Cara Klaim Asuransi Mobil yang Terendam Banjir

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 3 Januari 2020 12:45
Cara Klaim Asuransi Mobil yang Terendam Banjir
Pastikan juga kamu tak nekat melakukan ini agar klaim bisa diterima.

Dream – Banjir besar yang melanda Jabodetabek tak hanya membuat rumah terendam dan memicu arus pengungsian. Warga yang memiliki kendaraan juga harus pusing dua kali karena mobil atau sepeda motor mereka terendam air banjir. 

Air yang merendam sampai ke bagian mesin bisa membuat mobil menjadi soak. Mereka yang terdaftar sebagai peserta asuransi kendaraan tentu bisa sedikit lega. Namun apakah peserta polis ini bisa langsung mendapatkan klaim asuransi?

Chief Executive Officer PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance), Julian Noor, mengatakan pelanggan bisa mengalihkan risiko banjir kepada pihak asuransi. Asalkan, pelanggan memperluas manfaat asuransi dengan jaminan perluasan banjir.

“ Berkaitan dengan musibah kali ini, Adira Insurance memiliki produk yang dapat dilindungi dari risiko banjir seperti asuransi kendaraan baik mobil (Autocillin) maupun motor (Motopro), lalu asuransi properti seperti rumah tinggal (Home Insurance) maupun ruko (Arthacillin),” kata Julian di Jakarta dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 3 Januari 2020.

Dia mengatakan pelanggan bisa mengajukan klaim mobil yang kebanjiran dengan mudah. Untuk pelanggan Autocilin, klaim bisa dilakukan melalui Autocilin Mobile Claim Application.

Pelanggan cukup memotret kerusakan kendaraan dan melaporkan kerusakan mobilnya melalui aplikasi di mana saja dan kapan saja.

“ Sementara untuk produk lain, bisa menghubungi contact center Adira Care 1500 456,” kata dia.

1 dari 5 halaman

Cuma Berlaku Bagi yang Punya Coverage Banjir

Dia mengatakan klaim berlaku bagi pemegang polis yang sudah memperluas jaminan risiko banjir. Tak semua asuransi kendaran dan properti diperluas dengan cover risiko banjir. Pelanggan juga harus memastikan membeli perluasan jaminan yang diakibatkan oleh banjir.

“ Pelanggan harus memahami isi dari polis asuransi agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam berasuransi,” kata dia.

Apalagi, lanjut Julian, dalam banjir kali ini, banyak mobil yang diparkir di rumah dan ternyata kebanjiran. Ini bisa saja dicover oleh asuransi. “ Tapi, tetap haru ada perluasan banjir,” kata dia.

Julian juga menegaskan klaim asuransi bisa saja ditolak. Hal ini disebabkan oleh pengemudi yang nekat mengendarai kendaraan saat banjir.

“ Sudah tahu ada banjir, pelanggan tetap nekat menerobos banjir. Tentunya pihak asuransi akan menolak klaim ini,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Siap Bantu Pelanggan

Julian menyiapkan call center Adira Care di nomor 1500 456 bagi pelanggan yang ingin melapor klaim asuransi atau permintaan bantuan evakuasi kendaraan selama 24 jam. Pihaknya juga menyediakan fasilitas mobil derek, emergency road assistance, dan ambulans bagi pelanggan yang berada dalam kondisi darurat di jalan.

“ Kami selalu membentuk tim tanggap bencana di Adira Insurance, terutama menjelang musim penghujan. Tim tanggap bencana Adira Insurance akan siap 24 jam untuk memberikan pertolongan kepada pelanggan yang terkena bencana, khususnya bencana banjir yang sedang dihadapi saat ini,” kata dia.

Bantuan utama dari tim tanggap bencana Adira Insurance adalah mengevakuasi kendaraan pelanggan ke lokasi yang lebih aman serta perbaikan kendaraan atas kerusakan akibat banjir sesuai jaminan yang tercatat di dalam polis. Selain itu, tim tanggap bencana Adira Insurance juga memberikan bantuan logistik bagi para korban banjir melalui posko-posko banjir yang ada.

3 dari 5 halaman

Ngeri, Video Detik-detik 3 Mobil Hanyut Terseret Banjir di Ciledug Indah

Dream - Pergantian tahun 2020 diwarnai musibah banjir yang melanda DKI Jakarta dan beberapa wilayah Jawa Barat. Musibah banjir tersebut menimbulkan beberapa dampak, di antaranya kerusakan material.

Seperti yang terlihat di Tangerang, Banten, yang juga menjadi salah satu wilayah penyangga ibu kota yang terdampak banjir di tahun 2020 ini.

Sebuah cuplikan video yang diunggah oleh akun Instagram @jktinfo memperlihatkan detik-detik mobil yang hanyut di Tangerang, Banten.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi di Perumahan Ciledug Indah, Tangerang. Dalam video itu tiga buah mobil dan satu sepeda motor hanyut terbawa arus banjir.

 

© Dream

 

Tampak ketiga mobil tersebut terseret derasnya arus banjir yang menggenang di jalan utama perumahan tersebut.

Tidak hanya tiga mobil, sebuah sepeda motor juga ikut terseret air sebelum akhirnya tenggelam di antara tiga mobil tersebut.

Bagian belakang dua mobil bahkan sempat menabrak tembok pagar rumah warga saat terseret arus yang tampak seperti sungai berwarna coklat.

Derasnya arus banjir dan tingginya air yang mencapai setengah badan orang dewasa menyulitkan Tim SAR melakukan penyelamatan dan evakuasi.

4 dari 5 halaman

Derasnya Arus Banjir Seret Mobil Yang Diparkir

Banjir yang melanda Perumahan Ciledug Indah di Tangerang, Banten, membuat ngeri warga. Tiga mobil dan satu sepeda motor terseret arus banjir yang sangat deras. Ini videonya:

      View this post on Instagram

A post shared by JAKARTA INFO (@jktinfo) on 

Sumber: Instagram jktinfo

5 dari 5 halaman

Banjir di Jabodetabek Telan 21 Korban Jiwa

Dream - Musibah banjir yang melanda beberapa wilayah Jawa Barat dan DKI tidak hanya menimbulkan kerugian material. Tetapi juga memakan korban jiwa.

Dilansir Liputan6.com, banjir di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) menelan korban jiwa sebanyak 21 orang.

Menurut data Kementerian Sosial, seluruh korban meninggal tersebut tersebar di beberapa wilayah Jabodebek.

" Di Jakarta Timur ada 3 orang, Jakarta Pusat 1 orang, Bogor 1 orang, Depok 3 orang, Kabupaten Bogor 11 orang, Kabupaten Bekasi 3 orang. Total korban 21 orang."

Untuk data pengungsi korban banjir, hingga Rabu malam tanggal 1 Januari 2020, jumlahnya mencapai 31.232 jiwa di seluruh wilayah DKI.

Rincian pengungsi korban banjir meliputi Jakarta Pusat sebanyak 310 orang yang ditampung di dua lokasi pengungsian, yaitu Petamburan dan Karet Tengsin.

Sementara di Jakarta Utara terdapat 1.515 orang yang menempati 23 lokasi pengungsian. Terdapat enam kelurahan di Jakarta Utara yang terdampak banjir ini.

Enam kelurahan tersebut adalah Pegangsaan Dua, Sukapura, Semper Barat, Rorotan, Semper Timur, dan Kelapa Gading Timur.

Untuk kota administrasi Jakarta Barat, jumlah pengungsi korban banjir tahun 2020 ini mencapai 10.686 orang. Mereka tersebar di 97 lokasi pengungsian.

Jumlah kelurahan yang terdampak banjir di Jakarta Barat mencapai 11 kelurahan. Di antaranya Jelambar, Tomang, Wijaya Kusuma, Srengseng, Semanan, Kalideres, Tegal Alur, Pegadungan, Kota Bambu Selatan, Kedoya Utara dan Sukabumi Selatan.

Sementara jumlah pengungsi di Jakarta Timur sebanyak 13.516 orang yang tersebar di 99 lokasi pengungsian. Kelurahan terdampak banjir di antaranya Kebon Manggis, Kampung Melayu, Bidara Cina, Cipinang Besar Selatan, Klender, Pondok Bambu, Pondok Kelapa, Cawang, Balekembang, Dukuh dan Cipinang Melayu.

Jumlah pengungsi untuk Jakarta Selatan sebanyak 5.305 orang. Mereka berada di 48 lokasi pengungsian. Terdapat enam kelurahan yang terdampak, yaitu Gunung, Petongan, Pengadegan, Cilandak Timur, Pejaten Timur dan Manggarai Selatan.

Umumnya, para pengungsi banjir di Jakarta tersebut membutuhkan makanan, air bersih, selimut, dan karpet.

Beri Komentar