Memasak Nasi Goreng (Foto: Istimewa)
Dream - Dalam rangka memperingati bulan Ramadan, salah satu merek bumbu masak di Indonesia, Sasa, meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pengadaan berbuka puasa dengan nasi goreng peserta terbanyak.
Dalam kegiatan ini, Sasa memasak secara massal sebanyak total 21.561 porsi nasi goreng. Jumlah ini melebih target 20.000 porsi nasi goreng yang ditetapkan sebelumnya.
Albert Dinata, Marketing Director, Consumer Acquisition & Retention PT Sasa Inti membeberkan alasannya mengapa memilih menu nasi goreng. Menurutnya, nasi goreng merupakan makanan praktis, sehat, dan lezat.
" Kenapa kita pilih nasi goreng? Karena nasi goreng itu masakan paling gampang tapi protein dan lain-lainnya lengkap," jelas Albert dalam konferesi pers " Buka Puasa dengan Nasi Goreng Perserta Terbanyak" , Kamis 29 April 2021.

Selain nasi goreng, Sasa juga menyiapkan hidangan rendang. Alih-alih menggunakan daging, Sasa menggunakan baby potato sebagai bahan baku utama.
" Jadi hari ini kita menggunakan 2 makanan yang diakui oleh dunia, yaitu nasi goreng sama rendang. Nasi goreng selain populer Itu kayak udah habit daily-nya masyarakat Indonesia sih, gampang," lanjut Albert.
Di kesempatan itu, Sasa juga memperkenalan varian produk terbarunya yaitu bumbu nasi goreng sambal matah, barbeque, dan telur.
Sertifikat rekor MURI diserahkan oleh Tryono dan Ridho sebagai perwakilan dari MURI di SMKN 57, Jakarta Selatan, Kamis 29 April 2021.

Sebelumnya, rekor ini diawali aksi masak massal yang dimpimpi oleh Head Chef PT Sasa Inti yakni Chef Kongs sealam dua hari, yakni pada 27-28 April 2021. Aksi memasak nasi goreng berbuka ini menjadi pertama kali dilakukan di Indonesia.
" Museum Rekor Indonesia dengan bangga menyerahkan sertifikat rekor kepada Sasa sebagai penyelenggara acara 'Buka Puasa dengan Nasi Goreng Peserta Terbanyak sebanyak 20.000 Porsi," ungkap Triyono selaku perwakilam MURI.
Acara penyerahan rekor MURI ini ditutup dengan aksi sosial berupa pembagian lebih dari 20.000 porsi nasi goreng kepada warga di masjid atau mushola maupun area pemukiman di sekitar.
Advertisement
Tumpukan Sampah Acara Ideafest 2026 Ternyata Diolah dengan Ekonomis

Ideafest 2026, Serunya Eksplorasi Ide di Rumah Indofood

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9

Saat Borobudur Dibangun, Apa Saja yang Terjadi di Seluruh Dunia?

Pencarian 5 Jurnalis Berlanjut, Merdeka.com dan iNews Terus Berkoordinasi dengan SAR

Tumpukan Sampah Acara Ideafest 2026 Ternyata Diolah dengan Ekonomis