askhara, dalam keterangan tertulisnya mengatakan bus listrik produksi dalam negeri merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung daya saing produk dalam negeri.

" Selain itu, hal ini juga menjadi komitmen Garuda Indonesia untuk menjaga lingkungan melalui pengoperasian kendaraan yang bebas emisi,” kata Ari di Cengkareng, Banten.

Pada tahap awal penggunaan fasilitas mobil listrik tersebut akan menunjang mobilitas operasional karyawan Garuda Indonesia Group di lingkungan kerja areal Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Ari mengatakan bus yang dioperasikan sebanyak 1 unit dan berkapasitas 60 penumpang. Jika baterai diisi penuh selama 3 jam, kendaraan tersebut bisa menempuh jarak 300 km.

Dia berharap operasional kendaraan listrik bisa menekan biaya bahan bakar untuk kendaraan operasional.

“ Upaya Garuda Indonesia dalam mendukung produk anak bangsa tersebut juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Garuda Indonesia dalam mengembangkan komitmen layanan operasional berwawasan lingkungan dengan menggunakan fasilitas penunjang operasional yang ramah lingkungan,” kata dia.(Sah)

3 dari 4 halaman

Siap Dipakai TransJakarta, Ini Kekuatan Bus Listrik Asal China

Dream – PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) siap menggunakan bus listrik untuk armada. Perusahaan transportasi ini memamerkan bus listrik di pameran Busworld South East Asia 2019 di Jakarta International Expo Kemayoran.

Direktur Utama TransJakarta, Agung Wicaksono, mengatakan, ada tiga varian bus listrik TransJakarta yang dipamerkan. Bus-bus listrik ini yang akan mengisi transportasi massal untuk ibu kota di samping bus berbahan bakar konvensional.

“ Karena dunia ini menuju kendaraan listrik. Jadi, visi Pak Gubernur (Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan) meminta kita bisa ke sana,” kata Agung di Jakarta, dikutip dari Otosia, Kamis 21 Maret 2019.

Melihat peluang ini, PT Bakrie Autoparts turut tampil dalam pameran bus itu. Perusahaan ini menghadirkan bus listrik merek BYD yang diimpor dari Tiongkok. Warna hijau dan biru mendominasi bus ini.

 

 

CEO Bakrie Autoparts, Dino A. Ryandi, mengatakan, bus listrik yang akan ditawarkan dan siap uji coba jadi bus Transjakarta, punya beberapa keunggulan. Terutama untuk jarak tempuh dan lama pengisian baterai.

“ Mereka sediakan infrastruktur charger-nya 0-100 persen itu empat jam,” kata Dino, dikutip dari Liputan6.com.

Dia mengatakan, ketika diuji coba, bus listrik yang besar bisa menempuh jarak 290 km ketika baterai diisi penuh, sedangkan yang kecil 400 km.

Ketika ditanya harga, Dino ogah mengungkapkan secara detail. Sebab, harga masih nego dengan principal. “ Masih nego dengan principal,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Dirakit di Indonesia

Dino mengatakan, bus listrik ini diimpor dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD). Dia mengatakan bus listrik dirakit di Indonesia.

“ Yang kami tawarkan ke TransJakarta tak mungkin CBU (completely built unit/CBU),” kata dia.

Dino mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PT Nusantara Gemilang sebagai body builder. Dikatakan bahwa aluminium dipilih sebagai bahan “ tubuh” bus.

“ Bus ini 70 persen beratnya dari baterai. Kalau bodi dari baja, keberatan,” kata Dino.

Doni menambahkan pihaknya saat ini memiliki dua model bus yang akan ditawarkan, yakni bus berukuran besar dan sedang.

" Kita ada dua bus EV yakni satu kira-kira panjang 12 meter, lebar 2,5 m itu yang baterai kapasitasnya 324 kW. Yang satu lagi panjangnya 7,5 meter lebar 2 meter. Yang besar itu bisa menampung 50 orang sama yang berdiri," tutur Dino.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone