Profesi Hairstylist Raup Rp50 Juta Per Bulan, Tertarik?

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Kamis, 15 Agustus 2019 13:13
Profesi Hairstylist Raup Rp50 Juta Per Bulan, Tertarik?
Kerap dipandang sebelah mata, ternyata segini penghasilannya.

Dream - Profesi hairstylist acap kali dipandang sebelah mata. Padahal di tengah tren kecantikan yang begitu dinamis, profesi hairstylist sangatlah menjanjikan.

Terutama di kota besar dengan pergeseran tren yang begitu cepat. Misalnya teknik permanent blow dry dan hair coloring kekinian yang dipatok hingga jutaan rupiah.

" Kalau dia belajar dengan tekun, sekitar 2-3 tahun sudah bisa jadi top stylist dengan penghasilan yang tidak sedikit. Bisa sampai 50 juta per bulan. Ada yang 30-40 jutaan dan yang biasa 10-15 jutaan," kata Irwan Rovani Doke, Owner & Founder Irwan Team Hairdesign di acara L'Oreal 40 Tahun Beautifying Indonesia, Jakarta, Rabu 14 Agustus 2019.

 Irwan Doke

Kendati menjanjikan, pendidikan hairstylist di Tanah Air masih belum memadai. Berbeda dengan Jerman yang memiliki program pendidikan merata dari pemerintah.

1 dari 5 halaman

Kualitas Pendidikan Hairstylist

Menurut Irwan, kualitas lulusan hairstylist di Jerman terbilang cukup merata dengan standar yang telah ditetapkan.

" Selain belajar, mereka juga harus magang di salon. Ada ujian untuk jadi hairdresser lalu bekerja 5 tahun dan ujian lagi untuk gelar Master. Setelah Master kita baru boleh buka salon. Beda dengan di sini kursus 3 bulan sudah bisa buka salon," bebernya.

Memasuki usia 40 tahun, L'Oreal Indonesia hadir mempercantik dan mengedukasi masyarakat Tanah Air tentang makna kecantikan sesungguhnya.

Mengusung tema '40 Tahun Mempercantik Indonesia', L'Oreal mengenang perjalanan di industri kecantikan Tanah Air selama 4 dekade.

 L'Oreal

" Selain produk kecantikan, kami juga mempercantik Indonesia melalui berbagai program sejak 1979 dari Sabang hingga Merauke," ujar Melanie Masriel, Communication Public Affairs and Sustainability Director L'Oreal Indonesia.

Salah satu program pendidikan yang ditawarkan adalah L'Oreal Academy. Sebanyak 17 ribu lebih sesi pelatihan telah dilakukan bagi calon penata rambut profesional dari seluruh Indonesia.

2 dari 5 halaman

Tren Gaya Rambut Milenial: Permanent Blow Dry dan Coloring

Dream - Tren gaya rambut turut berganti seiring dengan perkembangan dunia kecantikan. Sama halnya dengan mode, gaya rambut menjadi nilai dari suatu penampilan. Terutama bagi kaum milenial yang selalu tampil kece.

Beberapa tahun terakhir, tren hair coloring dan permanent blow dry mulai kembali digemari oleh wanita. Banyak milenial yang gemar menggonta-ganti warna tanpa takut rambutnya rusak.

" Sekarang sedang tren pewarnaan dan permanent blow dry. Malah customer lebih berani mencoba macam-macam warna. Mereka banyak melihat dari berbagai referensi," kata Irwan Rovani Doke, Owner & Founder Irwan Team Hairdesign di acara L'Oreal 40 Tahun Beautifying Indonesia, Jakarta, Rabu 14 Agustus 2019.

Perubahan perilaku customer sangat terlihat di kalangan milenial. Mereka tak lagi meminta rekomendasi gaya rambut, melainkan mencari sendiri referensi dan menunjukkannya kepada hairdresser lewat ponsel.

3 dari 5 halaman

Masih Didominasi Potongan Panjang

Gaya rambut wanita Indonesia saat kini banyak didominasi potongan panjang. Meski gaya rambut pendek sempat populer, masih banyak wanita yang merasa lebih nyaman memiliki rambut panjang.

  Tren Gaya Rambut Milenial

" Guntingan lebih panjang di Indonesia, walaupun di luar negeri banyak potongan pendek. Paling kalau di sini hanya potong untuk di-layer saja," ucapnya.

4 dari 5 halaman

Solusi Bad Hair Day

Sementara itu, permanent blow dry merupakan teknik pengeritingan rambut dengan hasil natural dan tahan lama. Teknik ini menghasilkan rambut bergelombang seolah melakukan blow di salon setiap hari.

  Tren Gaya Rambut Milenial

Kedua tren tersebut dapat menjadi solusi saat bad hair day. Apalagi buat milenial aktif yang dituntut tampil kece setiap saat. Sahabat Dream suka gaya yang mana, nih?

5 dari 5 halaman

Jangan Warnai Rambut yang Sudah Diberi Henna

Dream - Rambut kering dan rusak menjadi kekhawatiran wanita yang gemar mengganti warna rambut. Salah satu alternatif yang banyak digunakan adalah henna, pewarna rambut alami.

Henna merupakan kosmetik herbal tertua di dunia, tepatnya ditemukan di Mesir pada 1500 tahun sebelum Masehi. Daun pohon tersebut menghasilkan warna pekat yang banyak digunakan di industri kecantikan.

Meski memiliki banyak keunggulan dibandingkan pewarna kimia, sifat henna yang super pigmented justru menjadi poin minus nih. Terutama bagi Sahabat Dream yang ingin kembali mengecat rambut dengan pewarna lain.

" Henna yang pekat sifatnya sangat menutup kutikula rambut. Jika sudah tertutup, kutikula susah dibuka kembali sehingga rambut yang sudah di-henna tidak bisa lagi diwarnai," papar Irwan Rovani Doke, Owner & Founder Irwan Team Hairdesign di acara L'Oreal 40 Tahun Beautifying Indonesia, Jakarta, Rabu 14 Agustus 2019.

 Irwan Doke

Kutikula merupakan lapisan paling luar yang berfungsi melindungi kilau dan tekstur rambut agar tetap terjaga. Proses pewarnaan dengan henna akan membuat kutikula tertutup sehingga sulit untuk ditimpa dengan pewarna lain.

Bahkan produk pewarna rambut terkuat dengan bahan dasar alkali tidak mampu melapisi rambut yang sudah terkena henna. Apalagi jika pewarna rambut hanya memakai bahan dasar acid yang bersifat lebih ringan.

" Satu-satunya cara ya dibongkar dulu kutikula itu. Dikeluarkan henna-nya pakai peroxyde, setelah keluar baru kita coba diwarnai," ujar top hairdresser lulusan Jerman.

Namun cara tersebut dianggap terlalu riskan karena dapat menhebabkan berbagai masalah, seperti rambut kering, kusam, bercabang hingga rusak dan tidak berkilau.

Cara paling aman adalah dengan membiarkan rambut tumbuh lebih panjang dan memotong bagian yang terkena henna. " Lebih baik nunggu saja sampai numbuh lagi," tandasnya.

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan