Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Mengolah Bahan Masakan (Foto: Shutterstock)
Dream - Bahan makanan segar sudah dibeli dan siap untuk diolah. Dalam mengolah makanan, pastikan kalau perlengkapan yang digunakan dalam kondisi bersih.
Begitu juga tangan Sahabat Dream, harus dicuci terlebih dulu dengan sabun dan di bawah air mengalir. Jangan sampai makanan yang disajikan terkontaminasi bakteri dan memicu keracunan.
Nuri Andarwulan, Direktur Southeast Asian Food & Agricultural Science & Technology (SEAFEST) mengatakan bahwa ada banyak aspek yang perlu diperhatikan terkait dengan keamanan pangan.
" Sebagian besar masyarakat Indonesia masih makan agar kenyang, bukan untuk menikmati kandungan gizinya. Keamanan pangam harus didasari oleh bagaimana seseorang memilih dan mengolah bahan makanan tersebut," kata Nuri, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Menurut Nuri, produk makanan beku memiliki kadar vitamin jauh lebih sedikit dibanding makanan segar. Produk segar seperti buah dan sayur juga harus dipilih dengan teliti.
Jangan mengambil buah yang sudah lebam serta sayuran yang memiliki bercak tanah. Apabila membeli buah yang sudah dipotong, pastikan untuk mengambilnya hanya dari dalam lemari es.
" Bahan mentah seperti daging merah, ikan dan unggas harus dimasukan ke dalam plastik terpisah saat berbelanja. Hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya kontaminasi silang," ujar Nuri.
Ketika hendak mengolah, mulailah dengan mencuci tangan terlebih dahulu. Kemudian cuci buah dan sayur dengan air mengalir, termasuk buah yang kulitnya akan dikupas.
Sementara untuk daging merah dan unggas tidak dianjurkan untuk dicuci dengan air agar bakteri tidak menyebar ke wastafel.
" Penggunaan pisau dan talenan harus dipisah antara bahan mentah dan bahan matang. Saat memasak, pastikan untuk menggunakan suhu ideal 74 derajat Celcius. Dengan begitu, panas dapat masuk ke bagian makanan yang paling dalam sehingga bakteri sudah mati," ungkap Nuri.
Setelah membuat hidangan yang diinginkan, segera cuci seluruh alat masak. Peralatan kotor yang dibiarkan menumpuk bisa menjadi habitat pertumbuhan bakteri.
Laporan: Annisa Mutiara
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya