Kondisi ph Kulit, Dasar Penting Saat Pilih Sabun Mandi

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 12 September 2019 18:46
Kondisi ph Kulit, Dasar Penting Saat Pilih Sabun Mandi
Kulit kering setelah mandi? Lihat kembali sabun yang biasa digunakan dan kondisi kulit.

Dream - Sabun bayi dan antiseptik diklaim paling baik digunakan sehari-hari karena dianggap aman untuk semua jenis kulit dan bisa membersihkan kuman pada kulit. Faktanya, beberapa spesialis kulit justru menilai keduanya kurang memberikan dampak positif dan menyebabkan kering.

Beberapa orang mengalami masalah kulit kering setelah menggunakan sabun bayi dan antiseptik. Keringnya kulit akibat sabun tersebut dikarenakan pH yang dikandung tidak cocok dengan kulit alami.

Pada bayi, pH kulit cenderung basa, sehingga pH sabun bayi juga di atas 7. Seiring bertambahnya usia, pH kulit akan menurun dan cenderung lebih asam.

Menurut Susie Rendra, dokter Spesialis Kulit dan Kelamin , pH kulit orang dewasa berada di sekitar 5,5. Sehingga, disarankan untuk memilih sabun dengan pH 4,5 sampai 5.

" Kulit itu range pHnya asam, jadi sebaiknya produknya di bawah pH itu, sekitar 5,5, supaya menghalangi mikroorganisme berbahaya untuk tumbuh. Kalau kena yang basa akan bereaksi jadi kering dan gatal," ujarnya dalam acara diskusi 'Kulit Sehat di Usia Senja  Rumah Sakit Pondok Indah, Puri Indah' di kawasan Jakarta Selatan, Kamis 12 September 2019.

1 dari 5 halaman

Sesuaikan dengan kondisi pH

Sayangnya, sabun dengan pH asam cenderung lebih mahal. Maka dari itu, Susie menyarankan untuk membeli sabun dengan pH yang lebih asam atau netral.

 Jangan Pilih Sabun Mandi karena Wanginya

" Sabun bayi itu pHnya basa, kira-kira 9-11. Sedangkan sabun yang pHnya asam mahal. Alternatifnya pakai yang pH netral, nggak terlalu merusak kulit," ungkapnya.

Lain halnya dengan sabun bayi, sabun antiseptik justru mengandung sifat yang membuat kulit kering. Pada orang dewasa atau yang berusia lanjut, efeknya bisa menyebabkan gatal.

Padahal, sebenarnya kita tidak terlalu membutuhkan sabun yang mengandung antiseptik karena keringat kita sendiri sudah mengandung sedikit kandungan antibakteri.

" Kalau pakai sabun antibakteri secara rutin memang bikin kering dan gatal, kecuali kalau dipakai saat super kotor," kata Susie

2 dari 5 halaman

Sabun untuk Area Intim

Jika sudah bisa memilih sabun mandi, kini saatnya menentukan sabun untuk area sensitif seperti kelamin. Area kelamin memiliki pH lebih asam daripada kulit, yaitu 3,5-4.

 Hindari Cukur Habis Rambut di Area Intim, Ini Alasannya

Disarankan menggunakan sabun yang pHnya lebih rendah lagi. " Di area kelamin banyak kelenjar lemak. Makanya kalau disentuh saat mandi rasanya licin. Dan karena itu juga kita harus mencucinya dengan sabun, tidak bisa dengan air saja," kata Susie.

Membersihkan area kelamin dengan air akan menyebabkan kulit di sekitarnya kering karena air memiliki pH 7. Hal yang sama akan terjadi ketika area intim dibersihkan menggunakan air sirih.

" Banyak yang bilang untuk pakai air sirih, padahal sifatnya astringent (mengeringkan). Kalau keputihan banget nggak apa-apa. Tapi kalau normal lebih baik jangan. Harus dijaga keseimbangan pHnya," ungkap Susie.

3 dari 5 halaman

Jangan Pilih Sabun Mandi karena Wanginya

Dream - Apa yang menjadi pertimbangan Sahabt Dream saat memilih sabun? Aroma atau wangi sabun biasanya mendominasi pilihan Anda. Padahal justru pilihan itu yang sebaiknya dihindari. Terutama sabun yang wanginya sangat menyengat.

 Begini yang Dilakukan Hotel jika Sabun Mandi Tak Habis Dipakai

Wangi yang sangat kentara pertanda kandungan parfum dalam sabun sangat tinggi yang bisa dengan mudah membuat kulit kering. Sebaiknya, pilih sabun berdasarkan formula pelembapnya. Hindari sabun yang setelah memakainya terasa kesat di kulit. Itu pertanda kandungan deterjennya sangat tinggi.

" Memang enak, waktu mandi rasanya kesat. Tapi, lama-lama kulit jadi kering karena kadar deterjen sabunnya cukup tinggi. Kalau bisa, cari sabun yang kadar deterjennya rendah dan ada pelembapnya, untuk kulit kering," tutur Kardiana Dewi, dokter spesialis kulit dan kelamin saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

4 dari 5 halaman

Sesuaikan dengan Kondisi Kulit

Bagi yang memiliki kulit normal atau berminyak dan berbulu, tidak perlu memakai sabun dengan kadar kelembapan ekstra maupun sabun bayi. Sabun dengan level pelembap normal jadi pilihan terbaik.

 Saat Stres Keringat Jadi Lebih Bau, Ini Alasannya

" Kalau orangnya sangat aktif, berkeringat banyak, kulitnya normal, tebal dan tidak kering maupun punya problem kulit, bisa pakai sabun biasa. Yang penting, kadar deterjennya rendah," kata Kardiana.

Sedangkan untuk kulit kering, sebaiknya memilih sabun berpelembap ekstra dan yang bisa menjaga kelembapan alami kulit seperti sabun bayi. " Kalau kulitnya kering, sering gatal dan jarang pakai lotion, saya sarankan pakai sabun bayi," jelasnya.

5 dari 5 halaman

Cuci Muka Pakai Sabun dan Air Saja Belum Cukup, Ini Alasannya

Dream - Mencuci wajah merupakan rutinitas wajib yang dilakukan setiap hari. Terutama setelah beraktivitas seharian penuh di luar rumah.

Kulit wajah pastinya terpapar oleh partikel debu dan kotoran yang tak kasat mata. Apalagi kalau kamu memakai make up. Sesampainya di rumah, pasti segera mencari make up remover dan sabun cuci muka.

 Cuci muka

Eitss.. ternyata rutinitas mencuci muka dengan air saja tidak cukup. Di dalam air terdapat residu dan mineral yang bersifat jahat untuk kulit. Bagi sebagian orang, zat tersebut dapat memicu masalah kulit.

" Kualitas air di Indonesia belum bisa dikatakan ramah untuk kulit. Bahkan air di sini tidak dapat langsung diminum. Mencuci wajah dengan air kran secara berlebihan (overwashed) sangat tidak disarankan," tutur Aurelie Guyoux, Director of Scientific Research NAOS di Jakarta, Kamis 28 Maret 2019.

Hindari menggosok terlalu keras saat mencuci wajah, apalagi hingga wajah terasa kesat. Hal ini dapat menyebabkan hydrolipidic film terkelupas. Lapisan ini berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari tanda penuaan dini.

Selain itu, partikel mineral yang terdapat di dalam air kran dapat meresap ke dalam kulit dan memicu inflamasi. Belum lagi dengan ancaman bakteri dari air yang tidak steril.

" Karena itu penting untuk memakai micellar water setelah mencuci wajah agar seluruh kotoran dan makeup terangkat sampai tuntas. Baik juga untuk dipakai di pagi hari untuk mengangkat sebum yang terbentuk dari proses detox selama tidur," ujarnya.

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi