Shutterstock
Dream - Carrot oil diperoleh dengan menghancurkan akar atau biji wortel dan mencelupkannya ke dalam minyak pembawa, seperti zaitun atau kelapa.
Minyak dari akar dan biji wortel ini dinilai ampuh menghilangkan bakteri kotor pada kulit kepala yang dapat menyebabkan ketombe atau menghambat pertumbuhan rambut.
Minyak ini juga dikenal memiliki sifat regeneratif yang merangsang sirkulasi darah dan menjaga kutikula rambut juga memperkuat serat rambut.
Selain itu, minyak ini juga bisa meningkatkan pertumbuhan rambut, mencegah rambut rontok dan bercabang, serta menghilangkan ketombe dan kulit kering.
Lebih baik lagi, ia juga menjaga tingkat kelembapan pada rambut dan kulit kepala.
Penasaran apa saja manfaat lain dari carrot oil ini untuk rambut? Simak ulasannya yang Dream rangkum dari Boldsky.

Carrot oil dapat meningkatkan pertumbuhan rambut dengan merangsang sistem folikel rambut. Minyak ini juga dapat mengurangi kerusakan dan ujung rambut yang bercabang. Jadi rambut akan menjadi lebih kuat dan mulai tumbuh kembali.

Carrot oil mencegah rambut rontok dan ujung bercabang dengan meningkatkan sirkulasi darah, sehingga menyegel kutikula rambut dan memperkuat serat rambut.

Minyak dari akar dan biji wortel ini juga dapat memperbaiki tekstur rambut dengan menjadikannya lebih berkilau, halus, dan lembut saat disentuh.

Karena minyak dari wortel ini mengandung cukup banyak antibakteri. Jadi dapat memberikan perlindungan terhadap banyak jenis bakteri dan jamur seperti yang menyebabkan ketombe.
Minyak alami ini juga dapat merangsang produksi minyak tubuh sendiri atau sebum di kulit kepala Anda loh.
(Sumber: Boldsky)
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya