Aroma Khas Teh Herbal dari Daun Jambu Biji

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 28 Mei 2021 12:48
Aroma Khas Teh Herbal dari Daun Jambu Biji
Bisa jadi minuman kesehatan.

Dream – Selain mengandung vitamin C dan antioksidan yang tinggi, buah jambu biji juga memiliki banyak manfaat yang baik bagi kesehatan. Tak hanya buahnya, bahkan daun dari jambu biji juga bisa dijadikan minuman teh herbal yang menyehatkan.

Walaupun tidak memiliki rasa manis seperti buahnya, daun jambu biji ini dapat dinikmati bersama rasa lain. Seperti peppermint, buah-buahan, dan madu untuk mengurangi rasa pahitnya.

Jambu biji banyak tumbuh pada negara beriklim tropis termasuk Indonesia, tak heran buah ini cukup mudah dan murah untuk ditemukan. Walau begitu, harga tehnya mirip dengan teh herbal khusus lainnya dan lebih mahal daripada teh kantong biasa.

Teh daun jambu biji kerap dijual dalam kantong teh atau dalam bentuk kering. Aromanya begitu khas, Sahabat Dream pernah mencobanya? Daun teh jambu biji ini banyak digunakan di India, Cina, dan Jepang.

Minuman satu ini, di negeri sakura bahkan disetujui oleh regulator setempat ebagai pengatur gula darah. Selain itu diketahui manfaat lainnya dapat meredakan diare, mengatur gula darah, menurunkan berat badan, membantu kesehatan kehamilan, dan sebagai antioksidan. Walaupun belum dibuktikan secara medis, namun teh ini telah menjadi pengobatan herbal yang cukup terkenal.

Penyajian teh herbal ini sama dengan penyajian teh biasa. Cara penyajian terbaik yaitu dengan membiarkan kantong teh daun jamu selama kurang lebih lima menit dalam air panas.

Setelah itu batu sajikan hangat atau biarkan dingin dan campur dengan batu es. Untuk lebih sehat, tambahkan madu sebagai pemanis.

Laporan Yuni Puspita Dewi/ The Spruce Eats

1 dari 5 halaman

3 Jenis Teh Unik yang Bikin Penasaran, Sudah Pernah Coba?

Dream - Bosan minum teh hijau atau hitam biasa? Mungkin saatnya Sahabat Dream coba meminum teh jenis lain yang cukup unik. Teh ini cukup populer di kalangan pecinta teh.

Bahan dan perpaduannya cukup unik. Begitu pula rasanya. Tak semua kedai teh menjualnya, tapi jika menemukannya dijual online atau ada yang menjualnya langsung, cobalah untuk menyeduh dan nikmati tiap tegukannya.

Apa saja teh jenis tersebut?


Kukicha

Teh Kukicha

Kukicha sebenarnya merupakan produk sampingan dari produksi teh. Tidak seperti produk sampingan lain yang kebanyakan berakhir di kantong teh, kukicha adalah daun teh dari kualitas premium. Bisa dibuat dari daun teh bancha, sencha, kabusecha, gyokuro dan matcha, bisa juga berwarna hijau atau dipanggang bahkan dicampur dengan bubuk teh matcha. Kukicha mengandung batang dan tangkai, dan mungkin memiliki beberapa partikel daun yang lebih kecil juga.

 

2 dari 5 halaman

Purple tea

Purple tea adalah jenis teh khusus yang diproduksi oleh sejumlah kecil perkebunan teh, kebanyakan di Kenya. Meskipun unik, ini bukanlah kategori terpisah. Ungu menggambarkan tanaman teh, bukan jenis teh yang akan dibuatnya. Oleh karena itu, ada teh ungu hitam, hijau atau oolong. Tidak hanya Kenya yang menghasilkan teh ungu; Cina, Jepang, dan India juga memiliki teh ungu mereka sendiri, tetapi Kenya masih menjadi produsen utama jenis ini.

Teh ungu

Hal yang membuatnya istimewa adalah rasanya, daun teh mentah yang indah dengan rona keunguan, dan konon, beberapa manfaat kesehatan tambahan dibandingkan dengan teh hijau biasa. Teh ungu mengandung pigmen yang disebut antosianin yang dapat memberikan manfaat antioksidan, imunostimulan, dan antikanker. Antosianin juga bermanfaat dalam melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif.

 

3 dari 5 halaman

Rooibos hijau

Teh Rooibos Hijau

Teh rooibos merah mungkin sering ditemui. Ada juga jenis teh rooibos hijau yang rasanya lebih lembut, lebih ringan, halus dan manis dan tidak pahit. Tidak seperti rooibos merah, rooibos hijau tidak difermentasi. Keduanya diproduksi secara eksklusif di Afrika Selatan. Rooibos hijau memiliki lebih banyak antioksidan] daripada yang merah, dan juga bebas kafein.

Sumber: simplelooseleaf

4 dari 5 halaman

Cerita Teh Celup, Ditemukan karena Pelanggan yang Salah Kaprah

Dream - Minum teh bisa membuat kita lebih rileks. Biasanya dilakukan pagi atau sore hari. Dulu, teh diseduh dengan bunga dan tangkainya. Kini, pilihannya lebih praktis dan beragam. Salah satu yang disukai banyak orang adalah teh celup.

Tersedia dalam kemasan yang mudah dibawa dan tinggal dicelupkan saja ke air panas. Teh pun langsung tersaji di depan mata. Namun tahukah Sahabat Dream bagaimana teh celup ini ditemukan?

Cerita Teh Celup, Ditemukan karena Pelanggan yang Salah Kaprah

Kisah penemuan teh celup ini bermula dari seorang pedagang teh asal New York yang bernama Thomas Sullivan. Thomas biasanya menjual teh dengan terlebih dahulu mengirimkan sampel kepada para pelanggan dan juga calon pembelinya.

Nah, untuk mengirim sampel tersebut, Thomas biasanya menggunakan kaleng besi. Demi menekan biaya, maka Thomas mengganti kaleng besi dengan menggunakan kantong kecil dari kain sutra.

 

5 dari 5 halaman

Kantong Sutra

Penggunaan kantong kain sutra tersebut nampaknya membuat pelanggannya kebingungan. Jadi bukannya membuka kantung kain sutra dan menuangkan teh ke wadah lain, pelanggan Thomas ini malah langsung mencelupkannya ke air panas.

Thomas tak menegur pelanggannya, dan malah melihatnya sebagaiterobosan. Ia lalu mengembangkan ide kantong sutera sebagai kantong teh untuk langsung diseduh. Namun karena kain sutra dirasa terlalu mahal, akhirnya diganti dengan kain kasa.

Baca selengkapnya di Diadona.id

Beri Komentar