Cegah Corona, MRT, LRT, dan TransJakarta, Hanya Beroperasi 12 Jam

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 16 Maret 2020 12:12
Cegah Corona, MRT, LRT, dan TransJakarta, Hanya Beroperasi 12 Jam
Pembatasan operasional ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dream – Tadi pagi, terlihat suasana antrean mengular di sejumlah halte Transjakarta dan stasiun MRT Jakarta. Antrean tersebut disebabkan pembatasan operasional angkutan umum yang dilakukan oleh pemerintah daerah. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi operasional transportasi publik, berupa TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Pembatasan operasi ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru, Covid-19.

Dikutip dari Liputan6.com, ketiga transportasi ini akan beroperasi slelama 12 jam, yaitu pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Jumlah bus dan rangkaian kereta juga akan dikurangi.

" Rangkaian MRT yang setiap hari ada 16 rangkaian akan berubah menjadi empat rangkaian," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Jakarta.

Jadwal kedatangan juga menjadi lebih lama yakni 20 menit sekali. Sebelumnya kedatangan kereta MRT setiap lima hingga sepuluh menit sekali. Untuk LRT Jakarta juga mengalami perubahan waktu kedatangan, yakni dari sepuluh menit sekali menjadi 30 menit sekali.

" Transjakarta yang saat ini melayani 248 rute akan diubah signifikan, dikurangi hanya menjadi 13 rute," kata dia.

1 dari 6 halaman

Tutup Belasan Tempat Wisata di Jakarta

Sebelumnya, sejumlah tempat wisata di DKI Jakarta akan ditutup selama 14 hari ke depan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang semakin hari bertambah jumlah korbannya.

Salah satu lokasi yang tidak melayani pengunjung di antaranya Taman Impian Jaya Ancol. Hal ini sesuai dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19)

Selain Taman Impian Jaya Ancol, sejumlah lokasi lainnya juga akan diterapkan hal yang sama. Dalam flyer yang beredar, disebutkan sejumlah tempat wisata yang ditutup akibat Corona. Yaitu:

  1. Kawasan Monas
  2. Kawasan Kota Tua
  3. TM Ragunan
  4. Anjungan DKI di TMII
  5. Taman Ismail Marzuki
  6. PBB Setu Babakan
  7. Rumah Si Pitung
  8. Pulau Onrust
  9. Museum Sejarah Jakarta
  10. Museum Prasasti
  11. Museum MH Thamrin
  12. Museum Seni Rupa dan Keramik
  13. Museum Tekstil
  14. Museum Wayang
  15. Museum Bahari
  16. Museum Joeang'45

(Sumber: Liputan6.com/Ika Defianti)

2 dari 6 halaman

Pengurangan Transportasi Umum Imbas Corona, Antrean Mengular

Dream - Hari ini, Senin 16 Maret 2020, pasca diumumkannya menjaga jarak (social distancing) dan menghindari aktivitas di ruang publik oleh Presiden Jokowi, pelayanan transportasi umum berkurang secara drastis. Efeknya adalah antrean masyarakat sangat padat di halte-halte bus TransJakarta.

Seperti yang diunggah TMC Polda Metro Jaya dalam akun Instagramnya @tmcpoldametro. Antrean mengular tampak terjadi pada halte TransJakarta depan Universitas Budi Luhur Ciledug.

      View this post on Instagram

?08:14 Antrian Warga yang akan menaiki Bus Transjakarta di Halte Busway depan Univ. Budi Luhur Ciledug.

A post shared by TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro) on 

 

3 dari 6 halaman

Antrean Warga Imbas Corona di Lebak Bulus

Hal yang sama juga terjadi pada halte Busway Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sejumlah warga tampak antre untuk bisa masuk ke halte. 

      View this post on Instagram

?08:18 Antrian Warga yang akan menaiki Bus Transjakarta di Halte Busway Lebak Bulus Jakarta Selatan.

A post shared by TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro) on 

 

4 dari 6 halaman

Antrea MRT Sampai ke Jalan

Kondisi yang sama juga terjadi pada fasilitas MRT. Tampak di halte stasiun Fatmawati, Jakarta Selatan, penumpang mengantre sampai jalan raya.

      View this post on Instagram

?08:31 Antrian Warga yang akan menaiki MRT di Stasiun Fatmawati Jakarta Selatan.

A post shared by TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro) on 

 

5 dari 6 halaman

Helm Ojol hingga Sajadah Masjid Potensi Tularkan Virus Corona

Dream - Wabah virus corona, Covid-19, membuat semua orang ekstra hati-hati dan menjaga kebersihan tubuh. Penularan Covid-19 tidak hanya terjadi dengan kontak langsung dengan orang yang sudah terinfeksi.

Barang yang digunakan secara umum, seperti alat makan di restoran, sajadah masjid, hingga helm ojek online, bisa menjadi media penularan virus corona baru tersebut.

" Jangankan helm ojol, sajadah masjid juga bisa berpotensi menularkan virus corona," kata Mohammad Syahril Mansyur, Dirut RSPI Prof dr Sulianti Saroso, di Jakarta, Jumat 13 Maret 2020.

Maka dari itu, disarankan untuk menggunakan barang pribadi untuk menghindari potensi penularan virus.

" Kalau bisa bawa sendiri, proteksi sendiri. Saya tidak mengatakan helm ojol bisa jadi penyebaran. Tapi, kalau penumpang yang lain batuk pilek kan virus bisa menempel," ucap dia.

6 dari 6 halaman

Jarak Droplet

Setidaknya, penggunaan hand sanitizer bisa membantu menjaga kebersihan tubuh. " Boleh menggunakan hand sanitizer setelah menyentuh helm. Tapi, sebaiknya dicuci ya," kata dia.

Meskipun penularan bisa terjadi di berbagai tempat, tapi dia tidak mendukung terjadinya panic buying. Masyarakat juga diminta tak mudah percaya kabar atau informasi palsu.

" Ada yang bilang penularannya lewat makanan, yang enggak seperti yang disebutkan. Penyebaran itu melalui droplet, jarak dropletnya 2-5 meter dari percikan," ucap dia.

Beri Komentar