Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Gesits Sudah Dipepet Lincah. (Foto: Otosia/Muhammad Ikbal)
Dream – Industri otomotif diramaikan dengan kehadiran motor listrik. Ya, selain kabar kehadiran Gesits, ada juga motor listrik lokal yang “ berkenalan” dengan masyarakat Indonesia. Namanya, Lincah.
Dikutip dari Otosia.com, Kamis 31 Januari 2019, Lincah merupakan skutik listrik produksi Lincah Group. Kepala Engineering Lincah Group, Kristian Sutikno, mengatakan, wujud Lincah sama dengan Gesits, yaitu skutik matik.
Menurut Kristian, kuda besi elektrik ini menggunakan komponen dalam negeri sampai 60 persen. Motor itu juga dirakit di Pusat Industri Kecil (PIK), Jakarta Timur.
“ Bahan-bahan dengan kandungan lokal tersebut di antaranya berupa motor listrik, baterai, controller, dan desain,” kata dia di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten.

(Foto: Otosia)
Kristian mengatakan, ada komponen motor yang masih harus diimpor, yaitu shock absorber dan panel display.
Ketika ditanya harga jual, Kristian enggan menjawab. Dia menyebut pihaknya terus mengkaji harga yang pas untuk motor listrik ini. Namun dia memperkirakan harganya sekitar Rp18 juta-Rp20 juta.
“ Ya, mungkin kisaran harga masih terjangkaulah buat ojek online. Mungkin sekitar Rp18 jutaan. Tapi, itu belum pasti, lho,” kata dia.
Kristian mengatakan motor listrik Lincah punya beberapa keunggulan, seperti mampu mengisi daya kembali saat melakukan pengereman atau deselerasi. Tak ada energi yang terbuang.
Keunggulan lainnya, menggunakan dua baterai. Pemakaian dua baterai bisa membuat penggunaan motor menjadi lebih lama. Yang terpenting adalah bisa terhindar dari overheat. Kristian menyebut tantangan terberat dari baterai listrik adalah cuaca di Indonesia.
Dikatakan biasanya baterai motor listrik dikembangkan di negara empat musim, sementara di Indonesia hanya ada dua musim, yaitu kemarau dan hujan. Ketahanan baterai motor listrik belum teruji di Indonesia.
“ Oleh karena itu, kami menggunakan 2 baterai pada motor Lincah ini. Saat satu baterai digunakan, baterai lainnya akan diistirahatkan atau didinginkan," kata dia.

(Foto: Otosia)
Sekadar informasi, setiap baterai motor Lincah berdaya 1 kWh. Dengan menggunakan dua baterai, Lincah bisa menempuh jarak 100-120 km. Kalau disamakan dengan mesin bensin, tenaga skutik listrik ini setara dengan mesin 100 cc. Konsumsi energinya hanya 30 persen dari energi mesin bensin.
Motor Lincah juga bisa melaju dengan kecepatan sampai 70 km per jam. Motor ini memiliki sistem pengereman berupa cakram di kedua rodanya.

(Foto: Otosia)
Diperkirakan motor ini siap dipasarkan sampai April 2019. Saat ini, Lincah Group sedang mengurus beberapa dokumen untuk skutiknya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang