Dream - Indonesia dan makanan serba goreng seakan sudah menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Sejumlah kreasi gorengan bahkan mendominasi menu sehari-hari dan oleh-oleh dari berbagai daerah di Indonesia.
Lalu berapa kali sebenarnya minyak goreng dapat digunakan untuk memasak? Mengingat tidak jarang minyak goreng digunakan lebih dari satu kali di rumah atau oleh penjaja makanan di pinggir jalan.
Sekedar informasi, selain kontak dengan makanan yang digoreng minyak juga akan kontak dengan air dan udara. Proses ini membuat minyak teroksidasi dan membentuk polimer-polimer seperti akrilamid yang bersifat karsinogenik yang berbahaya untuk tubuh.
Semakin sering minyak digunakan maka akan semakin banyak kandungan senyawa berbahaya tersebut dalam makanan. Ditambah dengan kandungan lemak jenuh yang bertambah seiring dengan intensitas pemakaian dan berhujung pada ancaman penyakit berbahaya seperti kanker, tumor, dan penyakit degeneratif lainnya.
Minyak yang sudah kurang layak pakai umumnya sudah berubah warna menjadi lebih gelap, beraroma dan tekstur yang lebih kental. Tipikal minyak seperti ini sudah tidak layak digunakan karena kandungan polimernya tinggi.
United State Department of Agriculture (USDA) menyarankan untuk membuang minyak yang mengandung asam lemak bebas lebih dari 2%. Penggunaan minyak untuk menggoreng dianjurkan hanya tiga kali pemakaian.
Setelah tiga kali atau jika sudah ada tanda perubahan warna, tekstur atau aroma maka sebaiknya anda tidak lagi menggunakan minyak yang sama untuk menggoreng makanan.
(Dari berbagai sumber)
Advertisement

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pekerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah

Benarkah Setiap Kopi Hitam Memiliki Kandungan Kafein Berbeda-beda? Ini Alasannya

Suku Vandal dari Eropa dan Asal-Usul Kata “Vandalisme” untuk Mengartikan Kekerasan

Lebih Baik Menggunakan Pakaian Longgar atau Ketat Saat Berolahraga?

Persahabatan yang Kuat Bisa Memperkuat Kesehatan Mental dan Fisik Milik Seseorang

Kerangka Berusia 3.500 Tahun dari Vietnam Mengungkap Asal-Usul Sifilis

'First Night Effect': Alasan Ilmiah Kenapa Sulit Tidur Nyenyak di Malam Pertama Tempat Baru